Kalau Cepirit di Angkot, Apa yang Sebaiknya Kamu Lakukan?

Yang Sebaiknya Kamu Lakukan kalau Cepirit di Angkot

Yang Sebaiknya Kamu Lakukan kalau Cepirit di Angkot

MOJOK.COKamu lagi di angkot, udah kebelet banget ingin boker. Tujuan masih jauh. Lalu tiba-tiba kamu cepirit tanpa kamu sadari. Hayooo, apa yang harus dilakukan?

Satu dari lima orang di Indonesia, kemungkinan besar pernah mengalami peristiwa memalukan kayak cepirit. Baik itu sebagai pelaku atau menjadi saksi hidup. Sedangkan orang yang ngaku nggak pernah bersentuhan dengan peristiwa cepirit, bisa jadi ia cuma amnesia aja.

Bahkan saya haqulyaqin peristiwa cepirit bisa jadi merupakan dosa terbesar yang bakal diakui paling akhir oleh setiap manusia. Soalnya, ketimbang dosa-dosa lain, dosa cepirit rasanya sangat memalukan. Nggak ada keren-kerennya babar blas.

Kalaupun kamu pernah mengalaminya, kamu pasti berusaha sekuat tenaga untuk menghapus kenangan itu. Berharap tak pernah mengalaminya, lalu hidupmu akan baik-baik saja ke depannya. Seolah peristiwa cepirit yang pernah kamu alami adalah catatan merah dalam Surat Keterangan Berkelakuan Baik keluaran Polsek terdekat.

Dan kamu tahu pasti, menghapus kenangan amoral model begini tidak mudah. Memori itu akan terus melekat dan menghantuimu seumur hidup.

Dalam beberapa hal, kejadian cepirit biasanya terjadi saat kanak. Polanya tak jauh beda kayak begini: kamu kebelet boker, lagi di kelas, gurunya kelihatan galak, lalu kamu nggak berani minta izin ke belakang. Lantas dimulailah gerakan peristaltik tak disadari itu. Sampai akhirnya bau ambyar menyebar seantero kelas.

Masalahnya, belum tentu kejadian kayak gitu hanya terjadi saat masa kanak-kanak. Tak ada jaminan di masa depan kamu nggak bakal mengalami lagi.

Apalagi kalau rasa kepising udah munthup-munthup, udah di ujung, padahal kamu masih sedang perjalanan jauh dan tidak ada toilet yang tersedia. Udah begitu, jalanannya banyak bergelombang atau banyak polisi tidurnya. Makin sulit sekali itu buat nggak cepirit.

Nah, untuk kamu yang sedang dalam situasi itu dan kebetulan lagi baca tulisan unfaedah ini di angkot, ini ada beberapa tips yang sebaiknya kamu lakukan. Yakni…

Jadi orang pertama yang teriak, “Bangsat, bau apaan nih?”

Dalam kondisi apapun, menjadi orang kedua selalu menyakitkan. Dilupakan dan tidak dianggap. Bahkan konon ada pepatah Madagaskar yang menyebut, “Orang hanya akan peduli sama yang pertama.”

Untuk itulah, ketika kamu lagi cepirit di angkot yang lagi jalan, jangan sampai kamu keduluan sama orang lain untuk bilang, “Bangsat, bau apaan ini? Bau banget! Siapa ini yang boker di angkot woy?”

Bisa jadi orang-orang di sekitarmu sebenarnya sudah merasakan aroma-aroma neraka juga. Hanya saja mereka mungkin masih berpikiran positif, “Idih, kok bau banget gini? Tapi masak ada yang boker sih di angkot?”

Hanya orang yang punya mental baja aja yang bisa berani membuka obrolan ini di awal. Dan sebagai pelaku yang nggak ingin hancur harga dirinya, ada baiknya kamu adalah yang pertama membuka kenyataan pahit itu. Dan kenyataan pahit itu adalah… memang ada bau mengerikan di dalam angkot.

Orang-orang mungkin akan melihatmu seketika. Lantas melihat kamu bak pahlawan karena telah mewakili suara mereka semua. Suara mereka yang tersendat karena perasaan tidak enak itu, akhirnya diwakili dengan seutuhnya.

Yakin sama saya, untuk sesaat, perasaan merasa terwakili itu akan mengalahkan kecurigaan mereka bahwa bau tokai itu muncul darimu.

Pura-pura ikut mencari sumber bau

Ini adalah tips yang sama kalau kamu merupakan seorang pelaku kentut sembarangan. Jika bau sudah menyerbak ke udara, lalu menyentil syaraf-syaraf orang-orang di sekitarmu, maka tips kedua adalah ikut sibuk mencari sumber bau ini dari mana.

Dalam hal ini, kamu harus memiliki kepercayaan yang sangat tinggi dan perasaan anti-malu level makrifat. Terutama kalau situasi ini terjadi di angkot.

“Wah, baunya dari sini nih!” katamu percaya diri sambil melihat dan nunjuk-nunjuk arah yang berbeda.

Untuk beberapa saat, ketika kamu bilang begitu, sangat mungkin beberapa orang akan mengamini pernyataanmu itu. Walau mungkin sebagian yang lain juga ragu.

Nah, kalau sudah begitu kamu tinggal bilang sama sopir angkotnya.

“Wah, bau, Bang, angkotmu. Aku turun sini aja!”

Begitu angkot melambat, langsung loncat turun. Kabur. Beres deh.

Nuduh orang di samping kanan kiri

Tips berikut ini sih tergolong jahat, tapi ini juga berguna untuk menjaga marwahmu sebagai manusia terhormat di mata penumpang angkot lainnya. Hal yang bisa kamu lakukan adalah menuduh orang di samping kanan-kirimu sebagai pelaku cepirit.

Namun tentu saja kamu harus melihat dulu siapa yang mau kamu tuduh. Kalau orangnya gede-serem-penuh-tato ya jangan, baiknya pilih orang polos, lugu, tak punya dosa. Pasti orang itu bakal gemetaran dan gelagapan menjawab tudingan goblok plus jahatmu itu.

“Kamu cepirit di angkot ya? Hayooo, ngaku kamu!”

“Lho? Nggak, Bang. Sumpah, Bang. Bukan saya, Bang.”

Lalu karena orang itu mainan sumpah-sumpah, perhatian orang-orang di dalam angkot akan mengarah ke bocah yang kamu tuduh. Nah, di saat itulah waktu yang tepat buat kamu untuk berjalan santai menuju pintu keluar.

Tentu sambil bilang….

“Bang, turun sini, Bang. Bocah di pojokan itu cepirit, Bang. Nggak betah saya.”

Loncat turun, kabur.

Perkara ada yang teriak di belakang, “Woy, belum bayar!” ah, udah tinggalin aja. Paling juga digebukin doang. Lagian perkaranya kan juga jadi berbeda. Bukan sebagai pelaku cepirit, tapi sebagai penumpang angkot yang nggak bayar.

BACA JUGA Hal-hal Menyeramkan yang Bisa Terjadi Ketika Kamu Boker atau tulisan rubrik POJOKAN lainnya.

Exit mobile version