Saat mendengar kuliner Madura, saya yakin sate menjadi makanan pertama yang terlintas di benak kalian. Saking populernya makanan ini, kuliner asli Madura lainnya seperti tidak punya kesempatan untuk bersaing. Padahal, makanan khas Madura lain tidak kalah enak.
Salah satu makanan asli Madura yang dikonsumsi sehari-hari dan jarang mendapat sorotan adalah topak. Bagi kalian yang belum tahu, topak adalah beras yang dimasak dengan cara dibungkus. Di Madura, kalau dibungkus daun janur namanya ketupat, kalau dibungkus plastik namanya lontong, sementara kalau dibungkus daun pisang namanya pasong. Tapi, semuanya itu juga disebut topak.
Nah, topak di Madura digimanain saja sih. Berikut olahan topak dari Madura yang jarang diketahui oleh orang luar Madura.
#1 Topak cambe
Kebanyakan orang hanya tahu ketupat atau lontong itu cocoknya dengan masakan berkuah. Mereka yang berpikir seperti itu mainnya kurang jauh. Kenyataannya, ada banyak masakan Madura berbahan dasar lontong disajikan tanpa kuah.
Makanan berbahan dasar lontong tanpa kuah yang cukup populer adalah rujak bumbu kacang. Kenyataannya, ada lebih banyak dari itu. Mari kita kenalan dengan saudaranya rujak bumbu kancang, yakni topak cambe. Saya menyebut saudaranya sebab topak cambe kerap dijauh di warung yang juga jualan rujak topak bumbu kacang.
Sebetulnya, topak cambe adalah kuliner yang ringan, tidak ribet, dan gampang untuk dibikin. Topak cambe hanyalah topak yang dimakan bersama urap-urap. Ya, urap-urap yang saya maksud adalah urap-urap yang terbuat dari campuran toge, kacang panjang, dan bayam serta parutan kelapa gurih dan pedas.
Jadi, disini urap-urap lebih sering dimakan bersama topak daripada nasi. Bahkan, banyak sekali penjual topak cambe di pasar-pasar di Madura.
#2 Topak ladeh
Makanan kedua dengan olahan lontong tanpa kuah adalah topak ladeh. Topak ladeh disajikan dengan semacam bubur yang terbuat dari tepung beras dengan campuran santan. Untuk bumbu buburnya terdiri bawang merah, bawang putih, kunyit, lengkuas, ketumbar, merica, kencur, daun bawang, dan garam yang ditumbuk halus.
Nah, tepung beras, santan, dan bumbu yang ditumbuk halus itu dimasak sampai benar-benar kental.Lontong atau topaknya setelah itu diiris-iris, kemudian diguyur dengan bubur kental tadi. Sebagai pelengkap, kalian bisa menaburi bawang goreng dan sambal kelapa di atasnya.
Masakan ini sangat umum ditemukan di Madura. Di kampung saya saja, ada 3 warung yang menjual topak ladeh. Jualannya hanya di pagi hari saja, sebab memang topak ladeh itu paling enak dibuat sarapan. Jika jam sudah menunjukkan pukul 9, alamat deh topak ladeh sudah ludes dimana-mana. Kalau mau, ya harus ke pasar!
#3 Topak mie
Topak mie selalu dijual bersama topak ladeh. Tidak mungkin orang menjual topak ladeh tanpa topak mie, pun jarang sekali orang jual topak mie tapi tidak menjual topak ladeh. Artinya, topak mie lebih populer daripada topak ladeh. Topak mie adalah lontong yang disajikan dengan kuah dengan mie kuning serta toge. Itu semua ditambah dengan bumbu petis Madura yang dibuat pedas.
Sebetulnya, masih ada perdebatan tentang asal topak mie ini. Di Surabaya, ada namanya lontong mie yang hampir sama dengan topak mie dari Madura. Bedanya, lontong mie di Surabaya lebih kompleks, sering ditambah bahan pelengkap seperti lentho, sementara di Madura jarang.
Tapi, tetap ada perbedaan lain yang menurut saya menonjol antara topak mie Madura dan lontong mie Surabaya. Topak mie sangat kuat pada sari petis Madura dan sambalnya, sementara kalau lontong mie pada kuah udangnya.
Terlepas dari perdebatannya, Surabaya dan Madura memanglah dekat, maklum kalau kulinernya hampir serupa. Tapi, tak ada masalah dengan itu. Cukup bedakan, kalau kalian beli di Surabaya, berarti namanya lontong mie. Kalau beli di Madura berari topak mie. Hehehe.
Ya cukup sekian, itulah 3 kuliner olahan lontong di Madura. Jadi, jangan melulu nyari sinjay dan sate saja ya kalau berkunjung ke pulau ini!
Penulis: Abdur Rohman
Editor: Kenia Intan
BACA JUGA Kalau Nggak Doyan Kuliner Sumenep, Cobalah Kuliner Bangkalan Madura yang Rasanya Nggak Kaleng-kaleng.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
