Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

10 Jenis Jajan Godhongan yang Cocok buat Mengganjal Perut

Elif Hudayana oleh Elif Hudayana
31 Desember 2020
A A
Dalam Bahasa Madura Hijau Memang Disebut Biruh dan Tak Perlu Diganti terminal mojok.co

Dalam Bahasa Madura Hijau Memang Disebut Biruh dan Tak Perlu Diganti terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Sejak pandemi dan banyak waktu luang, saya jadi lebih sering nongkrong di dapur yang pada masa “normal” jarang sekali saya singgahi, kecuali ingin membuat mi instan. Berawal dari perkenalan dengan bumbu dapur kemudian berlanjut latihan mental menggoreng ayam, saya mulai menikmati berkegiatan di sana. Rupanya, perubahan kecil ini menjadi angin segar bagi ibu saya. Dibanding anaknya menganggur dan bahan makanan kadung terlalu lama, jadilah beliau mengajak saya kolaborasi bikin jajan godhongan.

Jajan godhongan adalah sebutan kami untuk penganan yang dibungkus dengan daun pisang. Sebenarnya banyak sekali jenisnya, namun lebih spesifik lagi, saya hanya akan menyebutkan beberapa jenis jajan godhongan yang memanfaatkan daun pisang sebagai pembungkus serta dimasak sekaligus. Selain lebih sehat, penggunaan daun pisang dalam mengukus juga menambah aroma khas pada makanan.

Belum banyak jajan godhongan yang saya buat bareng ibu. Tapi, beberapa lainnya berhasil saya nikmati dengan membeli di pasar tradisional ataupun ketika ada acara tradisi tertentu. Maklum, jajanan yang seperti ini memang kalah tenar dengan jajan kekinian macam pancake, hotang, baso aci, boba, atau dalgona misalnya. Nggak perlu pengantar terlalu panjang, berikut rekomendasi jajan godhongan yang pas buat ganjal perut kalian.

Arem-arem

Bisa dibilang, arem-arem adalah nasi plus lauk versi mini. Dibungkus dengan daun pisang dan berbentuk seperti lontong, arem-arem terbuat dari nasi yang ditambahkan dengan oseng, tapi ukurannya jauh lebih kecil dibanding lontong ya. Seperti memasak nasi biasanya, untuk menambahkan cita rasa yang lebih gurih, nasi ditambahkan santan juga lengkuas dan daun serai. Kemudian nasi yang sudah matang dibungkus daun pisang, juga tambahan lauk sesuai selera di antara nasinya. Isian lauk biasanya berupa kentang, wortel, tahu dan jeroan ayam yang dioseng. Bungkus dengan rapi, dan kukus sampai matang.

Makan arem-arem tiga biji sama dengan kita makan nasi satu porsi. Apalagi kalau ukurannya dibikin lebih besar dari umumnya. Pokoknya, jajan ini paling pas mengganjal perut.

Lemper

Hampir sama dengan arem-arem, lemper dibungkus dengan teknik dan bentuk yang sama pula. Hanya saja, biasanya lemper berukuran separuh dari arem-arem. Jika arem-arem berasal dari beras biasa, lemper dibuat dari beras ketan. Biasanya sih ketan putih, saya nggak pernah mendapati lemper dari ketan hitam. Untuk isiannya sendiri, lemper lebih simpel karena dia hanya menggunakan isian abon. Bisa abon ayam, sapi, atau jika ada varian baru boleh juga dicoba. Soal rasa, oleh karena terbuat dari beras ketan, lemper cepat bikin kenyang.

Puci-puci

Dibungkus dengan bentuk seperti limas, puci-puci terbuat dari tepung beras ketan yang ditambahkan pewarna hijau. Secara alami, warna hijau dapat dihasilkan dari daun suji. Kalau terlalu repot, pakai pewarna makanan juga nggak apa. Di dalam limas puci-puci tersebut berisi nten-nten. FYI, nten-nten adalah sangraian parutan kelapa muda dicampur tepung beras ketan dan tambahan gula jawa. Bikinnya nggak sampai terlalu kering, sehingga nten-nten bertekstur basah dan sedikit lengket. Tapi, rasanya dijamin enak!

Nagasari

Kalau jajan godhongan yang satu ini, saya yakin sudah banyak yang mengenalnya. Nagasari dibuat dari tepung beras yang dicampurkan dengan santan yang sudah dimasak terlebih dahulu sebelumnya. Jangan lupa tambahkan garam pada santan biar makin pas. Adonan tepung tersebut kemudian dibungkus dan ditambahkan pisang sebagai isian. Yang unik di sini adalah teknik membungkus nagasari yang selalu sama. Bentuknya seperti nasi tempelang, tapi nggak persis seperti itu juga. Lah susah kalau dijelasin, hayuk praktik bikin saja. Hehehe.

Baca Juga:

Wafer Tango Sekarang Kalah Telak dari Nabati, padahal Dulu Jadi Rajanya Wafer

4 Dosa Pedagang Telur Gulung yang Bisa Bikin Pembeli Celaka, Bener Murah, tapi…

Awuk-awuk

Namanya memang sedikit aneh, saya juga nggak ngerti filosofi apa di balik penyebutannya itu. Tapi, soal rasa, jangan diragukan. Pembuatan awuk-awuk bisa dibilang cukup simpel. Kita hanya perlu menyiapkan tepung beras ketan, kelapa parut, sedikit garam, dan irisan gula jawa. Semua bahan tersebut dicampur merata, kecuali gula jawa ya. Gula jawa hanya perlu disisipkan di tengah bungkus adonan.

Awuk-awuk sendiri dibungkus menyerupai nasi tum. Tapi, beda dikit sih. Halah lagi-lagi susah kalau kudu jelasin cara bungkusnya. Pokoknya, pastikan bungkusnya sudah rapat dan kukus sampai matang. Nah, begitu kamu gigit awuk-awuk, nyeesss langsung lumer gula jawa di dalamnya. Macam coklat meleleh gitu. Ah mantaaap.

Awuk-awuk sagu

Namanya juga sama-sama awuk-awuk, cara memasak dan ngebungkusnya sama persis. Bedanya adalah bahan utama awuk-awuk sagu ya sagu itu sendiri. Tapi, jangan kamu bayangin kalau sagu yang dimaksud adalah sagu batangan yang habis dipotong-potong dari pohonnya ya. Sagu yang digunakan yaitu sagu yang sudah melewati proses pengolahan, entah itu dari pabrik atau usaha rumahan, saya nggak begitu ngerti.

Biasanya, sagu yang digunakan ada dua macam, sagu mutiara (berbentuk bulat kecil) dan sagu kembang pacar (persegi panjang). Cara bikinnya nggak kalah mudah. Sagu yang kita pilih direndam air terlebih dahulu biar nggak keras, kemudian dicampur parutan kelapa dan gula pasir, bungkus dan kukus. Persis awuk-awuk yang tadi kan? Tapi, dari jenis tampilan, lebih menarik awuk-awuk sagu sih karena sagu mutiara atau kembang pacar tadi sudah diberi pewarna merah sama hijau. Bayangin aja dulu, jan ngiler!

Bongko roti

Jajan godhongan yang satu ini cukup modern. Saya bilang demikian karena dalam pembuatannya melibatkan roti buatan pabrik dan plastik. Loh makan plastik? Nggak, sabar dulu saya jelasin.

Jadi, bongko roti ini isinya roti tawar plus kuah santan. Nggak repot, kuahnya cuma santan rebus yang dicampurkan gula Jawa. Seperti ini saja sebenarnya sudah bisa disajikan. Tapi, bongko roti melewati satu proses lagi. Kuah dan roti dimasukkan dalam plastik, diikat dan kemudian bungkus kembali dengan daun pisan membentuk nasi tum. Searching di Google aja deh kalau nggak tau bentuknya gimana. Setelah itu, kukus lagi sampai matang. Agak ribet kan? Oh ya, saya kurang tahu sih pengukusan dengan plastik ini aman nggak buat kesehatan.

Bongko gedhang

Meskipun namanya sama, tapi saya nggak nemu kemiripannya di mana selain cara membungkusnya. Bongko gedhang dibuat dengan tepung beras, larutan gula jawa dan santan, juga pisang yang dilumatkan. Jika dirasa adonan sudah tercampur rata, proses terakhir yaitu dibungkus dan kukus. Kalau kalian nggak doyan gedhang (pisang) saya saranin nggak usah coba-coba jajanan yang satu ini.

Rokok-rokokan

Jauh dari namanya, rokok-rokokan nggak ada miripnya sama sekali dengan rokok beneran. Baik dari segi bentuk, cita rasa, apalagi komposisinya. Saya nggak tahu kenapa dinamakan demikian. Pun ibu saya. Jajan godhongan yang satu ini terbilang cukup simpel karena hanya dibuat dengan adonan beras ketan yang dicampur lelehan gula. Kalau kepengin warna putih, cukup tambahkan gula pasir. Tapi, kalau ingin warna kecoklatan, kita bisa menambahkan kinco atau lelehan gula merah.

Dengan teksturnya yang super lengket, membungkus rokok-rokokan perlu dilumuri minyak goreng terlebih dahulu. Ini sih yang bikin kita agak ribet makannya karena tangan kita mau nggak mau kudu berjibaku dengan minyak. Cara membungkusnya pun cukup simpel karena kita hanya perlu memelintir sisi pinggir daunnya saja. Macam bungkus permen Fox’s yang kaleng gitu loh.

Lengko

Jajan yang satu ini butuh proses yang lebih lama dan ribet. Selain karena kita harus memanen sendiri singkong di kebun, eh engga ya cukup panen di pasar aja, kita perlu memarut singkong, diperas dan mengendapkannya. Saya nggak yakin sih ada yang mau menghaluskan singkong dengan blender. So, pastinya kudu diparut.

Nah, endapan parutan tadi kita perlukan untuk mengambil pati singkong. Air patinya sendiri harus dibuang. Ada sih yang nggak melewati proses ini tapi hasilnya lebih enak yang diendapkan. Selanjutnya cukup campurkan larutan gula jawa, diaduk rata dan lengko siap dibungkus untuk selanjutnya dikukus. Sebagai isian, biasanya lengko ditambahkan pisang. Kalau nggak juga sah-sah aja. Biasanya juga lengko dibungkus seperti pepes pindang. Ada bayangan?

Nah, itu dia beberapa jenis jajan godhongan yang dijamin cukup dijadikan pengganjal perut. Kalian tertarik sama yang mana? Yok bikin yok!

BACA JUGA Penganan dari Kabupaten Batang yang Hanya Bisa Dijumpai pada Momen Tertentu dan tulisan Elif Hudayana lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 4 Januari 2021 oleh

Tags: arem-aremdaun pisangJajanlempernagasari
Elif Hudayana

Elif Hudayana

Seorang content writer. Tertarik dengan isu kesehatan mental dan parenting.

ArtikelTerkait

4 Dosa Pedagang Telur Gulung yang Bisa Bikin Pembeli Celaka, Bener Murah, tapi…

4 Dosa Pedagang Telur Gulung yang Bisa Bikin Pembeli Celaka, Bener Murah, tapi…

6 Oktober 2025
Problematika Pesan Jajanan Kaki Lima Sesuai Antrean Atau Utamakan yang Tunggu di Tempat Terminal Mojok

Problematika Pesan Jajanan Kaki Lima: Sesuai Antrean Atau Utamakan yang Tunggu di Tempat?

3 November 2022
Kue untuk Takjil Buka Puasa Terminal Mojok

5 Kue untuk Takjil Buka Puasa: Nikmatnya Perpaduan Manis dan Gurih

3 April 2022
Wafer Tango Sekarang Kalah Telak dari Nabati, padahal Dulu Jadi Rajanya Wafer

Wafer Tango Sekarang Kalah Telak dari Nabati, padahal Dulu Jadi Rajanya Wafer

21 Oktober 2025
Lemper Bu Sri, dari Suguhan Hajatan Jadi Oleh-oleh Jogja Nggak Kalah dari Bakpia

Lemper Bu Sri, dari Suguhan Hajatan Jadi Oleh-oleh Jogja yang Nggak Kalah dari Bakpia

4 Oktober 2025
5 Permen Indomaret yang Unik dan Bikin Penasaran Terminal Mojok

5 Permen Indomaret yang Unik dan Bikin Penasaran

30 Desember 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jalan Dayeuhkolot Bandung- Wujud Ruwetnya Jalanan Bandung (Unsplash)

Jalan Dayeuhkolot Bandung: Jalan Raya Paling Menyebalkan di Bandung. Kalau Hujan Banjir, kalau Kemarau Panas dan Macet

17 Januari 2026
Toyota Veloz, Mobil yang Sangar di Jalan Datar tapi Lemas di Tanjakan

Toyota Veloz, Mobil yang Sangar di Jalan Datar tapi Lemas di Tanjakan

11 Januari 2026
Pengalaman Menginap di Hotel Kapsul Bandara Soekarno Hatta (Unsplash)

Pengalaman Menginap di Hotel Kapsul Bandara Soekarno-Hatta, Hotel Alternatif yang Memudahkan Hidup

11 Januari 2026
3 Pertanyaan yang Dibenci Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Mojok.co jurusan PAI

Saya Tidak Ingin Menjadi Guru walaupun Memilih Jurusan PAI, Bebannya Tidak Sepadan dengan yang Didapat!

11 Januari 2026
Ilustrasi Hadapi Banjir, Warga Pantura Paling Kuat Nikmati Kesengsaraan (Unsplash)

Orang Pantura Adalah Orang Paling Tabah, Mereka Paling Kuat Menghadapi Kesengsaraan karena Banjir

14 Januari 2026
Jalan Daendels Jogja Kebumen Makin Bahaya, Bikin Nelangsa (Unsplash)

Di Balik Kengeriannya, Jalan Daendels Menyimpan Keindahan-keindahan yang Hanya Bisa Kita Temukan di Sana

13 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • 2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup
  • Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi
  • Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan
  • Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM
  • Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna
  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.