Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

3 Alasan Perempuan Minta Ditemani Kalau ke Toilet

Vivi Wasriani oleh Vivi Wasriani
28 November 2020
A A
3 Alasan Perempuan Minta Ditemani Kalau ke Toilet

3 Alasan Perempuan Minta Ditemani Kalau ke Toilet

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai perempuan, dari saya sekolah dasar hingga lulus SMK, saya adalah orang yang sering minta ditemani kalau mau ke toilet, terutama toilet sekolah. Kalau diingat lagi, saya nggak peduli siapa saja yang menemani saya, asalkan teman sekelas dan sesama perempuan. Lha ya iyalah, kalau nggak sama jenis nanti jatuhnya malah jadi kasus dong, ahahaha. Ya begitulah, akibatnya, saya sering dengar celetukan teman laki-laki yang bertanya, kenapa sih, perempuan kalau ke toilet harus minta ditemenin.

Dan giliran anak laki-laki yang minta ditemani oleh teman sebayanya malah kena ejek. “Apakah kalian mau cebok-cebokan? Laki-laki kok harus berdua kalau ke toilet,” kata salah satu guru yang mengajar di kelas saya waktu ada teman laki-laki yang izin ke toilet berdua. HAHAHA, memang perempuan itu selalu dimuliakan, ya. Banyak hal lumrah yang bisa dilakukan perempuan tapi nggak wajar kalau laki-laki yang melakukannya.

Setelah melewati banyak pro, kontra, pertanyaan, serta candaan yang agak satir, saya akhirnya bisa menguak misteri kenapa perempuan kalau ke toilet suka minta ditemani. Dengan sedikit survei kepada teman-teman perempuan dan mencari jawaban di kepala saya sendiri, berikut adalah hasil dari pencarian tersebut.

Sebagai tanda bahwa di toilet ada orang

Ketika berada di toilet umum, menunjukkan hawa kehadiran adalah hal yang sangat ultra-mega-ultimate penting. Walaupun begitu, ada orang yang terlahir dengan hawa kehadiran tipis. Saya nggak ngerti ilmiahnya gimana, tapi saya punya teman yang saya nggak sadari tiba-tiba ada di dekat saya, dan kadang juga tiba-tiba hilang dari dekat saya. Nah, orang semacam ini adalah orang dengan hawa kehadiran tipis yang bakal bahaya banget kalau ke toilet umum sendirian.

Pasalnya, manusia itu ada berbagai macam jenis. Ada manusia yang bernafas saja sudah sangat menarik perhatian orang di sekitarnya. Namun, ada juga orang yang salto pun orang lain nggak sadar, saking tipisnya hawa kehadirannya. Bagi orang dengan hawa kehadiran yang tipis, mengajak teman ketika ke toilet umum adalah upaya mitigasi bencana psikologis buatan manusia, yaitu pintu dibuka tiba-tiba.

Lagi pula, toilet umum di Indonesia itu mengenaskan sekali bagi saya. Ada yang kuncinya cuma pakai sebilah paku, ada juga yang cuma diganjal pakai kayu di bawah pintunya. Membayangkan kengerian serta persentase risiko di toilet umum tersebut, mengajak teman adalah pilihan tepat.

Memang sih, nggak harus bawa teman, nyalain keran air saja cukup. Tapi, tetap ada saja orang songong kebelet yang nggak mau mengerti bahwa di dalam ada orang dan asal gedor saja. Nah, peran teman adalah di saat begitu, untuk mencegah orang songong yang datang dari antah-berantah ini agar tidak memicu bencana psikologis buatan dan untuk memberi tanda bahwa toilet sedang digunakan.

Biar bisa sambil ngobrol di perjalanan

Bagi perempuan, di mana pun lokasinya, ghibah tetap hobinya. Walaupun nggak semua orang begitu, tapi banyak juga yang begitu, kan. Jujur saja, ngeghibah saat di perjalanan menuju ke toilet itu seru banget. Padahal ya bahasannya ngalor ngidul nggak jelas, sampai tukang tela-tela di samping sekolah saja diomongin. Tapi, sensasi ngobrol selama perjalanan ke toilet itu emang terasa beda.

Baca Juga:

8 Tipe Pengguna Toilet Mal Paling Red Flag di Mata Cleaning Service, Semoga Kalian Bukan Salah Satunya

Kos Putri yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau Aslinya Bikin Malas

Nggak jarang juga ada perempuan yang menggunakan kesempatan ini untuk curhat mengenai kisah cintanya atau mengghibah perihal teman se-gengnya, pokoknya bahasan-bahasan yang bersifat “rahasia,” gitu deh. Jadi, ya begitu, maklumi saja apabila perempuan itu begini, hehe.

Kebiasaan aja

Sudah, nggak ada alasan khusus. Bukan karena takut hantu atau takut pintu terbuka, bukan juga karena pengin ngobrol. Cuma karena kebiasaan saja.

Nah, begitulah kesimpulan yang saya dapat ketika menguak misteri mengenai kenapa cewek suka minta ditemani kalau ke toilet. Pada intinya, nggak ada alasan yang penting banget, kecuali poin pertama karena menyangkut keselamatan diri. Biar pun nggak penting banget, kami kaum perempuan tetap perlu melakukan mitigasi. Misteri sudah terkuak, semoga nggak ada lagi pertanyaan mengenai kenapa perempuan suka minta ditemani kalau ke toilet.

BACA JUGA 3 Alasan Karakter Sampingan Lebih Populer Dibanding Karakter Utama dalam Anime dan tulisan Vivi Wasriani lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 27 November 2020 oleh

Tags: PerempuanToilet
Vivi Wasriani

Vivi Wasriani

Hobi bernapas dan suka makan.

ArtikelTerkait

4 Alasan Perempuan Madura Suka Pakai Banyak Perhiasan Emas, Salah Satunya karena Belum Mengerti Cara Menabung di Bank karena Akses Sulit

4 Alasan Perempuan Madura Suka Pakai Banyak Perhiasan Emas, Salah Satunya Belum Mengerti Cara Menabung di Bank karena Akses Sulit

25 Mei 2024
Mitos Zaman Dulu yang Menakutkan bagi Perempuan terminal mojok

Mitos Zaman Dulu yang Menakutkan bagi Perempuan

5 November 2021
Melihat 4 Kerepotan Motor Matik dari Perspektif Perempuan Terminal Mojok

Melihat 4 Hal Repotnya Punya Motor Matik dari Perspektif Perempuan

27 Maret 2022
Tradisi Kupatan sebagai Tanda Berakhirnya Hari Lebaran Masa Lalu Kelam Takbir Keliling di Desa Saya Sunah Idul Fitri Itu Nggak Cuma Pakai Baju Baru, loh! Hal-hal yang Dapat Kita Pelajari dari Langgengnya Serial “Para Pencari Tuhan” Dilema Mudik Tahun Ini yang Nggak Cuma Urusan Tradisi Sepi Job Akibat Pandemi, Pemuka Agama Disantuni Beragama di Tengah Pandemi: Jangan Egois Kita Mudah Tersinggung, karena Kita Mayoritas Ramadan Tahun Ini, Kita Sudah Belajar Apa? Sulitnya Memilih Mode Jilbab yang Bebas Stigma Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Kenapa Kita Sulit Menerima Perbedaan di Media Sosial? Masjid Nabawi: Contoh Masjid yang Ramah Perempuan Surat Cinta untuk Masjid yang Tidak Ramah Perempuan Campaign #WeShouldAlwaysBeKind di Instagram dan Adab Silaturahmi yang Nggak Bikin GR Tarawih di Rumah: Ibadah Sekaligus Muamalah Ramadan dan Pandemi = Peningkatan Kriminalitas? Memetik Pesan Kemanusiaan dari Serial Drama: The World of the Married Mungkinkah Ramadan Menjadi Momen yang Inklusif? Beratnya Menjalani Puasa Saat Istihadhah Menghitung Pengeluaran Kita Kalau Buka Puasa “Sederhana” di Mekkah Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Mengenang Serunya Mengisi Buku Catatan Ramadan Saat SD Belajar Berpuasa dari Pandemi Corona Perlu Diingat: Yang Lebih Arab, Bukan Berarti Lebih Alim Nonton Mukbang Saat Puasa, Bolehkah? Semoga Iklan Bumbu Dapur Edisi Ramadan Tahun Ini yang Masak Nggak Cuma Ibu

Surat Cinta untuk Masjid yang Tidak Ramah Perempuan

10 Mei 2020
Krisis Ruang Aman bagi Perempuan dari Pelecehan Seksual: Ketika Pesantren dan Kampus Jadi Ruang Penjahat

Krisis Ruang Aman bagi Perempuan dari Pelecehan Seksual: Ketika Pesantren dan Kampus Jadi Ruang Penjahat

27 Agustus 2022
Akui Saja bahwa Kita Tidak Sesuai dengan Standar Kecantikan Indonesia terminal mojok

Akui Saja bahwa Kita Tidak Sesuai dengan Standar Kecantikan Indonesia

16 Juni 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Andai Suzuki Burgman Street 125 Ganti Logo Jadi Honda, Pasti Laris di Indonesia

Suzuki Burgman 150 Terbaru yang Rilis di Kolombia Jadi Bukti Bahwa Suzuki Makin Persetan dengan Penjualan dan Tampilan. Desainnya Jelek Banget!

5 Juni 2026
Suzuki GSX-R150, Motor Sport untuk Kalian yang Muak dengan Honda CBR dan Yamaha R15 suzuki hayate 125 motor suzuki shogun 110 suzuki access 125 motor suzuki nex crossover suzuki nex II

Suzuki Nex II Benar-benar Nggak Tahu Diri, Harganya Lebih Mahal dari Honda BeAT, tapi Fiturnya Masih Saja Tertinggal  

6 Juni 2026
Lampung Bukan Tempat Merantau untuk Orang Lemah

Lampung Itu Nama Provinsi, Bukan Nama Kota. Pas SD Pernah Belajar IPS Nggak sih?

8 Juni 2026
Desa Telagamurni Bekasi Punya Semua Hal yang Dibutuhkan Warga kecuali yang Paling Penting, Kenyamanan Mojok.co

Desa Telagamurni Bekasi Punya Semua Hal yang Dibutuhkan Warga kecuali yang Paling Penting, Kenyamanan

5 Juni 2026
6 Alasan Kebumen Lebih Menarik daripada yang Terlihat di Brosur dan Dibayangkan Banyak Orang Mojok.co

6 Alasan Kebumen Lebih Menarik daripada yang Terlihat di Brosur dan Dibayangkan Banyak Orang

7 Juni 2026
Andai Suzuki Burgman Street 125 Ganti Logo Jadi Honda, Pasti Laris di Indonesia

Saya Kira Orang Bilang Suzuki Burgman Jelek Itu Cuma Lebay, ternyata Memang Sejelek Itu

9 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.