Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Sebagai Alumni UNY, Ada 3 Hal Menyebalkan di UNY yang Kadang Bikin Saya Kangen Kehidupan Masa Kuliah

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
10 Maret 2025
A A
Sebagai Alumni UNY, Ada 3 Hal Menyebalkan di UNY yang Kadang Bikin Saya Kangen Kehidupan Masa Kuliah

Sebagai Alumni UNY, Ada 3 Hal Menyebalkan di UNY yang Kadang Bikin Saya Kangen Kehidupan Masa Kuliah

Share on FacebookShare on Twitter

Postingan di Instagram Mojok yang memuat tulisan saya tentang alumni UNY dihujani banyak komentar yang… ya begitulah. Banyak yang mengira saya menjelek-jelekkan UNY, padahal ya jelas jauh dari itu. Tentu saja saya nggak lagi menjelek-jelekkan UNY, wong itu juga institusi di mana saya mendapat gelar kok.

Tapi di sini saya nggak akan menjelaskan maksud asli artikel tersebut. Selain nggak pas, juga nggak ada gunanya saya menjelaskan. Kek pada baca aja hih. Di sini saya justru ingin bernostalgia, mengenang hal-hal yang hilang setelah saya lulus dari IKIP.

Sejak jadi alumni UNY, saya malah kehilangan hal-hal yang tak pernah saya perhatikan sebelumnya. Saya jadi sadar bahwa beberapa hal terkadang baru terasa maknanya ketika pergi atau kita tinggalkan. Dulu saya anggap ungkapan tersebut bullshit, tapi ternyata ada benarnya juga.

Dan hal-hal ini, kadang bikin saya merasa sedih juga sudah tidak jadi mahasiswa.

Kehilangan burjo sebagai tempat bersandar

Sumpah, sebelum jadi alumni UNY, saya pernah mengutuk diri saya kenapa saya hanya bisa healing di burjo. Sangat tidak elegan, sangat tidak mbois, sangat tidak keren. Ketika kawan-kawan yang loaded (cari sendiri artinya) healing di kafe fancy atau nongkrong dan nugas di tempat yang nyaman, saya skripsian dan nongkrong di burjo.

Memang, di burjo, kawan saya banyak. Tapi tahulah, manusia pasti pengin ngerasain yang namanya naik tingkat kan.

Tapi setelah lulus dan bekerja, justru nongkrong di burjo adalah salah satu hal yang ingin saya lakukan. Mau jam berapa pun saya ke burjo langganan, pasti ada satu-dua orang yang sedang nongkrong. Di masa-masa berat begini, ngobrol goblok jadi hal yang begitu mahal. Sebagai alumni UNY, tentu hal tersebut tak lagi saya dapat.

Nggak perlu narimo ing pandum di kantin kampus

Tidak jarang saya tak menghabiskan makanan yang saya pesan di kantin kampus. Bukan apa-apa, jujur saja, makanan di kantin kampus saya rasanya… duh. Saya nggak akan bilang parah atau nggak enak, lebih ke bukan selera saya. Mendekati akhir kuliah baru saya bisa benar-benar narimo ing pandum karena nggak ganti menu.

Baca Juga:

Saya Tidak Pernah Merasa Bangga Kuliah di UIN Jogja, tapi Kampus Ini Sama Sekali Tidak Layak Dicela

Jalan Colombo Jogja Adalah Neraka, dan Makin Membara Saat Masa Wisuda  

Pertanyaannya, kenapa saya masih mau pesan?

Ya gimana lagi, males keluar kampus. Adanya itu, yaudah. Setelah jadi alumni UNY, saya justru kangen kantin kampus. Bukan makanannya sih, tapi suasananya. Ya begitulah.

Jadi alumni UNY artinya tak perlu lagi terjebak macet di perempatan FE

Saya nggak kangen sama sekali dengan fenomena ini, tapi kadang ya keingetan karena rasanya kurang afdal jadi mahasiswa UNY tanpa kejebak macet di perempatan FE.

Sumpah, saya merasa perempatan FE ini penuh dengan pengendara tolol. Sering saya lihat pengendara yang bukannya memelan, malah menambah kecepatan di perempatan, kan tolol.

Saya rasa hampir nggak ada hari tanpa emosi sama perempatan ini. Makanya ketika saya resmi wisuda dan jadi alumni UNY, saya bersyukur tak perlu lagi kuliah dan melewati perempatan biadab ini. Udah lebar jalannya beda-beda, pengendaranya nggak punya nalar.

Kadang ya keingetan masa-masa lewatin perempatan ini. Tapi, kalau suruh ngulang, ogah. Beneran ogah.

Itulah beberapa hal yang dulunya saya anggap menyebalkan, tapi entah kenapa jadi berkesan saat saya jadi alumni UNY. Tapi ya nggak berarti saya pengin kembali. Sudahlah, waktu berjalan meninggalkan yang seharusnya. Semuanya hanya baik untuk kenangan, tak harus diulang.

Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Selama Gaji Guru Tidak Naik, Universitas Pendidikan macam UNY Hanya Akan Jadi Pencetak Orang Miskin Baru

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 10 Maret 2025 oleh

Tags: alumni unyburjokehidupan kampusUNY
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Founder Kelas Menulis Bahagia. Penulis di Como Indonesia.

ArtikelTerkait

4 Menu Red Flag dari Warmindo yang Perlu Diberi Perhatian Khusus, Hindari Boleh, Nggak Juga Nggak Apa-apa, asal Waspada! jogja

4 Menu Red Flag dari Warmindo yang Perlu Banget Diwaspadai, Hati-hati!

7 Januari 2024
UNY Lebih Unggul dari UGM Soal Legalisasi Ijazah, Sat-Set dan Nggak Ribet  Mojok.co

UNY Lebih Unggul dari UGM Soal Legalisasi Ijazah, Sat-Set dan Nggak Ribet 

5 Oktober 2024
Bukan UGM Atau UNY, UIN Sunan Kalijaga Adalah Kampus Paling Unggul di Jogja

Bukan UGM Atau UNY, UIN Sunan Kalijaga Adalah Kampus Paling Unggul di Jogja

12 Maret 2024
UNY yang Dahulu Bukanlah yang Sekarang, Tidak Lagi Jadi Kampus Merakyat seperti yang Selama Ini Diromantisasi Mojok.co

UNY yang Dahulu Bukanlah yang Sekarang, Tidak Lagi Kampus Merakyat seperti yang Selama Ini Diromantisasi

20 Agustus 2025
7 Tahun Kuliah di UNY Berakhir Jadi Tertawaan dan Beban (Unsplash)

Saya Sempat Menyesal dan Malu setelah 7 Tahun Kuliah di UNY, Berakhir Jadi Beban Keluarga dan Ditertawakan Banyak Orang

25 April 2025
Mie Dokdok vs Mie Goreng, Enak Mana?

Mie Dokdok vs Mie Goreng, Enak Mana?

23 April 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jatuh di Rel Bengkong Purwosari Solo Bukan Kejadian Mistis, tapi Apes Aja

Jatuh di Rel Bengkong Purwosari Solo Bukan Kejadian Mistis, tapi Apes Aja

26 Januari 2026
Pronosutan Kulon Progo, Tujuan Baru para Pelari dan Pencari Ketenangan

Pronosutan Kulon Progo, Tujuan Baru para Pelari dan Pencari Ketenangan

26 Januari 2026
Tinggal di Rumah Dekat Gunung Itu Tak Semenyenangkan Narasi Orang Kota, Harus Siap Berhadapan dengan Ular, Monyet, dan Hewan Liar Lainnya

Tinggal di Rumah Dekat Gunung Itu Tak Semenyenangkan Narasi Orang Kota, Harus Siap Berhadapan dengan Ular, Monyet, dan Hewan Liar Lainnya

31 Januari 2026
3 Makanan Sunda yang Namanya Aneh dan Bikin Nggak Nafsu Makan Mojok.co

3 Makanan Sunda yang Namanya Aneh dan Bikin Nggak Nafsu Makan

29 Januari 2026
Batik Solo Trans Memang Nyaman, tapi Nggak Ramah Mahasiswa, ke Kampus Harus Transit Sampai 3 Kali Mojok.co

Batik Solo Trans Memang Nyaman, tapi Nggak Ramah Mahasiswa, ke Kampus Harus Transit Sampai 3 Kali

29 Januari 2026
Jurusan Ekonomi Menyelamatkan Saya dari Jurusan Kedokteran yang seperti Robot Mojok.co

Jurusan Ekonomi Menyelamatkan Saya dari Jurusan Kedokteran yang seperti Robot

30 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Misi Mulia Rumah Sakit Visindo di Jakarta: Tingkatkan Derajat Kesehatan Mata dengan Operasi Katarak Gratis
  • DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF
  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.