Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Film

3 Rekomendasi Film Pendek Buatan Dinas Kebudayaan Yogyakarta

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
7 Januari 2022
A A
3 Rekomendasi Film Pendek Buatan Dinas Kebudayaan Yogyakarta

3 Rekomendasi Film Pendek Buatan Dinas Kebudayaan Yogyakarta (pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai kota yang kental dengan nuansa budayanya, Jogja, serupa mantra sihir. Ia mampu membangkitkan desir-desir rindu pada siapa saja yang pernah singgah di sana. Seolah, kenangan akan selalu abadi, jika itu berkaitan dengan Jogja.

Nah, jika kebetulan saat ini kamu sedang rindu dengan suasana Jogja, tapi duit di dompet tak cukup untuk ke sana, bagaimana kalau nonton film-film pendek yang dibuat oleh Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta? Gambaran sudut-sudut kota yang terekam, pasti bisa menuntaskan rindumu. Ini dia rekomendasinya:

#1 Tonggo

Tonggo adalah film yang menarik. Saya bahkan sudah jatuh cinta di detik-detik pertama film ini diputar. Bagaimana tidak? Film ini dibuka dengan hal-hal yang dekat sekali dengan keseharian kita: gibah, alias ngomongin orang. Di film ini yang gibah bapak-bapak pula! Duh. Saya sampai nggak bisa nahan senyum melihat bagaimana luwesnya bapak-bapak ini gibah. Menjiwai sekali. 

Dalam bahasa Indonesia, tonggo berarti tetangga. Secara keseluruhan, film yang diunggah di channel Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta ini menceritakan tentang drama kehidupan bertetangga. Lebih tepatnya, lika-liku pertetanggaan yang terjadi saat awal pandemi menyerang. Saat semua masih diliputi perasaan takut, cemas dan saling curiga terhadap satu sama lain. Semua, dipotret dengan bagus di film Tonggo. Tonton, deh.

#2 Gendhis

Saat pergi meninggalkan kota yang dikenal dengan budayanya, akankah seseorang kehilangan jati diri? Mendadak lupa di tempat seperti apa dulu dia tumbuh dan dibesarkan? Dan bila hal tersebut terjadi, mungkinkah seseorang itu dapat kembali pada budaya asalnya?

Adalah Gendhis. Seorang perempuan asli Jogja yang harus merantau ke luar kota. Hingga saat kemudian dia kembali, beberapa tahun kemudian, Gendhis bukan Gendhis seperti yang orang-orang kenal sebelumnya. Perempuan itu, telah berubah. Dia pun jadi bahan pergunjingan tetangga.

Yah, gibah lagi, deh.

#3 Penjaga Ingatan

Kamu tau nggak kalau di Jogja, terutama di wilayah-wilayah tertentu, kita tidak bisa membangun atau merenovasi bangunan seenak sendiri? Atau, mungkin kamu juga pernah bertanya-tanya, kenapa ya bangunan di Jogja banyak yang identik? Bisa nggak, ya, modernisasi bersatu dengan budaya?

Baca Juga:

5 Rekomendasi Film Pendek tentang PNS yang Perlu Kamu Tonton biar Tahu Susahnya jadi Abdi Negara

Film Resepsi, Film Pendek yang Wajib Ditonton Kalian yang Mau Nikah

Nah, jawaban dari pertanyaan di atas, bisa kamu temukan lewat film pendek berjudul Penjaga Ingatan. Tapi jangan khawatir, meskipun ada nilai-nilai edukasi, tapi film Penjaga Ingatan nggak garing kayak kanebo, kok. Malah, mata kita akan dimanjakan dengan adanya pemandangan sudut-sudut kota Jogja yang teduh. Btw, itu pemeran Fajar, kok wajahnya bisa glowing banget, yak? Xixixi…

Pada akhirnya, menonton film pendek buatan Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta (Dengan penggambaran suasana Jogja yang mbetahi itu), membuat saya yakin bahwa Jogja berhati nyaman itu benar adanya. Untuk sejenak saya lupa bahwa ada klitih di Jogja. Bahkan saya nyaris saja meyakini perkataan, siapa itu, yang bilang bahwa tidak ada kllitih di Jogja.

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Rizky Prasetya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 Januari 2022 oleh

Tags: film pendekpemkot jogja
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

rekomendasi film horor youtube film pendek horor terbaik paling seram

39 Film Horor Pendek Terbaik di YouTube

11 November 2019
Ngiring Belasungkawa Film Pendek yang Kritik Tradisi Kematian di Jawa Barat terminal mojok

Ngiring Belasungkawa: Film Pendek Mengkritik Tradisi Kematian di Jawa Barat

4 Desember 2021
4 Film Pendek Tim Burton yang Tetap Dark, Nyeleneh, dan Ikonik terminal mojok.co

4 Film Pendek Tim Burton yang Tetap Dark, Nyeleneh, dan Ikonik

8 September 2021
4 Film Pendek Bikinan Kemdikbud yang Menarik untuk Ditonton terminal mojok.co

4 Film Pendek Bikinan Kemdikbud yang Menarik untuk Ditonton

1 Januari 2022
10 Film Pendek Indonesia yang Bisa Ditonton di YouTube terminal mojok.co

10 Film Pendek Indonesia yang Bisa Ditonton di YouTube

6 November 2021
film pendek tilik film unbaedah korupsi siti fauziah ozie pemeran bu tejo tilik festival film terinal mojok.co

Eksekusi Hukuman untuk Koruptor Versi Film Unbaedah

29 Agustus 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg Mojok.co

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

5 April 2026
SGPC Bu Wiryo Tempat Makan Alumni UGM Sukses, Mahasiswa Aktif Nggak Sanggup Makan di Sana karena Mahal Mojok.co

SGPC Bu Wiryo Tempat Makan Alumni UGM Sukses, Mahasiswa Nggak Sanggup Makan di Sana karena Mahal

11 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026

Di Jajaran Mobil Bekas, Kia Picanto Sebenarnya Lebih Mending daripada Suzuki Karimun yang Banyak Dipuja-puja Orang

8 April 2026
Dilema Warga Brebes Perbatasan: Ngaku Sunda Muka Tak Mendukung, Ngaku Jawa Susah karena Nggak Bisa Bahasa Jawa

Brebes Punya Tol, tapi Tetap Jadi Kabupaten Termiskin di Jawa Tengah

10 April 2026
Aerox Motor Yamaha Paling Menderita dalam Sejarah (unsplash)

Aerox: Motor Yamaha Paling Menderita, Nama Baik dan Potensi Motor Ini Dibunuh oleh Pengguna Jamet nan Brengsek yang Ugal-ugalan di Jalan Raya

8 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Nekat ke Jakarta Hanya Modal Ambisi sebagai Musisi, Gagal dan Jadi “Gembel” hingga Bohongi Orang Tua di Kampung
  • Omong Kosong Slow Living di Malang: Pindah Kerja Berniat Cari Ketenangan Malah Dibikin Stres, Nggak Ada Bedanya dengan Jakarta
  • Kuliah Jurusan Sepi Peminat Unsoed Purwokerto, Jadi Jalan Wujudkan Mimpi Ortu karena Tak Sekadar Kuliah
  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.