Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Pak Sandiaga, Nggak Papa Nggak Didukung Keluarga Uno, Tapi Didukung Warga Indonesia

Redaksi oleh Redaksi
2 Maret 2019
A A
Sandiaga nggak didukung keluarga Uno MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Keluarga Uno justru memberikan dukungannya kepada pasangan Jokowi dan Ma’ruf Amin. Kasihan Pak Sandiaga, tidak didukung keluarga sendiri. Puk puk ya, Pak.

Jokowi dibuatnya terhenyak. Kalau bahasa mendia arus utama: terkejut. Keluarga Uno, keluarga Sandiaga Uno, yang berpasangan dengan Prabowo di kontestasi Pilpres 2019, malah mendukung pasangan Jokowi dan Ma’ruf Amin. Aati olo…

Iklan

Tapi nggak papa, Pak Sandiaga Uno. Sans saja. Nggak didukung keluarga Uno ya tidak masalah. Toh inilah yang namanya demokrasi. Buat pendukung pasangan 02 juga nggap perlu baper dan marah-marah, toh Pak Sandiaga sudah menegaskan kalau beliau menghormati pilihan politik keluarganya.

“Ini adalah pesta demokrasi dan milik rakyat. Keluarga saya adalah bagian dari rakyat Indonesia. Saya bangga menyandang nama belakang ayah saya, Uno. Dalam pilgub DKI juga pilihan dari keluarga saya juga berbeda beda,” ucap Sandiaga saat mengunjungi kampung warteg di Kabupaten Tegal, seperti dikutip oleh Detik.

Nah kan. Tidak masalah. Tidak masalah jika Pak Sandiaga tidak didukung oleh keluarga Uno, asalkan didukung warga Indonesia. Ya meskipun, tentu tidak semuanya. Atau bahkan lebih sedikit ketimbang yang mendukung Pak Jokowi. Tapi nggak papa, Pak Sandi, yang penting ada yang mendukung dan suka. Setiap dukungan itu bermakna. Ketimbang sudah mbribik sekian lama tapi wasap saja tidak dibaca. Itu jauh lebih sakit, Pak.

Santai saja, Pak. Meski ada 12 nama dari keluarga Uno yang memberikan dukunganya kepada Jokowi lewat sebuah surat yang bertajuk “Pernyataan Dukungan Keluarga Besar Uno Gorontalo”.

Dua belas nama yang membubuhkan tanda tangan di dalam surat pernyataan adalah: Rudi Hartono Uno, Masud Uno, Miska Uno, Muliadi Uno, Supriyanto Uno, Tursandi Uno, Hartati Uno, Fira Uno, Hasan Uno, Suarjo Uno, Rusni Uno, dan Renaldi Uno. Ada satu lagi nama Fiki Uno di urutan ke-13, tapi belum membubuhkan tandatangan. Mungkin Fiki Uno maunya cap tiga jari.

Rudi Hartono Uno, sebagai perwakilan dari keluarga Uno memberikan penjelasan, alasan keluarganya memberikan dukungan kepada Jokowi.

“Mencermati kinerja pemerintah Bapak Presiden Joko Widodo selama hampir satu periode ini, terutama perhatian dan kepedulian pemerintah pusat terhadap pembangunan di Provinsi Gorontalo, yang sungguh-sungguh telah kami rasakan selama ini, maka kami keluarga Uno telah bersepakat untuk mendukung sekali lagi Bapak Jokowi sebagai Presiden RI.”

Bagaimana komentar BPN Prabowo-Sandiaga? Juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Dian Fatwa menuding Keluarga Uno tengah bermain peran, sandiwara semata, dan bukan sesuatu yang istimewa.

“Saya tahu mereka terikat dengan akting bahwa karena partainya berkoalisi dengan itu, jadi tentu saja harus tampak di publik mendukung pasangan Jokowi. Saya tahu itu. Tapi kami biasa saja, ini sebuah realita, kalau tidak, kita tahulah, kalau nggak dosa-dosa politik akan dibuka, atau diproses secara hukum, karena hukum sekarang kan tumpul ke atas tajam ke bawah,” kata Dian.

Yang dimaksud Dian, mungkin, adalah fakta bahwa Rudi Hartono Uno adalah caleg legislator DPRD Hanura. Seperti yang kamu ketahui, Hanura termasuk di dalam koalisi pendukung Jokowi. Begitulah, perbedaan, dinamikan di dalam keluarga.

Santai saja, Pak Sandiaga. Nggak usah diambil hati. Kami tahu Bapak kuat. Jangan lantas emosi dan left dari WAG ya, Pak. (yms)

 

Terakhir diperbarui pada 2 Maret 2019 oleh

Tags: deklarasi Jokowikeluarga UnoPilpres 2019Sandiaga Uno
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Busuknya Romantisasi ala Jogja Ancam Damainya Salatiga (Unsplash)

Sisi Gelap Salatiga, Kota Terbaik untuk Dihuni yang Katanya Siap Menggantikan Jogja sebagai Kota Slow Living dan Frugal Living

5 Januari 2026
Memang Kenapa Kalau Prabowo Subianto Jadi Presiden? MOJOK.CO

Memang Kenapa Kalau Prabowo Subianto Jadi Presiden Indonesia?

18 Desember 2023
sandiaga uno ppp mojok.co

Sandiaga Uno Gabung PPP, Apa Dampak Elektoralnya?

23 Juni 2023
erick dan sandi mojok.co

Erick dan Sandi Berebut Simpati Publik lewat Coldplay dan Timnas Argentina

18 Juni 2023
Ingin Rasanya Memeluk Prabowo dan Bilang, “Sudahlah, Pak.” MOJOK.CO

Ingin Rasanya Memeluk Prabowo dan Bilang, “Sudahlah, Pak.”

8 Juni 2023
elektabilitas cawapres mojok.co

3 Cawapres dengan Elektabilitas Tertinggi di Berbagai Survei

31 Mei 2023
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Pesan veteran Indonesia di momen kemerdekaan. MOJOK.CO

Dari Veteran Indonesia ke Generasi Muda yang Pesimis Rayakan Kemerdekaan: Bacalah Buku Sejarah!

19 Agustus 2026
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla)sebagaimana terjadi di Kalimantan tidak bisa direduksi sekadar memadamkan api, ada gambut yang rusak MOJOK.CO

Karhutla Terus Berulang karena Pihak Berwenang Cukup Puas Padamkan Api, Akar Masalah Tereduksi

24 Agustus 2026
Penyesalan mahasiswa kiri dan naif: tolak kerja (jadi budak) korporat karena melanggengkan kapitalisme, tapi sadar orang tua belum bahagia MOJOK.CO

Sesal Mahasiswa Sok Kiri Anti Kapitalisme dan Naif: Tolak Kerja Korporat, Tapi Sadar Belum Bantu Ekonomi Orang Tua

21 Agustus 2026
Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap MOJOK.CO

Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap

21 Agustus 2026
Tercatat 1 juta lulusan S1 (sarjana) jadi pengangguran hingga terjebak pinjol karena hidup konsumtif MOJOK.CO

Banyak Lulusan S1-S3 Nganggur Bukan Cuma karena Lapangan Kerja, Tapi Ada Juga Dua Masalah yang Jarang Disadari

19 Agustus 2026

Sarjana BK Kebingungan Tentukan Arah Masa Depan: Tak Otomatis Jadi Guru BK, Jadi Dosen pun Susah

19 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026
Bukan Sekadar Beternak Karang Taruna Bono dan Upaya Menghidupkan Ekonomi Warga

Dari Ternak untuk Desa: Geliat Karang Taruna Bono Menghidupkan Ekonomi Warga

31 Juli 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.