Direktur Eksekutif ASI: Debat Capres Pertama Belum Menyajikan Gagasan Konkret, Prabowo Banyak Emosi

debat capres

Ilustrasi debat capres pertama (Mojok.co)

Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia (ASI) Ali Rifan menilai Debat Capres pertama semalam masih belum menyajikan gambaran gagasan yang konkret. Variabel emosi, terutama dari Capres nomor urut 2, Prabowo Subianto, lebih dominan terlihat.

“Katakanlah Prabowo, beliau belum menguasai emosi. Paslon 1 dan 3 lebih menyajikan gagasan utuh,” ungkapnya kepada Mojok, Rabu (13/12/2023).

Kendati begitu, ia menilai Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo juga belum mampu mengartikulasikan gagasannya secara utuh. Masih banyak serangan yang fokus kepada persoalan personal salah satu Capres.

“Gagasan tidak semua gagasan keluar. Sebagian masih saling personal dan sentiment pribadinya kentara,” paparnya.

Ia menilai Prabowo relatif lebih banyak bertahan. Capres nomor urut dua banyak menyampaikan apa yang ia lakukan akan meneruskan kesuksesan Presiden Jokowi tanpa menerangkan lebih lanjut detail dari rencananya.

Padahal, Rifan menilai saat ini angka undecided dan swing voters di Jawa masih tinggi. Penyebabnya adalah publik di pulau jawa masih belum tergambar program kerja  yang konkret dari masing-masing paslon.

Debat selanjutnya menentukan

Hasil survei ASI bertama “Peta Elektoral Pilpres 2024 di Pulau Jawa” pada 28 November-5 Desember 2023 lalu, elektabilitas Prabowo-Gibran masih tertinggi di angka 34,2%. Selanjutnya, elektabilitas Ganjar-Mahfud sebesar 30,7% dan Anies-Muhaimin sebesar 26,3%. Sementara itu, yang tidak tahu atau tidak menjawab sebanyak 8,7%.

Survei tersebut berlangsung di seluruh provinsi Pulau Jawa secara tatap muka langsung dengan metode sampling multistage randong sampling. Jumlah sampel 1200 responden dengan margin of error 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.

Selanjutnya, perlu dilakukan survei mengenai perubahan kecenderungan suara pasca Debat Capres pertama. Menurut Ali, meski debat kerap diasosiasikan dengan kelas menengah terdidik, realita di lapangan saat ini banyak masyarakat kelompok bawah yang turut menyaksikan debat.

“Harapannya ke depan, sisa 4 debat, harus lebih substantif. Gagasan juga lebih membumi dan konkret supaya publik lebih bisa mencerna,” paparnya.

Saling serang di Debat Capres Pertama

Sebagai informasi, saling kritik tajam dan pertanyaan tajam mewarnai Debat Capres pertama semalam. Di awal, Anies menyinggung soal banyaknya anak muda yang mengalami intimidasi saat menyampaikan pendapatnya. Namun, ia juga menyebut satu milenial yang berhasil menjadi Cawapres di antara peristiwa itu.

“Bila kita saksikan hari ini ada satu orang milenial bisa menjadi wakil presiden, tapi ada ribuan gen z, ketika mereka mengkritik pemerintah justru sering menghadapi kekerasan, benturan, bahkan gas air mata. Apakah ini akan dibiarkan? Tidak, kita harus ada perubahan,” ungkap Anies pada Debat Capres KPU Pusat, Selasa (12/12/2023).

Selanjutnya, Anies sempat menyebut bahwa saat ini ada penurunan demokrasi di Indonesia. Namun, Prabowo menyanggahnya. Anies kemudian menyinggung pentingnya oposisi dengan menyinggung ungkapan yang pernah Prabowo sampaikan soal keinginannya untuk jadi penguasa.

“Sayangnya, tidak semua orang tahan menjadi oposisi. Pak Prabowo tidak tahan jadi opisisi, beliau sendiri menyampaikan, tidak dalam kekuasaan, membuat tidak bisa berbisnis, karena itu harus ada dalam kekuasaan. Kekuasaan lebih dari bisnis, kekuasaan lebih dari uang, kekuasaan adalah soal kehormatan menjalankan kedaulatan rakyat,” papar Anies secara tegas.

Prabowo juga sempat mempertanyakan kemampuan Anies dalam mengurangi polusi di Jakarta. Ia menyinggung besarnya APBD DKI Jakarta yang mencapai 80T namun tidak bisa mengentaskan persoalan tersebut.

Namun, Anies berdalih bahwa polusi yang ada di Jakarta berasal tidak hanya berasal dari dalam kota. Melainkan juga dari PLTU di Banten.

“Angin tidak ada ktp-nya. Ketika polutan dari pltu mengalir ke jakarta, jakarta punya indikator, maka terdeteksi polusi udara,” jawabnya.

Selain itu, Capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo juga sempat mempersoalkan keputusan MKMK kepada Prabowo. Ganjar juga menanyakan akankah Prabowo punya komitmen untuk mengentaskan dan membantu keluarga korban HAM menemukan makan orang terkasihnya yang hilang.

Sebagai informasi, Debat Capres kedua akan berlangsung pada Jumat (22/12/2023). Tema yang akan diangkat yakni Ekonomi (ekonomi kerakyatan dan ekonomi digital), Keuangan, Investasi Pajak, Perdagangan, Pengelolaan APBN-APBD, Infrastruktur, dan Perkotaan.

Penulis: Hammam Izzuddin

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Desa Kracak Banyumas, Tempat KKN Anies Baswedan yang Warganya Masih Memegang Teguh Nilai Islami dan Tradisi

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Exit mobile version