Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Jokowi Ajak Peserta Forum IMF-World Bank Dengarkan Dangdut

Redaksi oleh Redaksi
12 Oktober 2018
A A
dangdut
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Rasanya selalu ada hal yang unik dan menarik tiap kali Presiden Jokowi berpidato. Entah momennya, entah audiennya, atau entah materi pidatonya. Nah, hal itu kembali terjadi tatkala Jokowi berpidato dalam forum pertemuan tahunan IMF-World Bank di Nusa Dua, Bali, pada Kamis 11 Oktober 2018 kemarin. Dalam forum tahunan yang diikuti oleh delegasi-delegasi negara-negara dunia tersebut, Jokowi menyarankan para peserta untuk mendengarkan dangdut.

Dalam pidatonya, Jokowi mengatakan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara paling bahagia menurut beberapa survei.

“Jika yang Anda cari adalah kebahagiaan maka Anda datang ke tempat yang tepat, di sini, di Indonesia. Kita mungkin bukan negara terkaya, kita mungkin bukan yang paling maju, tetapi ternyata kita adalah salah satu orang paling bahagia di dunia,” ujar Jokowi.

Selain salah satu negara paling bahagia, Jokowi juga memaparkan fakta tentang Indonesia yang menjadi salah satu negara yang paling optimistis dan negara dengan tingkat kepercayaan publik yang tinggi.

Dalam pidatonya tersebut, Jokowi menyebut bahwa mendengarkan dangdut merupakan salah satu cara yang dilakukan oleh orang Indonesia untuk tetap bahagia.

“Satu saran terakhir saya untuk mencari kebahagiaan. Saya sangat menyarankan Agar Anda semua sering mendengarkan musik dangdut. Ini adalah salah satu musik paling bahagia di dunia. Bahkan saya terekam baru-baru ini asyik berjoget mendengarkan dangdut ini.”

Apa yang dikatakan oleh Jokowi ini sedikit-banyak memang ada benarnya. Maklum, orang Indonesia ini, kalau sudah mendengarkan dangdut, bawaanya cuma pengin goyang melulu. Masalah hilang entah ke mana, hutang langsung terlupa, ditolak cintanya biasa saja, tak diterima kerja juga tenang-tenang saja.

Bagi Indonesia, dangdut agaknya memang sudah terbukti sebagai pengobat lara dan pengundang bahagia.

Apakah langkah kebahagiaan yang ditempuh oleh orang-orang Indonesia melalui dangdut ini bisa ditiru oleh negara-negara lain yang belum sebahagia Indonesia? Entahlah, tapi yang jelas, jika memang apa yang dikatakan oleh Jokowi ternyata diaplikasikan oleh negara-negara lain, maka dalam waktu dekat, bukan tak mungkin orkes-orkes dangdut kebanggaan kita seperti Monata, Sera, Sagita, atau New Pallapa bakal manggung di negara-negara dengan tingkat kebahagiaan minim atau negara rawan konflik seperti Burundi, Rwanda, Bangladesh, Honduras, Lesotho, atau Botswana.

“Satu tembang secawan madu, spesial buat warga Lesotho sekalian, tentu saja bersama biduan kesayangan kita semua, Ratna Antika, Mooooo Naaaaaa Taaaaa….”

dangdut

Terakhir diperbarui pada 12 Oktober 2018 oleh

Tags: dangdutjokowi
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO
Esai

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi.MOJOK.CO
Aktual

Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi

7 Maret 2025
3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini MOJOK.CO
Esai

3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini

26 Februari 2025
Afnan Malay: Membedah Hubungan Prabowo-Jokowi Setelah Pemilu dan Janji Program MBG
Video

Afnan Malay: Membedah Hubungan Prabowo-Jokowi Setelah Pemilu dan Janji Program MBG

18 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Hidup mati pekerja Jakarta harus tetap masuk, menerjang arus dari Bekasi

Pekerja Jakarta, Rumah di Bekasi: Dituntut Kerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik

19 Maret 2026
Pedagang sate kere di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten. MOJOK.CO

Sate Kere Merbung di Klaten: Warisan Terakhir Ibu yang Menyelamatkan Saya dan Keluarga dari Jurang PHK

16 Maret 2026
Gen Z dapat THR saat Lebaran

3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan

18 Maret 2026
Tuntutan sosial dan gengsi bikin kelas menengah jadi orang kaya palsu hingga abaikan tabungan demi kejar standar sukses MOJOK.CO

Gara-gara Tuntutan, Nekat Jadi Orang Kaya Palsu: “Hambur-hamburkan” Uang demi Cap Sukses padahal Dompet Menjerit

14 Maret 2026
mudik gratis Lebaran dari Pertamina. MOJOK.CO

Program Mudik Gratis Mengobati Rindu Para Perantau yang Merasa “Kalah” dengan Dompet, Kerja Bagai Kuda tapi Nggak Kaya-kaya

19 Maret 2026
Sulitnya Jadi Penjual Gudeg, Susah-susah Siapkan Makanan Khas Jogja Berujung Dapat Celaan Wisatawan Mojok.co

Sulitnya Jadi Penjual Gudeg, Susah-susah Siapkan Makanan Khas Jogja Berujung Dapat Celaan Wisatawan

15 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.