Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

3 Perilaku Pendaki Gunung Lawu yang Bikin Geleng-geleng, Eksklusif dari Penjaga Basecampnya Langsung

M. Rafikhansa Dzaky Saputra oleh M. Rafikhansa Dzaky Saputra
9 Mei 2026
A A
Pengalaman Mendaki Pertama Kalinya dan Nekat Langsung ke Lawu: Sebuah Kesalahan yang Nggak Bikin Saya Menyesal gunung lawu

Pengalaman Mendaki Pertama Kalinya dan Nekat Langsung ke Lawu: Sebuah Kesalahan yang Nggak Bikin Saya Menyesal (AdrianVallen via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa bulan lalu, saya sempat berkunjung ke Basecamp Gunung Lawu via Cemoro Sewu untuk menggarap sebuah proyek film dokumenter. Di sana, saya bertemu sama dua orang rangers yang udah sangat kenal sama seluk-beluk gunung ini.

Sambil menyeruput kopi, kami ngobrol banyak hal, mulai dari kondisi alam Lawu, urusan biaya retribusi, sampai cerita-cerita di balik layar yang jarang diketahui oleh publik.

Namun, di sela obrolan santai itu, terselip nada keresahan soal perilaku pendaki yang sering kali bikin mereka geleng-geleng kepala. Ternyata, nggak semua orang datang ke Lawu dengan persiapan dan etika yang benar. Nah, berikut adalah tiga kelakuan pendaki yang paling meresahkan menurut mereka. Simak baik-baik, siapa tahu kamu salah satunya!

Modal FOMO tapi nggak ada persiapan

Pertama, FOMO. Akhir-akhir ini, tren ikut-ikutan eman lagi hangat jadi perbincangan di dunia pendakian. Ada jalur baru atau spot foto bagus yang viral, pasti beberapa pendaki langsung penasaran dan berbondong-bondong datang. Saat saya ngobrol bersama rangers, sebenarnya mereka nggak begitu mempermasalahkan tren ini. Toh bisa berdampak baik karena akan banyak pendaki yang mampir ke Gunung Lawu dan otomatis berdampak juga pada pemasukan basecamp.

“Ora popo mas FOMO, asal ono persiapan,” kata salah satu rangers. Nah inilah yang jadi masalah. Banyak pendaki FOMO, khususnya para pemula, yang mendaki cuma modal ikut-ikutan tanpa pemahaman dasar sama sekali. Mereka cenderung meremehkan medan Lawu dan nekat naik hanya dengan perlengkapan seadanya.

Buktinya, para rangers masih sering lo menemukan pendaki yang nggak membawa jaket, mantel, sleeping bag, bahkan obat-obatan pribadi. Akhirnya, jika ditemukan pendaki nekat seperti ini, mereka biasanya diwajibkan menyewa perlengkapan di lokasi demi keselamatan mereka sendiri.

BACA JUGA: Pengalaman Mendaki Pertama Kalinya dan Nekat Langsung ke Lawu: Sebuah Kesalahan yang Nggak Bikin Saya Menyesal

Masih minimnya kesadaran untuk menjaga alam Gunung Lawu

Sebagai sebuah gunung, tentu kita tau kalau Lawu masih menyimpan kekayaan alam yang luar biasa. Vegetasi di sini masih rimbun, satwanya pun juga masih beragam. Tentu sebagai tamu, pendaki juga punya kewajiban untuk menjaga itu semua. Namun, realitas di lapangan sering kali bertolak belakang.

Baca Juga:

Pengalaman Mendaki Pertama Kalinya dan Nekat Langsung ke Lawu: Sebuah Kesalahan yang Nggak Bikin Saya Menyesal

Tawangmangu Memang Destinasi Wisata Andalan di Jawa Tengah, tapi Kudu Waspada karena Selo Boyolali Siap Lebih Terkenal

Menurut penjelasan rangers, di jalur Cemoro Sewu masih marak oknum pendaki yang membuang sampah sembarangan atau melakukan vandalisme. Sampah sachet hingga botol plastik masih sering mereka temukan di jalur pendakian. Belum lagi aksi menempel stiker komunitas di plang pos pendakian atau di batu. Ayolah, menempel stiker itu sama sekali nggak keren. Alih-alih bikin komunitasmu dikenal, kalian justru hanya akan merusak estetika alam Lawu.

Soal sampah pun harusnya udah jadi hal yang paling sederhana buat dipahami nggak sih. Kalian pasti udah tau kan kalau sampah plastik butuh puluhan bahkan ratusan tahun buat terurai?

Ingat lo kawan-kawan, selama sampah kalian masih belum terurai, itu akan jadi dosa jariyah buat kalian. Karena apa? Karena tindakan kalian hanya akan merusak alam dan merepotkan petugas yang harus memungutnya.

Hobi meninggalkan teman yang kelelahan

Terakhir, ini adalah kebiasaan yang paling sulit diterima oleh akal sehat. Saya sendiri pernah mendaki, dan saya tetap nggak habis pikir dengan orang yang tega meninggalkan temannya. Biasanya sih alasannya karena temannya jalannya lambat atau kelelahan ya. Apa mereka nggak takut ya kalau temannya kenapa-napa?

Benar kata pepatah, “Jika ingin melihat sifat asli manusia, ajaklah mendaki”. Di gunung, sifat egois seseorang akan terlihat jelas. Ya, contohnya masalah ini. Hal ini juga jadi keluhan para rangers. Tak jarang, mereka menemui rombongan yang jumlahnya nggak lengkap saat pendaki turun. Naik lima orang, turun cuma tiga orang. Bahkan saat ditanya temannya di mana, dengan santainya mereka menjawab temannya ditinggal di pos A atau pos B karena lelet atau kelelahan. Gila-gila, saat menceritakan ini aja para rangers cuma bisa tarik nafas panjang lo.

Itulah tiga perilaku pendaki Gunung Lawu yang bikin ranger Cemoro Sewu sampai geleng-geleng kepala. Ingat kawan, gunung bukan tempat bermain yang bisa kalian sepelekan. Apa pun yang kalian lakukan atau tinggalkan, semua akan berbalik ke kalian. Entah itu dalam bentuk lanskap alam yang menawan atau justru kesialan.

Jadi, jangan korbankan keindahan Lawu dengan membuang sampah sembarangan atau vandalisme hanya demi keegoisan kalian sendiri. Ingat prinsip pecinta alam,”Jangan ambil apa pun selain foto, jangan bunuh apa pun selain waktu, dan jangan tinggalkan apa pun selain jejak.” Ingat-ingat kata-kata itu!

Kalau emang FOMO, ya silakan, tapi ya harus dibarengi dengan persiapan dan pemahaman yang matang. Pun Jangan malah meninggalkan kawan kalian. Belajarlah dari kasus-kasus orang hilang di Gunung Lawu atau gunung lainnya, agar kalian nggak jadi korban berikutnya. Salam lestari!

Penulis: M. Rafikhansa Dzaky Saputra
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Gunung Lawu Memang Beda, dan Kami Dipaksa Menyerah

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 Mei 2026 oleh

Tags: cemoro sewugunung lawupendaki gunung lawu
M. Rafikhansa Dzaky Saputra

M. Rafikhansa Dzaky Saputra

Nama saya M. Rafikhansa Dzaky Saputra lahir di Salatiga, 12 Maret 2003. Saya adalah seorang conten creator. Berbekal latar belakang tersebut, saya memiliki keahlian dalam pengelolaan konten, dokumentasi visual, desain dan lain-lain. Juga seroang Alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta yang pernah berkeliaran di LPM Pabelan dan akrab dengan nasihat bahwa "sukses itu harus jadi PNS"

ArtikelTerkait

gunung lawu mistis mapala mojok

Gunung Lawu Memang Beda, dan Kami Dipaksa Menyerah

3 September 2021
Tawangmangu, Wisata Andalan Jawa Tengah yang Dikejar Selo Boyolali (Unsplash)

Tawangmangu Memang Destinasi Wisata Andalan di Jawa Tengah, tapi Kudu Waspada karena Selo Boyolali Siap Lebih Terkenal

20 Maret 2024
Karanganyar Nggak Kalah dari Purwokerto Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Karanganyar Nggak Kalah dari Purwokerto: Daerah Terbaik di Jawa Tengah

26 Februari 2023
Pengalaman Mendaki Pertama Kalinya dan Nekat Langsung ke Lawu: Sebuah Kesalahan yang Nggak Bikin Saya Menyesal gunung lawu

Pengalaman Mendaki Pertama Kalinya dan Nekat Langsung ke Lawu: Sebuah Kesalahan yang Nggak Bikin Saya Menyesal

9 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita Jadi Pustakawan: Dianggap Bergaji Besar dan Kerjanya Menata Buku Aja

Pustakawan, Profesi yang Sering Dianggap Remeh, padahal Kerjanya Enak dan Banyak Untungnya

7 Mei 2026
Derita Mahasiswa Asal Madura yang Serius Kuliah di Surabaya, Terjebak Stereotipe dan Kerap Jadi Sasaran Dark Jokes Mojok.co

Derita Mahasiswa Asal Madura yang Serius Kuliah di Surabaya, Terjebak Stereotipe dan Kerap Jadi Sasaran Dark Jokes

4 Mei 2026
Bahasa Sunda yang Kaya Punya Banyak Istilah untuk Menyebut Hujan Terminal

Bahasa Sunda yang Kaya Punya Banyak Istilah untuk Menyebut Hujan

9 Mei 2026
Bioskop Sukabumi Nggak Menarik, Warga Pilih Nonton di Bogor daripada di Kota Sendiri Mojok.co

Bioskop Sukabumi Nggak Menarik, Warga Pilih Nonton di Bogor daripada di Kota Sendiri

5 Mei 2026
Cita-cita Adik Saya Mati di Tangan Tes Ishihara: Sebuah Vonis Konyol dalam Dunia Pendidikan Kita

Cita-cita Adik Saya Mati di Tangan Tes Ishihara: Sebuah Vonis Konyol dalam Dunia Pendidikan Kita

6 Mei 2026
Orang Kampung Berubah Jadi Picky dan Menyebalkan ketika Berhadapan dengan Makanan “Kota”

Orang Kampung Berubah Jadi Picky dan Menyebalkan ketika Berhadapan dengan Makanan “Kota”

3 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Alumnus UNJ Jurusan Pendidikan Bahasa Perancis, Pilih Berkebun di Bogor sekaligus Ajak Warga Keluar dari Jurang Kemiskinan
  • JPPI Kritik Aturan Baru SE Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026: Nasib 2,3 Juta Guru Non-ASN Terancam di Ujung Tanduk
  • Sekolah Kemitraan di Jawa Tengah bikin Menangis Haru, Anak Miskin Bisa Sekolah Gratis dan Kejar Mimpi
  • Pertemanan Memuakkan: Tak Beri Utang Teman Dijauhi dan Dicap Jahat, Berteman Cuma Diperalat Jadi Dana Darurat
  • Seni Bertahan Hidup Penjual Mie Ayam Menghadapi Pindah Harga dan Tangisan di Hari Senin
  • Menikah dengan Pasangan yang Keluarganya Terlilit Utang Bikin Serba Salah: Terlalu Cinta untuk Ditinggal, tapi Bikin Menderita Kalau Bertahan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.