Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

3 Hal yang Jarang Orang Bicarakan Soal Rembang

Dimas Junian Fadillah oleh Dimas Junian Fadillah
6 Desember 2025
A A
3 Hal yang Jarang Orang Bicarakan Soal Rembang

3 Hal yang Jarang Orang Bicarakan Soal Rembang (ubaidillah elmudin via wikimedia commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Rembang sebenarnya menyimpan banyak identitas menarik, hanya saja sering kalah pamor dibanding daerah lain. Kesadaran itu muncul setelah saya berbincang dengan seorang teman yang merupakan warga asli Rembang. Usai menjalani seminar hasil tesis, dia sengaja main ke kedai saya. Kami sepakat menghindari pembahasan soal semhas—bukan karena nggak penting, tapi kalau ditanyai hal-hal yang sama terus kan rasanya seperti diadili untuk kedua kalinya.

Di sela-sela obrolan santai sambil menikmati nasi daun jeruk, teman saya mulai bercerita tentang berbagai hal unik dari kampung halamannya. Banyak di antaranya terdengar asing di telinga saya, padahal jelas-jelas menarik dan khas, tapi juga ada sisi yang bikin miris. Dari situ saya sadar, ada banyak hal seputar Rembang yang jarang muncul ke permukaan. Padahal sebenarnya patut diketahui banyak orang.

ADVERTISEMENT

#1 Punya minuman soda khas dari buah kawis

Sebagai warga Blora, tetangga sebelah yang kalau mau ke Rembang modal bensinnya nggak sampai bikin dompet kering, saya sebenarnya nggak punya alasan untuk ketinggalan informasi soal minuman khas daerah tersebut. Tapi begitulah hidup, kadang hal yang paling dekat justru paling sering luput.

Teman saya bahkan sampai meyakinkan saya bahwa Rembang punya julukan “The Cola of Java”. Lantaran daerah ini punya minuman soda khas yang terbuat dari buah kawis.

Sebenarnya teman saya nggak heran jika saya kaget dan nggak percaya akan julukan tersebut. Bahkan menganggap wajar kalau banyak orang nggak tahu. Soalnya populasi pohon kawis di Rembang juga makin menipis. Bukan karena punah, tapi karena dianggap kurang menghasilkan.

Padahal olahan kawis ini rasanya unik. Ada sensasi rasa soda seperti Coca-Cola tapi versi lokal. Saya pribadi sebenarnya pernah minum es kawis sebelumnya, tapi nggak tahu kalau itu produk asli Rembang. Kadang dunia ini memang aneh, manusia hanya ingin menikmati sesuatu tanpa peduli asal-usul yang dikonsumsinya.

#2 Rembang titik sentral perdagangan di Pulau Jawa yang tergerus zaman

Rembang masih kerap dianggap sebagai kabupaten sepele di Jawa Tengah. Padahal kalau ditelisik sejarahnya, Lasem Rembang pernah jadi pusat perdagangan yang cukup bikin kota tetangga iri.

Menurut penuturan mbahnya teman saya—dan didukung beberapa catatan sejarah—pelabuhan di wilayah Rembang pernah jaya bahkan sejak zaman Majapahit. Kapal-kapal silih berganti singgah, membawa tembakau, kopi, jati, dan tebu untuk diekspor, menjadikan Rembang sebagai titik transit yang strategis di jalur maritim Jawa.

Baca Juga:

Magetan dan Magelang: Dua Kota Beda Provinsi yang Sering Bikin Lidah Terpeleset dan Dompet Tersesat

5 Stereotipe Purwokerto yang Sudah “Kedaluwarsa”, tapi Masih Saja Banyak Dipercaya

Dari keramaian itu bahkan muncul pecinan pertama di Jawa, yang sekarang dikenal dengan “Little Tiongkok”. Jadi kalau ada yang bilang Rembang itu biasa-biasa saja, jelas mereka belum pernah dengar cerita yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Sekarang sih Rembang nggak “seheboh” dulu. Tetapi jangan salah, kabupaten ini masih punya satu pelabuhan utama yang masih aktif dan terus dikembangkan untuk niaga dan logistik. Namanya Pelabuhan Sluke.

Pelabuhan ini berfungsi sebagai pengumpan regional, dan pemerintah setempat menargetkan naik kelas jadi pelabuhan nasional pada 2027. Jadi meski dulu sempat meredup, Rembang tetap masih punya peran penting dalam ekonomi dan logistik lokal.

#3 Kota garam yang kehilangan petani garam

Sebagai wilayah pesisir di jalur Pantura yang punya garis pantai panjang, Rembang memang dikenal sebagai salah satu sentra garam di Jawa Tengah. Di sana, tambak garam bukan pemandangan istimewa. Ibarat warung Indomie, ada di mana-mana.

Banyak warga memanfaatkan kondisi alam tersebut untuk mengais rezeki, di samping pekerjaan lain seperti melaut atau bertani. Intinya, garam sudah lama menjadi identitas ekonomi sekaligus budaya masyarakatnya.

Namun, dari cerita teman saya, profesi sebagai petani garam kini makin sedikit peminatnya, terutama dari kalangan muda. Bukan semata-mata soal gengsi, tapi karena tantangannya memang berat. Faktor cuaca yang makin tak menentu membuat proses produksi sering gambling. Satu musim cerah nggak jadi jaminan, bahkan hanya karena satu malam hujan deras bisa langsung menghapus kerja berbulan-bulan.

Belum lagi harga garam di pasar yang tidak stabil dan cenderung jatuh justru pada saat panen raya. Kalau sudah begitu, wajar saja banyak yang berpikir dua kali untuk meneruskan usaha ini. Kata teman saya, “Rembang ki kota garam, tapi petani garamnya ya mulai capek sendiri.” Sebuah ironi yang terasa amat asin, tapi nggak bikin nafsu makan meningkat.

Itulah tiga hal yang jarang orang bicarakan soal Rembang, sebuah kota pesisir yang penuh identitas lokal dan pernah punya kejayaan di masa silam. Dari hasil obrolan ini saya jadi sadar satu hal: sisihkan sedikit waktu untuk saling bertukar cerita, karena justru dari percakapan sederhana itu kita punya peluang untuk mengenal lebih dekat daerah di sekitar kita, menemukan hal-hal yang terlewat, dan memahami fenomena yang selama ini jarang terdengar.

Penulis: Dimas Junian Fadillah
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Jalan Pantura Rembang Adalah Jalan Nasional Terburuk, Tidak Pernah Benar-benar Layak Dilewati.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Desember 2025 oleh

Tags: buah kawisjawa tengahkabupaten rembanglasem rembangrembangwisata rembang
Dimas Junian Fadillah

Dimas Junian Fadillah

Magister Administrasi Publik, tertarik menulis isu lokal, politik dan kebijakan publik.

ArtikelTerkait

Kebijakan Pemkot Pekalongan yang Sebaiknya Nggak Usah Terlalu Dipercaya

Kebijakan Pemkot Pekalongan yang Sebaiknya Nggak Usah Terlalu Dipercaya

1 Juli 2023
Gombong: Kecamatan Terbaik di Kebumen, Mandiri Tanpa Bantuan Wilayah Lain

Gombong: Kecamatan Terbaik di Kebumen, Mandiri Tanpa Bantuan Wilayah Lain

4 Mei 2024
Desa Wanurejo, Desa Wisata Dekat Candi Borobudur yang Bisa Melengkapi Liburanmu Mojok.co

Desa Wanurejo, Desa Wisata Dekat Candi Borobudur yang Bisa Melengkapi Liburanmu

27 November 2023
4 Pertanyaan Bodoh ketika Diterima Kuliah di Kudus (Pixabay)

4 Pertanyaan Bodoh ketika Diterima Kuliah di Kudus, Kabupaten Terkecil di Pulau Jawa

8 November 2022
5 Julukan yang Cocok Disematkan untuk Demak, Mulai dari Kota Kincir Angin hingga Jalan Seribu Lubang

5 Julukan yang Cocok Disematkan untuk Demak, Mulai dari Kota Kincir Angin hingga Jalan Seribu Lubang

8 Mei 2024
Gombong, Kecamatan Terbaik di Kebumen (Unsplash)

Kenapa Gombong? Karena Gombong Adalah Kecamatan Terbaik dan Berdikari di Kabupaten Kebumen

12 Juni 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ospek kampus masih gini-gini aja, masih tidak berguna dan nggak ngasih apa-apa

Ospek kampus masih gini-gini aja, masih tidak berguna dan nggak ngasih apa-apa

6 Agustus 2026
Pengalaman cabut gigi gratis dengan dokter koas: memang nggak keluar biaya, tapi dibayar dengan cuti dan jadwal yang tak tentu

Pengalaman cabut gigi gratis oleh dokter koas: memang nggak keluar biaya, tapi dibayar dengan cuti dan jadwal yang tak tentu

4 Agustus 2026
Sebagai orang Sunda, jujur saya iri banget sama orang Jawa (Unsplash)

Sebagai orang Sunda, jujur saya iri banget sama orang Jawa

10 Agustus 2026
Orang dengan upah minimum seperti saya juga berhak self reward kecil-kecilan tanpa merasa bersalah, semua demi menjaga kewarasan Mojok.co

Pekerja dengan upah minimum seperti saya juga berhak self reward kecil-kecilan tanpa merasa bersalah, semua demi menjaga kewarasan 

10 Agustus 2026
Nelangsa Penderita Buta Warna di Dunia Kerja : Nggak Dilirik HRD sampai Dapat Persepsi Buruk Kolega buta warna parsial

Gara-gara buta warna parsial, saya tidak bisa jadi apa-apa karena syarat administrasi yang mendiskriminasi

9 Agustus 2026
Iuran wajib Hari Kemerdekaan Indonesia itu penjajahan gaya baru (Unsplash)

Tradisi iuran wajib untuk perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia di kampung itu nggak masuk akal karena nggak semua warga punya uang sisa cuma buat panggung hiburan yang bikin berisik

9 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.