Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Buku

3 Buku Puisi yang Bisa Jadi Teman Baikmu di Waktu Senggang

Maria Monasias Nataliani oleh Maria Monasias Nataliani
31 Januari 2021
A A
Buku Puisi Berikut Bisa Jadi Teman Baikmu di Waktu Senggang Terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Di antara medium karya, puisi menjadi alternatif di antara beragam novel, cerpen, prosa, maupun komik. Kesukaan saya pada puisi tumbuh semenjak kelas empat bangku sekolah dasar. Puisi pertama saya bertajuk ibu selesai di masa itu. Pun saya sempat mendatangi sebuah event pembacaan puisi oleh seorang sastrawan di kota Bengawan, yang saat itu benar-benar membuat saya terkagum-kagum.

Setelahnya, saya yang masih bocah itu meneruskan eksplorasi saya tentang puisi. Beberapa puisi yang nampak baik saya kirimkan ke koran lokal. Nothing to lose. Dan saya masih ingat betapa bahagianya ketika puisi pertama saya dimuat. Lalu begitulah perjalanan saya dengan puisi berlanjut.

Meskipun sekarang saya tidak terlalu mengakrabi penulisan puisi, tapi saya masih menikmati puisi sebagai bacaan di waktu luang. Bagi saya, puisi seperti oase sederhana yang punya banyak makna, bahkan kadang tak bermakna. Membaca puisi bagi saya tidak seperti membaca karya tulis lainnya. Kita hanya perlu duduk tenang (atau rebahan), membaca larik demi larik, dan meresapinya dalam hati. Tidak perlu bingung jika tidak mengerti. Puisi tidak selalu minta dipahami. Tidak perlu menerka-nerka maksud di balik puisi. Terkadang, membacanya dengan minim persangkaan justru akan menimbulkan kesan dan refleksi tersendiri.

Nah, di antara buku-buku puisi yang pernah saya baca, saya akan merekomendasikan 3 buku puisi yang bisa jadi teman baikmu di waktu senggang.

#1 Buku Latihan Tidur – Joko Pinurbo

Preferensi saya pada penyair Indonesia tidak berlabuh pada nama Eyang Sapardi atau Aan Mansyur, melainkan Joko Pinurbo. Lewat puisi-puisi blio, saya menemukan pemikiran yang lincah, kenakalan, dan kejenakaan. Puisi Jokpin dapat begitu sederhana, tapi mampu meninggalkan kesan yang begitu kuat seusai dibaca. Ia kerap memakai kata-kata yang sangat membumi, tapi juga menarik. Jarang berkonotatif samar yang mengharuskan kita berpikir keras. Mungkin karena diksi puisinya yang ringan dan sekaligus powerful itu, saya jadi mudah sekali mengakrabi hasil karya Jokpin.

Dari sekian banyak buku puisi yang telah diterbitkan, saya menempatkan Buku Latihan Tidur sebagai karya terfavorit. Dari sampulnya, orang bisa saja mengira isi buku ini adalah kiat supaya nggak insomnia. Tapi, sesungguhnya buku ini adalah kumpulan puisi yang sarat dengan permainan kata khas Joko Pinurbo.

Bagi kamu yang ingin menikmati puisi dan ingin merasa tertampar saat itu juga, Buku Latihan Tidur adalah pilihan yang tepat. Banyak satire terkristal dalam bait-bait puisinya. Cukup dengan kata-kata yang tidak muluk-muluk, Jokpin berhasil menyampaikan apa yang menjadi kegundahan dan pemikirannya.

Kalau masih ragu, berikut saya kutipkan satu puisi yang saya favoritkan dari buku ini. Puisi itu berjudul “Misal”.

Baca Juga:

6 Rekomendasi Buku Buat Kamu yang Sedang Merasa Stuck dan Butuh Motivasi

Rekomendasi Buku buat Fresh Graduate selain Tips Ternak Lele

Misal Aku datang ke rumahmu

dan kau sedang khusyuk berdoa,

akankah kau keluar dari doamu

dan membukakan pintu untukKu?

#2 I See You Like a Flower – Na Tae Joo

Tak banyak penyair luar negeri yang saya ikuti karya-karyanya. Saya hanya menyukai puisi-puisi Lang Leav yang saya baca beberapa kali dari instagram. Sampai beberapa waktu lalu saya menemukan buku puisi penyair kenamaan Korea Selatan, Na Tae Joo, dan memutuskan membelinya. Sampulnya minimalis namun cantik. Seekor burung bertengger di dahan pohon dengan judul I See You Like a Flower di bawahnya. Buku puisi ini dialihbahasakan dan disunting oleh penyair muda Indonesia, Adimas Immanuel.

Sejalan dengan judulnya, buku ini berisikan puisi-puisi seputar cinta, kerinduan, kasih tak sampai, hingga patah hati yang mengecewakan. Meskipun telah dialihbahasakan ke bahasa Indonesia, saya tidak menemukan kesulitan menangkap pesan dan kesan yang terkandung dalam puisi. Selain itu, buku ini juga dihiasi ilustrasi bunga-bungaan yang begitu cantik. Nampak cocok dengan judul dan isi buku ini.

Membaca buku ini membuat saya ikut merasakan jatuh cinta dan patah hati di saat yang sama. Sangat cocok buat kalian yang sedang kasmaran, yang sedang mengejar cinta, atau untuk menemani patah hati kalian.

Berikut saya kutipkan satu puisi dari buku ini yang cukup pendek tapi sarat makna, berjudul “Rindu”.

Kadang di mataku pun

keluar air garam

mungkin saja ada laut yang tinggal

di dalam mataku.

#3 A Poem with Your Name – Adi K

Pertama kali saya membaca karya Adi K bukanlah buku puisi. Saya membaca To Heal is To Accept, sebuah buku self-improvement yang mengambil bentuk kumpulan kata mutiara berbahasa Inggris. Barulah setelah terkesima dengan karyanya, saya memutuskan membaca buku puisinya yang berjudul A Poem with Your Name. Buku puisi yang juga menggunakan bahasa Inggris.

Buku puisi satu ini cukup unik dan aesthetic. Sampulnya berwarna biru dengan gambar astronaut. Blurb di sampul belakang bertuliskan “from the darkest heartbreaks our wound bleed poetry”. Tebakan pertama saya, buku ini menawarkan puisi yang sendu, kelam, dan penuh kesedihan. Dan benar saja, perasaan patah hati langsung menguar begitu saya membaca halaman demi halaman di buku ini.

Isi bukunya lebih seperti kisah yang dipenggal-penggal menjadi bait-bait puisi. Diselingi ilustrasi menarik yang didominasi warna putih, hitam, dan biru. Lewat buku ini, ada perasaan gamang, bittersweet reality, dan kegundahan yang begitu kental.

Misalnya pada sebait berikut,

The reality of

loving you is

often distorted

by the illusion of

trusting you.

Nah, demikian 3 rekomendasi buku puisi yang bisa kamu pertimbangkan untuk mengisi waktu luangmu. Siapa tahu kamu menemukan kisahmu atau sepenggal dirimu di sana. Selamat membaca~

BACA JUGA 3 Buku Nonfiksi 2021 yang Wajib untuk Dimiliki dan tulisan Maria Monasias Nataliani lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 7 Januari 2022 oleh

Tags: buku puisirekomendasi buku
Maria Monasias Nataliani

Maria Monasias Nataliani

Part-time writer. Full-time doctor. Menggemari Haruki Murakami, Park Chan Wook, dan iced-Americano.

ArtikelTerkait

6 Buku Self Improvement yang Sebaiknya Kamu Baca Minimal Sekali Seumur Hidup Terminal Mojok

6 Rekomendasi Buku Buat Kamu yang Sedang Merasa Stuck dan Butuh Motivasi

27 Juli 2022
40 Rekomendasi Buku yang Harus Kamu Baca Biar Lebih Kritis Sama Situasi Terkini buku nonfiksi 2021

Rekomendasi Buku yang Harus Kamu Baca Biar Lebih Kritis Sama Situasi Terkini

21 November 2019
40 Rekomendasi Buku yang Harus Kamu Baca Biar Lebih Kritis Sama Situasi Terkini buku nonfiksi 2021

3 Buku Nonfiksi 2021 yang Wajib untuk Dimiliki

12 Januari 2021
buku rekomendasi untuk anies baswedan mojok

3 Rekomendasi Buku untuk Anies Baswedan selain ‘How Democracies Die’

23 November 2020
Tak Suka dengan Puisi Putri Marino? Ya Jangan Baca!

Tak Suka dengan Puisi Putri Marino? Ya, Jangan Baca!

4 Januari 2020
4 Buku yang Cocok Dibaca Saat Patah Hati terminal mojok

4 Buku yang Cocok Dibaca Saat Patah Hati

1 Desember 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Oleh-Oleh Khas Wonosobo yang Sebaiknya Kalian Pikir Ulang Sebelum Membelinya Mojok.co

Wonosobo Memang Cocok untuk Berlibur, tapi untuk Tinggal, Lebih Baik Skip

3 Februari 2026
Tinggal di Rumah Dekat Gunung Itu Tak Semenyenangkan Narasi Orang Kota, Harus Siap Berhadapan dengan Ular, Monyet, dan Hewan Liar Lainnya

Tinggal di Rumah Dekat Gunung Itu Tak Semenyenangkan Narasi Orang Kota, Harus Siap Berhadapan dengan Ular, Monyet, dan Hewan Liar Lainnya

31 Januari 2026
4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang Mojok.co

4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang

31 Januari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

Tips Hemat Ngopi di Point Coffee, biar Bisa Beli Rumah kayak Kata Netijen

3 Februari 2026
Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Normalisasi Joki Skripsi Adalah Bukti Bahwa Pendidikan Kita Memang Transaksional: Kampus Jual Gelar, Mahasiswa Beli Kelulusan

4 Februari 2026
Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali Mojok.co

Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali

6 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers
  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.