E-KTP Sudah Seharusnya Berfungsi dengan Baik kayak di CS Digital BCA

ILUSTRASI Memang Sudah Seharusnya e-KTP Berfungsi dengan Baik kayak di CS Digital BCA mojok.co

ILUSTRASI Memang Sudah Seharusnya e-KTP Berfungsi dengan Baik kayak di CS Digital BCA mojok.co

MOJOK.COMengganti ATM BCA sekarang udah tinggal menempelkan e-KTP ke mesin. Tanpa fotokopi, tanpa ribet. Ini nggak canggih, ini sudah seharusnya.

Kartu identitas elektronik yang sering kita sebut sebagai e-KTP memang sebenarnya punya sejuta fungsi. Sayangnya proyeksi manfaat kartu identitas elektronik ini justru kalah pamor dibandingkan kasus korupsi pengadaannya yang luar biasa merugikan negara tu. Huru-hara korupsi e-KTP yang ramai sekitar 2018, bikin banyak masyarakat pesimis berkaitan dengan fungsi e-KTP sendiri. 

Penggantian KTP biasa menuju format elektronik itu tujuannya bukan biar ada proyek doang. Sebenarnya format elektronik bakal memudahkan masyarakat dalam urusan administrasi, perbankan, dan bahkan mencegah identitas ganda. Tapi, sampai sekarang, e-KTP seolah-olah masih selayaknya kartu identitas biasa yang harus dibawa ke mana-mana dan microchip di dalamnya nganggur bertahun-tahun. Hingga pada akhirnya netizen ramai membahas soal penggantian kartu ATM BCA mereka yang supercepat, cukup menempelkan kartu identitas elektronik ke mesin CS Digital, ikuti prosedurnya, dan voila~

Nggak sedikit yang jadi norak berkat canggihnya CS Digital BCA. Padahal fungsi e-KTP memang sudah seharusnya secanggih tu. Mesin CS Digital pada umumnya bisa membaca ™, KTP, PIN, dan sidik jari. Sehingga ketika kamu akan melakukan penggantian kartu ATM, nggak perlu ribet fotokopi KTP, fotokopi KK, dan lain-lain. Cara ini jelas jauh lebih praktis dan seharusnya kecanggihan ini sudah bisa kita nikmati sejak lama. Bukan di 2021 di saat semua sudah serba digital dan contactless.

Fungsi e-KTP lainnya adalah untuk pembayaran digital. Dengan fitur NFC yang dihubungkan ke smartphone, kamu cukup menempelkan e-KTPmu kemudian memilih metode pembayaran. Smartphone dengan fitur NFC seharusnya bisa dengan mudah mendeteksi kartu identitas dan mengenali bahwa pemiliknya memiliki dompet digital yang bisa digunakan untuk transaksi. Sayang beribu sayang, ketika smartphone-mu sudah canggih, metode pembayaran digital juga sudah kamu miliki, kalau e-KTPmu kosong alias nggak menunjang NFC ya percuma. Dalam beberapa kasus, banyak pemilik e-KTP yang tidak bisa menggunakan fitur NFC karena memang belum terdaftar atau ada komponen yang tidak lengkap. Duh, kok bisa begitu? Yang jelas, kamu mungkin perlu bertanya langsung ke Ayah Setya Novanto untuk lebih jelasnya, ya. Canda, ayah.

Di Belgia, kartu identitas elektronik kegunaannya lebih marifat lagi. Orang Belgia kayaknya udah nggak pernah fotokopi buat persyaratan administrasi rumah sakit, nggak perlu ngumpulin identitas semacam KK dan Surat Keterangan RT/RW biar dapat vaksin. Bahkan, urusan perpajakan bisa selesai hanya dengan kartu identitas elektronik. Nggak kayak putra-putri Indonesia yang kalau mau lapor bukti potong dan bayar pajak ribet banget, butuh EFIN, butuh a-z penghasilan, dan mengisi begitu banyak data. Belum lagi kalau ada yang nggak beres dan perlu mengurusnya secara offline. Lah, mau jadi warga negara yang lurus aja susah amat.

Maklum, Belgia menerapkan kartu identitas elektronik sejak 2003 dan beres pada 2004. Lah kita? Ya udah sih, jangan ditanya. 

***

Munculnya kecanggihan yang ditawarkan di CS Digital untuk ATM BCA ini sebenarnya sudah diterapkan juga di bank lain. Bedanya, sebaran fitur ini mungkin belum begitu merata. Sebagai bank yang dikenal paling thas thes, BCA memang lagi-lagi bikin kaum karena melangkah lebih jauh ketimbang bank swasta lain. 

Tapi, jangan jadi norak dan bilang kalau semua ini begitu praktis dan mudah. Justru kemudahan ini harusnya kita rasakan sejak 2018. Inilah fungsi identitas elektronik seharusnya. Kartu identitas plastik kan sudah tidak berlaku, sudah tidak terpakai, lalu kenapa mental administrasi masih fotokopi sana-sini? Masih perlu surat keterangan ini itu? Seolah-olah e-KTP tidak cukup membuktikan bahwa kita warga negara Indonesia yang datanya sudah terekam dengan baik di kependudukan. Intinya sekarang mari kita kutuki nasib e-KTP kita sendiri karena sampai sekarang fungsi embel-embel “elektronik”-nya masih belum terasa.

BACA JUGA Udah Darurat Gini, Orang Mau Vaksin Malah Masih Harus Pakai Fotokopi E-KTP dan tulisan POJOKAN lainnya.

Exit mobile version