Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

14 Jenis Kebodohan yang Sering Dilakukan Anak Kos di Kosan

Budi oleh Budi
9 September 2025
A A
14 Jenis Kebodohan yang Sering Dilakukan Anak Kos di Kosan (Unsplash)

14 Jenis Kebodohan yang Sering Dilakukan Anak Kos di Kosan (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Hidup di kosan sering dianggap seru, penuh kebebasan, sekaligus latihan mandiri. Namun, di balik itu, ada banyak kebiasaan kecil yang tanpa sadar justru bisa membahayakan.

Bukan hanya mengancam kesehatan fisik, tetapi juga mental, finansial, bahkan keselamatan. Sayangnya, kebiasaan-kebiasaan ini sering diremehkan, padahal efek jangka panjangnya bisa fatal. Serius.

#1 Menunda buang sampah di kosan adalah bom waktu di dalam kamar

Sampah plastik, baik bungkus mie instan, atau bahkan sisa makanan yang dibiarkan menumpuk bukan cuma bikin kamar jadi bau. Menurut penelitian di bidang kesehatan lingkungan, sampah organik yang menumpuk bisa memicu pertumbuhan bakteri patogen, jamur, hingga menjadi sarang lalat dan kecoa.

Kehadiran kecoa bukan hanya menjijikkan, tetapi juga berbahaya. Kecoa membawa mikroorganisme berbahaya di tubuhnya yang bisa menempel pada makanan. Jika masuk ke tubuh manusia, bisa menimbulkan gangguan pencernaan hingga infeksi serius. Jadi, menunda membuang sampah di kosan sama saja dengan mengundang penyakit.

#2 Menumpuk kardus dan barang bekas yang bisa menjadi sarang tikus dan debu

Banyak anak kosan punya kebiasaan menimbun kardus bekas pembelian online atau botol minuman dengan dalih “nanti bisa dijual ke tukang loak.” Masalahnya, penumpukan ini sering dibiarkan berbulan-bulan. Kardus yang lembab bisa menjadi sarang tikus, sementara tumpukan debu bisa memicu alergi dan asma.

Tikus bukan sekadar hewan pengganggu. Menurut jurnal kesehatan, tikus bisa menyebarkan penyakit leptospirosis yang berbahaya dan bahkan berakibat fatal. Jadi, kebiasaan menimbun barang dengan alasan hemat justru bisa jadi bom waktu kesehatan.

#3 Menumpuk baju kotor adalah sumber bau dan bakteri di kosan

Banyak anak kosan punya kebiasaan menunda mencuci pakaian hingga seisi kamar sudah penuh baju kotor. Tumpukan kain lembap bukan sekadar bikin kamar bau apek, tapi juga bisa menjadi sarang bakteri dan jamur. 

Keringat yang menempel pada pakaian menyisakan kelembaban yang ideal bagi pertumbuhan mikroorganisme. Kalau sudah begitu, risiko terkena iritasi kulit, gatal-gatal, bahkan infeksi jamur jadi semakin tinggi. Parahnya lagi, bau dari baju kotor yang menumpuk bisa menempel ke pakaian bersih lain sehingga menurunkan rasa percaya diri saat dipakai keluar.

Baca Juga:

Pindah dari Kos LV ke Kos Campur Ternyata Keputusan Buruk, Bukannya Tenang dari Desahan, Malah Tambah Sengsara

6 Alasan Jatinangor Selalu Berhasil Bikin Kangen walau Punya Banyak Kekurangan 

#4 Piring kotor yang dibiarkan adalah undangan untuk serangga

Sama berbahayanya, kebiasaan membiarkan piring kotor di sudut kamar kosan juga sering dilakukan. Sisa makanan yang menempel pada piring adalah magnet bagi semut, lalat, dan kecoa. 

Jika dibiarkan lebih lama, piring kotor bisa menghasilkan lendir atau lapisan biofilm yang penuh bakteri. Menurut penelitian mikrobiologi, bakteri dari sisa makanan bisa bertahan hidup berhari-hari dan berpotensi berpindah ke tangan atau makanan lain. Jadi, menunda mencuci piring bukan hanya soal malas, tetapi juga membuka jalan penyakit masuk ke tubuh tanpa disadari.

#5 Tidur dengan colokan listrik menumpuk

Nah, hampir semua anak kosan punya stop kontak bercabang lima yang dipakai untuk menyalakan charger, kipas angin, lampu belajar, hingga rice cooker sekaligus. Padahal, colokan yang kelebihan beban berisiko menimbulkan korsleting listrik.

Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan bahwa kebakaran di area padat penduduk, termasuk kosan, sering dipicu korsleting listrik. Ironisnya, hal ini sering diremehkan. Anak kos lebih takut kehilangan kuota internet ketimbang memikirkan bahaya colokan listrik yang dibiarkan berlapis-lapis.

#6 Makan serba instan tanpa kontrol

Kebiasaan makan mie instan, gorengan, baso aci atau makanan cepat saji memang praktis. Tapi, jika menjadi rutinitas, itu bisa jadi bahaya laten. 

Kandungan natrium berlebih pada mie instan. Misalnya, dapat memicu hipertensi sejak usia muda. Sementara kebiasaan ngemil gorengan yang digoreng dengan minyak berkali-kali pakai meningkatkan risiko kolesterol dan penyakit jantung.

Masalahnya, anak kosan sering beralasan hemat waktu dan uang. Padahal, ketika sakit, biaya berobat jauh lebih mahal daripada sekadar beli sayur dan lauk sederhana di warteg.

#7 Tidur dengan gadget menyala

Banyak anak kosan punya kebiasaan ketiduran sambil menonton YouTube atau scroll media sosial. Lampu layar ponsel yang memancarkan cahaya biru terbukti secara ilmiah mengganggu produksi melatonin, hormon yang mengatur siklus tidur. Akibatnya, tidur jadi tidak berkualitas.

Dalam jangka panjang, tidur yang terganggu bisa menurunkan konsentrasi, memperlemah sistem imun, dan memicu masalah kesehatan mental. Efeknya mungkin tidak langsung terasa, tapi akan muncul seiring waktu.

#8 Jarang membersihkan kamar kosan

Alasan klasik anak kosan untuk jarang membersihkan kamar adalah sibuk kuliah, kerja, atau capek. Padahal, kamar yang jarang dibersihkan bisa jadi sarang tungau debu rumah (dust mites). Tungau ini hampir tak terlihat kasat mata, tetapi kotorannya bisa memicu alergi, asma, dan gangguan pernapasan.

Lebih parah lagi, kondisi kamar lembap dan jarang terkena sinar matahari bisa memunculkan jamur pada dinding. Menurut penelitian medis, jamur yang terhirup bisa memicu infeksi paru-paru terutama pada orang dengan imun lemah.

#9 Mengabaikan kualitas air minum

Banyak anak kosa asal mengisi botol minum dari dispenser kosan tanpa memperhatikan apakah galonnya pernah dicuci atau tidak. Padahal, bakteri E. coli sering ditemukan pada galon isi ulang yang tidak terawat dengan baik.

Mengonsumsi air yang tercemar bisa memicu diare akut hingga infeksi pencernaan serius. Ironisnya, penyakit semacam ini sering dianggap “masuk angin” atau “salah makan,” padahal sumbernya adalah air minum sehari-hari yang tidak diperhatikan.

#10 Begadang tanpa alasan jelas

Begadang karena tugas mungkin wajar, tapi kalau hanya untuk main game atau nongkrong online sampai subuh jelas berbahaya. Tidur larut malam terbukti menurunkan fungsi kognitif dan memperburuk metabolisme tubuh.

Menurut studi kesehatan, orang yang terbiasa begadang memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2 dan obesitas. Lebih buruk lagi, pola begadang yang konsisten bisa mengacaukan ritme sirkadian tubuh sehingga memengaruhi hampir semua sistem organ.

#11 Mengabaikan ventilasi dan sirkulasi udara di kosan

Banyak anak kosan malas membuka jendela dengan alasan biar kamar tetap dingin atau privasi terjaga. Padahal, udara dalam ruangan yang tidak berganti bisa meningkatkan kadar karbon dioksida. Udara yang miskin oksigen membuat otak bekerja kurang optimal dan menimbulkan rasa kantuk berlebih.

Selain itu, sirkulasi udara yang buruk membuat polutan dari dalam kamar, seperti asap rokok atau aroma pembersih, menumpuk dan berpotensi membahayakan paru-paru.

#12 Menggampangkan masalah keamanan kosan

Masalah lain seperti kebiasaan menaruh kunci kos di bawah keset atau lupa mengunci pintu sering dianggap sepele. Tapi, bagi pencuri, itu kesempatan emas. Banyak kasus kehilangan di kosan terjadi bukan karena maling profesional, tetapi karena pemilik kamar sendiri lengah menjaga keamanan sendiri.

Selain itu, menaruh barang berharga sembarangan, seperti laptop di meja dekat jendela, juga bisa mengundang bahaya. Rasa aman semu di lingkungan kos kadang membuat orang lupa bahwa kejahatan terjadi justru ketika orang lengah.

#13 Menyepelekan kesehatan mental

Banyak anak kosan yang diam-diam merasa kesepian atau stres, tapi memilih mengalihkan perasaan itu dengan rebahan seharian. Tanpa sadar, kebiasaan ini bisa memicu isolasi sosial dan memperburuk kesehatan mental.

Psikologi modern menyebut kondisi ini sebagai “coping mechanism pasif” yang justru tidak menyelesaikan masalah. Dalam jangka panjang, risiko depresi bisa meningkat jika kebiasaan menarik diri terus dibiarkan.

#14 Menunda periksa kesehatan

Dan terakhir, kebiasaan buruk yang sering dianggap remeh adalah menunda ke dokter saat sakit. Anak kosan biasanya memilih bertahan dengan paracetamol atau jamu daripada periksa ke klinik. Padahal, beberapa penyakit butuh diagnosa dini agar tidak makin memburuk.

Contoh sederhana saat sakit gigi. Banyak anak kos membiarkannya berbulan-bulan sampai tidak tertahankan. Padahal, infeksi gigi bisa menyebar ke jaringan lain bahkan ke otak.

Penulis: Budi

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Pengalaman Pertama Ngekos di Kos Campur Jogja: Sebulan Penuh Penderitaan, Isinya Drama Tanpa Ujung

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 September 2025 oleh

Tags: aturan koskos bebaskos campurkos mahasiswakos-kosankosan
Budi

Budi

Seorang montir tinggal di Kudus yang juga menekuni dunia kepenulisan sejak 2019, khususnya esai dan fiksi. Paling suka nulis soal otomotif.

ArtikelTerkait

4 Aturan Tidak Tertulis Tinggal di Kos Campur biar Nggak Ada Drama

4 Aturan Tidak Tertulis Tinggal di Kos Campur biar Nggak Ada Drama

12 September 2025
4 Perilaku Penjaga Kos yang Diam-diam Dibenci Penghuninya Mojok.co

4 Perilaku Penjaga Kos yang Diam-diam Dibenci Penghuninya

15 Agustus 2025
Kosan Gerbang Belakang UNS: Surga Fasilitas dan Konsumsi (Jeffrey Beall via Wikimedia Commons) bakso UPT

Kosan Gerbang Belakang UNS: Surga Fasilitas dan Konsumsi

10 Desember 2022
Selain Urusan Moral, Inilah 5 Dosa Kos LV yang Sulit Dimaafkan Mojok.co

Selain Urusan Moral, Inilah 5 Dosa Kos LV yang Sulit Dimaafkan

24 Oktober 2025
Tinggal di Kos-kosan Adalah Kesempatan Mewah bagi Warga Asli Bantul seperti Saya Mojok.co

Tinggal di Kos-kosan Adalah Kesempatan Mewah bagi Warga Bantul seperti Saya

4 Januari 2025
kuliah online

Kuliah Online Sampai Akhir Tahun, Kosan Tetep Harus Dibayar walau Nggak Diisi, Hiks

16 Juni 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tebet Eco Park, Spot Hits Jakarta Selatan yang Sering Bikin Bingung Pengunjung Mojok.co

Tebet Eco Park Adalah Mahakarya yang Tercoreng Bau Sungai yang Tak Kunjung Dibenahi

20 Februari 2026
Cuan Jualan Takjil Memang Menggiurkan, tapi Cobaannya Nggak Kalah Besar Mojok.co

Cuan Jualan Takjil Memang Menggiurkan, tapi Cobaannya Nggak Kalah Besar

21 Februari 2026
Saya Kapok Ikut Bukber! Cuma Kenyang Dipameri Lanyard Kantor dan Kesuksesan Teman-teman Mojok.co

4 Alasan yang Bikin Saya Malas Datang Bukber, Bukan Cuma karena Jadi Ajang Pamer

21 Februari 2026
Realitas Mahasiswa UNNES Gunungpati: Ganti Kampas Rem yang Mengacaukan Keuangan, Bukan Kebutuhan Kampus Mojok.co

Rajin Ganti Kampas Rem, Kebiasaan Baru yang (Terpaksa) Tumbuh Pas Jadi Mahasiswa UNNES Gunungpati

20 Februari 2026
Rapat Pejabat Indonesia, Mahal di Konsumsi, tapi Minim Substansi. Lebih Fokus ke Gedung Rapat dan Konsumsi ketimbang Isi Rapat!

Orang Indonesia Suka Banget Rapat, tapi Nggak Suka Ambil Keputusan, Akhirnya ya, Rapat Lagi!

22 Februari 2026
Ilustrasi Bus Bagong Berisi Keresahan, Jawaban dari Derita Penumpang (Unsplashj)

Di Jalur Ambulu-Surabaya, Bus Bagong Mengakhiri Penderitaan Era Bus Berkarat dan Menyedihkan: Ia Jawaban dari Setiap Keresahan

20 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Ikut Bukber Kantor di Acara ASN Itu Bikin Muak: Isinya Orang Cringe dan Seksis yang Bikin Risih, tapi “Haram” Buat Ditolak
  • Bagi Gen Z, Menikah di Gedung Lebih Praktis dan Murah daripada di Rumah Sendiri, Tapi Harus Siap Jadi Bahan Omongan Tetangga di Desa
  • Bangkit usai “Kehilangan” Kaki dan Nyaris Gagal Jadi Sarjana, Akhirnya Lolos LPDP ke AS agar Jadi Ahli IT Pustakawan di Indonesia
  • Gagal LPDP dan Seleksi CPNS Pilih Nikmati Hidup dengan Mancing, Nemu Rasa Tenang meski Dicap Tak Punya Masa Depan
  • Siksaan di Bus Ekonomi Rute Surabaya Semarang bikin Frustrasi dan Kapok Naik Lagi: Murah tapi Harus Pasrah Jadi “Ikan Pindang” Sepanjang Jalan
  • Omong Kosong Menua Tenang di Desa: Menjadi Ortu di Desa Tak Cuma Dituntut Warisan, Harus Pikul Beban Berlipat dan Bertubi-tubi Tanpa Henti

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.