MOJOK.CO Kehilangan memang tak pernah mudah, termasuk soal keluarnya Hanbin alias B.I dari iKON yang sudah berhasil membuat “Love Scenario” bagai lagu kebangsaan nasional.

Belum selesai perkara Seungri yang beberapa bulan lalu mencuat, nama agensi YG Entertainment kembali jadi bahan perbincangan menyusul kabar dugaan Hanbin alias B.I dari grup iKON mengonsumsi narkoba. Dilansir dari Dispatch yang memang hobinya membongkar berita-berita dari para idol, B.I terbukti memiliki percakapan pribadi pada aplikasi KakaoTalk dengan seseorang yang bernama “A”.

Seperti yang dilaporkan ulang oleh Tirto.id, Dispatch memperoleh pesan-pesan KakaoTalk B.I secara eksklusif yang di dalamnya bicara mengenai narkoba. Disebutkan, B.I mengakui dirinya telah menggunakan ganja, lalu meminta “A” untuk membelikannya LSD, jenis narkoba halusinogen yang kuat.

Menindaklanjuti pemberitaan yang beredar, melalui akun Instagram pribadinya, B.I mengajukan permintaan maaf pada seluruh penggemarnya sekaligus melakukan sesuatu yang menjadi mimpi buruk bagi seluruh fangirl dan fanboy dalam sebuah fandom, yaitu…

…keluar dari grup.

“Ini Kim Han Bin. Pertama, aku ingin benar-benar meminta maaf karena telah membuat masalah, akibat tindakanku yang benar-benar tidak layak. Benar bahwa aku pernah ingin mengandalkan hal yang seharusnya tak kuandalkan, saat aku mengalami masa yang sulit dan menyakitkan di masa lalu. Tapi, aku tidak melakukannya karena aku takut.

“Walau begitu, aku benar-benar meminta maaf dan merasa merasa malu dan bersalah kepada fans yang sangat kecewa dan terluka karena tindakan dan perkataanku. Aku berniat untuk melakukan introspeksi diri dan meninggalkan tim.

“Sekali lagi, aku menundukkan kepalaku dan benar-benar meminta maaf kepada para fans dan anggota. Aku minta maaf.”

Terhitung setelah klarifikasinya keluar, Hanbin alias B.I yang selama ini dikenal sebagai leader iKON pun resmi menyelesaikan kontraknya dengan YG Entertainment.

Hengkangnya Idola dari Grup KPop Terkenal

Mundurnya B.I—terlepas dari skandal yang menjeratnya—bukanlah yang pertama di dunia KPop. Maksud saya, masa sih kita bisa melupakan cerita patah hati penggemar TVXQ waktu ketiga anggotanya memutuskan keluar dan membentuk boyband baru, menyisakan Yunho dan Changmin bersama SM Entertainment?

Baca juga:  Super Junior, BTS, sampai EXO dan Gejala Bandingkan Kpop Zaman Dulu Lebih Baik

Dalam agensi yang sama, Super Junior juga harus melewati masa-masa “hancur” itu. Hangeng, member yang berasal dari China, memutuskan untuk keluar, begitu pula dengan Kibum yang ingin fokus menjadi seorang aktor. Seolah-olah itu nggak cukup, kita-kita yang dengan bangga menyebut diri sebagai ELF (penggemar Super Junior) juga harus teguh hatinya saat ada berita kurang mengenakkan perihal Kangin atau keputusan Sungmin untuk tidak mengikuti comeback sebagai buntut dari pernikahannya dengan aktris musikal, Kim Sa Eun.

Oh, jangan lupakan juga 2PM yang harus kehilangan leader-nya, Jay Park, dan terus berjalan dengan anggota tersisa. Tentu saja, yang tak bisa dibuang dengan mudah adalah kenangan bersama Choa dari AOA yang tahun 2017 lalu memutuskan mundur, padahal dirinya dikenal sebagai member dengan kemampuan vokal paling mumpuni.

Omong-omong soal vokal, tentu kita ingat suara khas Jessica dari SNSD yang, sayangnya, tak lagi bisa kita nikmati bersama suara Taeyeon dan kawan-kawan sejak tahun 2014. Bahkan, beberapa tahun setelahnya, member-member tertentu juga keluar dari agensi mereka, menyisakan SNSD sebagai girlband berisi 5 member yang kemudian disebut dengan nama OH!GG, yaitu Taeyeon, Yuri, Yoona, Sunny, dan Hyoyeon.

Tapi, tentu saja, hengkangnya seorang member dari grup KPop yang paling menyakitkan belakangan ini bakal membuat kita mengingat satu nama dari SHINee: Jonghyun.

Terlepas dari apa pun penyebabnya—skandal maupun rasa kesepian yang luar biasa besar—kepergian idola dari grup kesayangan pasti menjadi hal yang berat. Bahkan, kalau si idola sudah dilabeli “tersangka” sekalipun—seperti Seungri eks BIGBANG, misalnya—saya yakin 100% bahwa rasa sakit bakal terasa senut-senut menghantui jiwa-jiwa dalam fandom.

Ya gimana—kita kan sudah menghabiskan waktu bersama para idola ini selama bertahun-tahun, walaupun cuma lewat DVD, poster, music video, dan sesekali tampil di variety show macam Running Man. Iya, kan?

Baca juga:  Menyelami Fangirling Oppa-Oppa Korea dari Mata Sang Pacar

“Love Scenario” dari dan untuk B.I

Lagu “Love Scenario” bukanlah lagu debut iKON, tapi saya rasa lagu ini berperan besar dalam mendongkrak popularitas iKON. Penulisnya, siapa lagi kalau bukan B.I alias Hanbin kita semua, bahkan mengaku bahwa dirinya menerima royalti cukup tinggi untuk lagu ini.

“Love Scenario” mungkin ibarat lagu “Sorry Sorry” bagi Super Junior atau “Gee” bagi SNSD. Iya, iya, maaf ya saya ngasih contohnya Super Junior sama SNSD terus—maklum, namanya juga ELF sekaligus Sone, alias KPoper generasi dua. Hehe.

Yang jelas, dalam keadaan patah karena hengkangnya Kim Hanbin, lagu “Love Scenario” seakan jadi pengingat paling manis soal hati. Bagi kamu yang mungkin lupa, lagu ini bercerita soal putus cinta yang disajikan dengan melodi ringan dan cenderung riang.

Sarangeul haetta uriga manna

We were in love

Jiuji mothal chueogi dwaetda

We met and became a memory that can’t be erased

Bolmanhan mellodeurama

It was a commendable melodrama

Gwaenchaneun gyeolmal

A pretty good ending

Geugeomyeon dwaetda

That’s all I need

Neol saranghaetta

I loved you

Ya, ya, ya, Teman-teman, ada satu hal yang perlu diingat dari patah hati kita kali ini: ini pasti tidak mudah, baik bagi kita maupun B.I, tapi yang terpenting dari seluruh “badai” ini adalah bahwa kita dan B.I akan terus saling mendoakan yang terbaik, bagaimanapun perkembangan kasusnya nanti.

Maksud saya, ayolah, seberapapun sempurnanya B.I sebagai leader dan penulis lagu, ia tetap manusia biasa yang bisa membutuhkan waktu sendiri dan mungkin berbuat salah. Mengutip lirik “Love Scenario”, seluruh perjalanan ini sudah “good enough” dan tak ada salahnya kita tutup dengan doa paling tulus lewat ucapan “I love you” yang masih ada untuknya.

Iya, kan?