Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Luar Negeri

20 Frasa dan Kosakata Bahasa Korea yang Sering Nongol di Drakor Kesayanganmu

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
14 September 2021
A A
20 Frasa dan Kosakata Bahasa Korea yang Sering Nongol di Drakor Kesayanganmu terminal mojok (1)
Share on FacebookShare on Twitter

Nonton drama Korea punya banyak sisi positif. Selain membantu melepas penat, drama Korea juga banyak mengajarkan beragam hal baru pada para pemirsanya, salah satunya bahasa Korea. Drama Korea adalah salah satu media yang bisa kita pakai untuk menyaksikan dan mendengarkan real-life conversation bahasa Korea.

Ketika sedang belajar bahasa Korea lewat drama, kita pasti akan mulai menandai atau dalam bahasa Jawa, niteni, kosakata yang sering muncul dan diucapkan oleh para tokohnya. Kosakata tersebut umumnya juga kerap digunakan oleh orang Korea di kehidupan nyata. Berikut ini saya rangkum 20 frasa dan kosakata bahasa Korea yang acap kali kita dengar dalam drakor versi On The Spot Terminal Mojok. Sekalian saya mau mengajak pembaca yang budiman, baik hati, dan rajin menabung semua buat belajar kosakata bahasa Korea tipis-tipis dan latihan membaca hangeul.

ADVERTISEMENT

#1 Geureom (그럼)

“Geureom” ini punya lebih dari satu arti yang tergantung pada nada penuturnya. Ada yang berarti “tentu saja” dan biasanya dipakai untuk meyakinkan orang lain atau agak menyombongkan diri sendiri. Makna lain dari “geureom” adalah “kalau begitu”. Kita terkadang juga mendengar orang Korea menggunakan “geureom” untuk berpamitan.

#2 Nappeun Nom (나쁜 놈)

Biasanya ketika tokoh cewek habis dijahatin atau diputusin oleh tokoh cowok, dialog template-nya ngomong, “Nappeun nom!” “Nappeun nom” ini memiliki arti “orang jahat” atau bisa juga dipakai untuk menggambarkan perasaan pengin menyalahkan orang lain dengan ngomong, “Dasar jahat.”

#3 Sallyeojwo (살려줘)

Kosakata bahasa Korea satu ini akan sering kita dengar ketika nonton drakor dengan genre thriller, crime, dan horor. “Sallyeojwo” sendiri digunakan oleh seseorang yang memerlukan dan memohon bantuan pada orang lain. Umumnya bantuan ini berupa permintaan untuk diselamatkan. Versi lebih sopan dari “sallyeojwo” adalah “sallyeojuseyo”.

#4 Soju han jan mashillae? (소주 한 잔 마실래?)

Ini, sih, di setiap drakor pasti kita dengar mengingat budaya orang Korea adalah minum soju. “Soju han jan mashillae?” merupakan ajakan untuk minum soju bersama. Perlu diperhatikan bahwa dalam kalimat ini, “han jan” memiliki arti satu gelas. Tetapi, yang terjadi malah para tokoh dalam drakor minum berbotol-botol sampai kobam dan perlu digendong sampai ke rumah. Hadeh.

#5 Seolma (설마)

Ketika seorang tokoh dalam drakor lagi menduga-duga sesuatu lalu memikirkan kemungkinan terburuk yang akan terjadi, biasanya dia bakal ngomong “seolma.” Kalau dialihbahasakan, seolma ini memiliki makna “jangan-jangan”.

#6 Ige museun iriya (이게 무슨 일이야)

Kalimat yang memiliki arti “ada apa ini?” atau “apa yang terjadi?” ini sudah pasti sangat diingat oleh para penonton drakor. Betapa epic-nya Prof. Cha yang terobsesi sama piramida di Sky Castle itu saat ngomong kalimat ini. Saking memorable-nya, Prof. Cha yang lagi ngomong kalimat ini sampai dibikin meme. IGE MUSEUN IRIYA???

Baca Juga:

Nggak Usah Ngadi-ngadi. Lembaga Pengawas di Drakor Teach You a Lesson Tidak Mungkin Bisa Ada di Indonesia

Saya Meninggalkan Drakor Sejak Kenal Dracin yang Ceritanya Lebih Seru

#7 Galge (갈게)

Sebenarnya saya bingung mau masukin kosakata “galge” yang mana karena saya merasa kalau “galge” ini sering banget wira-wiri di drakor. “Galge” tanpa ditambahi apa pun memiliki arti “aku pergi”. Kemudian “meonjeo galge” (먼저 갈게) dipakai saat akan pergi mendahului orang lain. Dan yang terakhir, ada “jigeum baro galge” (지금 바로 갈게) yang selalu diucapkan oleh para profesor di Hospital Playlist setiap mendapatkan telepon pasien darurat atau tanda vital pasien yang menurun. “Jigeum baro galge” ini memiliki makna “aku pergi sekarang juga”.

#8 Mwohae (뭐해)

Sama seperti “galge”, “mwohae” ini juga punya banyak variasi dan saya rasa hampir semua bentuk dari “mwohae” sering kita temui saat menonton drakor. Biasanya ada situasi tertentu untuk menentukan “mwohae” mana yang mau dipakai. “Eojetbam mwohaesseo” (어젯밤 뭐했어) digunakan untuk menginterogasi lawan bicara untuk menanyakan semalem habis ngapain. Mwohae umunya dipakai untuk bertanya kegiatan apa yang lagi dikerjakan. Ada pula “oneul mwohae” (오늘 뭐해) yang lazimnya digunakan buat ngajak nge-date karena oneul mwohae ini tujuannya untuk menanyakan orang yang diajak berbicara punya acara apa saja hari ini, xixixi.

#9 Gwanshim-i eobseo (관심 없어)

Ketika seorang tokoh di dalam drama diajak membahas topik yang nggak memikat hati, ditawarin suatu pekerjaan atau benda yang nggak diinginkan, atau sekadar nggak peduli, dia pasti akan ngomong, “Gwanshim-i eobseo.” Kalimat ini memiliki arti “aku nggak tertarik”.

#10 Eommaya, Omona, Ome, Omama (엄마야, 어머나, 오메, 오마마)

Keempatnya sebenarnya termasuk ke dalam gamtansa atau interjection dan exclamation dalam bahasa Korea. Gamtansa umumnya digunakan untuk mengungkapkan keterkejutan, perasaan, dan respons refleks. “Eommaya”, “omona”, “ome”, dan “omama” lebih ke pengungkapan perasaan kaget dan nggak bisa diterjemahkan secara harfiah juga karena nggak ada di kamus. Apalagi omama yang baru muncul dan populer di tahun 2018 pas penayangan drama Sky Castle, xixixi.

#11 Jamkkanman dan Jamsiman (잠깐만 & 잠시만)

Keduanya memiliki maksud “tunggu sebentar” atau “wait a minute”. Dalam drakor, kosakata tersebut biasa dipakai untuk menghentikan orang lain yang mau pergi atau meminta orang lain untuk menunggu sebentar karena si penutur hendak melakukan sesuatu. Agak panjang, ya. Enakan bahasa Jawa, gari ngomong “sik”, xixixi.

#12 Yeokshi (역시)

“Yeokshi” sering banget kita dengar ketika seorang karakter dalam drama menemui situasi yang sudah ia duga sebelumnya. “Yeokshi” ini bermakna “as expected.” Misalnya Hong Du Sik dalam drama Hometown Cha-cha-cha yang memang sudah punya rekam jejak yang baik dalam mengerjakan semua tugas. Maka ketika dia bisa menyelesaikan proyek baru dengan hasil yang sama memuaskannya, warga Gongjin akan berujar, “Yeokshi.”

#13 Jeoldae (절대)

Pernah dengar kosakata bahasa Korea satu ini, kan? Biasanya karakter yang punya keyakinan atau ambisi besar akan sesuatu atau sedang melarang orang lain untuk melakukan suatu hal, dia akan ngomong, “Jeoldae.” “Jeoldae” ini memiliki arti “never” dan “absolutely”, misalnya contoh kalimatnya, “Nan pogianhae. Jeoldae.” Aku tidak akan menyerah. Tidak akan pernah.

#14 Jib-e gaja (집에 가자)

“Jib-e gaja” ini kalau diterjemahkan secara literal memiliki makna “ayo pergi ke rumah”. Dalam penggunaannya, “jib-e gaja” biasanya dipakai untuk mengajak lawan bicara untuk pulang ke rumah. It’s alright, uri jibeuro gaja~ You sing you lose.

#15 Jal deureo (잘 들어)

Kalimat ini dipakai oleh seseorang yang meminta lawan bicaranya untuk mendengarkan setiap ucapannya dengan saksama. Di drakor, apabila penutur kalimat ini lagi males ngomong berulang kali, mau ngasih informasi top secret, atau berusaha menciptakan suasana yang serius, maka lazimnya dia bakal ngomong, “Jal deureo.”

#16 Sugohaesseo (수고했어)

Hal yang saya sukai dari budaya Korea Selatan adalah mereka terbiasa mengucapkan word of affirmation, salah satunya adalah dengan mengucapkan, “Sugohaesseo” kepada teman, kolega, atau keluarga yang telah atau sedang merampungkan suatu kegiatan. “Sugohaesseo” ini bisa diartikan sebagai “kamu sudah bekerja keras” dan sering banget muncul dalam drakor.

#17 Kol? (콜?)

Kol ini berasal dari bahasa Inggris “call” dan umumnya dipakai untuk menyatakan “deal” atau “I accept your offer”. Berhubung kosakata ini termasuk Konglish—Korean English—dan dipakai di situasi nonformal, jangan sekali-kali nyebut “kol” saat menandatangani kontrak formal, ya~

#18 Michin geot gata (미친 것 같아)

Apabila seorang tokoh dalam drama merasa frustrasi dan berada dalam situasi yang bikin dirinya terdesak, dialog yang akan dia ucapkan pastilah, “Michin geot gata!” Kalimat ini kalau dialihbahasakan akan menjadi “aku kayak jadi gila” atau “aku hampir gila”. Kondisinya bikin edan pokoke.

#19 Orae gidaryeosseo? (오래 기다리셨어?)

Kalimat template yang biasanya diucapkan oleh seorang tokoh drama yang terlambat ke tempat janjian. Ketika baru sampai dan ketemu dengan orang yang sebelumnya sudah dia ajak, maka dia pasti akan ngomong, “Orae gidaryeosseo?” untuk menanyakan apakah orang tersebut sudah lama menunggu dirinya.

#20 Aish (에이씨)

Aish yang biasanya ditulis sebagai IC dalam alfabet Latin sebenarnya adalah misuh yang tertahankan. Bisa juga dikatakan kalau mereka yang mengucapkan “aish” ini menyensor perkataannya sendiri. Maklum, kata-kata kasar di drama jarang sekali yang lulus sensor. Di subtitle, aish ini cenderung diterjemahkan sebagai “damn” atau “sial”.

Lumayan familier, kan, sama 20 frasa dan kosakata bahasa Korea di atas? Setelah tahu artinya, coba aplikasikan dan ucapkan dalam percakapan sehari-hari, deh. Hitung-hitung latihan dan agak pamer ke orang lain kalau kita bisa bahasa Korea gitu~

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 13 September 2021 oleh

Tags: bahasa Koreabelajar bahasadrama koreakosakata
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

6 Faktor Penting yang Membuat Drama Korea Mencapai Popularitas

1 April 2023
5 Alasan Forecasting Love and Weather Sayang untuk Dilewatkan Terminal Mojok

5 Alasan Forecasting Love and Weather Sayang untuk Dilewatkan

17 Februari 2022
5 Drama Korea yang Wajib Ditonton Minimal Sekali Seumur Hidup Terminal Mojok

5 Drama Korea yang Wajib Ditonton Minimal Sekali Seumur Hidup

4 Juli 2022
Tradisi Kupatan sebagai Tanda Berakhirnya Hari Lebaran Masa Lalu Kelam Takbir Keliling di Desa Saya Sunah Idul Fitri Itu Nggak Cuma Pakai Baju Baru, loh! Hal-hal yang Dapat Kita Pelajari dari Langgengnya Serial “Para Pencari Tuhan” Dilema Mudik Tahun Ini yang Nggak Cuma Urusan Tradisi Sepi Job Akibat Pandemi, Pemuka Agama Disantuni Beragama di Tengah Pandemi: Jangan Egois Kita Mudah Tersinggung, karena Kita Mayoritas Ramadan Tahun Ini, Kita Sudah Belajar Apa? Sulitnya Memilih Mode Jilbab yang Bebas Stigma Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Kenapa Kita Sulit Menerima Perbedaan di Media Sosial? Masjid Nabawi: Contoh Masjid yang Ramah Perempuan Surat Cinta untuk Masjid yang Tidak Ramah Perempuan Campaign #WeShouldAlwaysBeKind di Instagram dan Adab Silaturahmi yang Nggak Bikin GR Tarawih di Rumah: Ibadah Sekaligus Muamalah Ramadan dan Pandemi = Peningkatan Kriminalitas? Memetik Pesan Kemanusiaan dari Serial Drama: The World of the Married Mungkinkah Ramadan Menjadi Momen yang Inklusif? Beratnya Menjalani Puasa Saat Istihadhah Menghitung Pengeluaran Kita Kalau Buka Puasa “Sederhana” di Mekkah Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Mengenang Serunya Mengisi Buku Catatan Ramadan Saat SD Belajar Berpuasa dari Pandemi Corona Perlu Diingat: Yang Lebih Arab, Bukan Berarti Lebih Alim Nonton Mukbang Saat Puasa, Bolehkah? Semoga Iklan Bumbu Dapur Edisi Ramadan Tahun Ini yang Masak Nggak Cuma Ibu

Memetik Pesan Kemanusiaan dari Serial Drama: The World of the Married

6 Mei 2020
Drakor D.P. (Deserter Pursuit)_ Beragam Isu dalam Cerita Kelam Dunia Militer Korea Selatan terminal mojok

Drakor D.P. (Deserter Pursuit): Mengangkat Beragam Isu Melalui Cerita Kelam Dunia Militer Korea Selatan

5 September 2021
Drakor Resident Playbook Tamat tapi Menyisakan Kekecewaan

Drakor Resident Playbook Tamat tapi Menyisakan Kekecewaan

19 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di nikahan desa, tetap saja sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja Mojok.co

Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di hajatan desa, tetap saja muda-mudi sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja

5 Agustus 2026
Pemilik kos nggak problematik, fasilitas yang seharusnya tercantum dalam brosur Mojok.co

Pemilik kos nggak problematik, fasilitas yang seharusnya tercantum dalam brosur

8 Agustus 2026
Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

5 Agustus 2026
Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang kalah sama Indomaret (Wikimedia Commons)

Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang jualan barang entar pasti kalah sama Indomaret

7 Agustus 2026
Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah  Mojok.co

Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah 

7 Agustus 2026
Nakes vs pasien BPJS sama-sama korban sistem kesehatan (Unsplash)

Nakes vs pasien BPJS terjadi karena sistem kesehatan yang busuk

9 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.