MOJOK.COMereka yang kecanduan coli biasanya tahu mereka butuh pertolongan, cuma nggak tahu aja harus ke mana. Ikut Fapstronaut deh coba.

Topik soal masturbasi alias coli emang, boleh jadi, nggak sepopuler praktik langsungnya. Orang-orang, kebanyakan sih suka aja ngelakuin aktivitas mengokang atau mengelus perkakas mulia mereka. Namun, hanya sedikit yang sampai berani ngobrolin secara eksklusif dalam sebuah forum.

Jarang, jarang banget yang begitu. Paling-paling ya di kalangan ahli kesehatan reproduksi. Kalau di kalangan umum, seringnya cuma dijadikan bahan guyonan atau buat ngelempar ejekan ke teman.

Salah satu guyonan yang cukup mainstream saya jumpai, misalnya, teman yang kadang iseng tiba-tiba mengetuk dengkul orang lain, abis itu bilang, “Dengkulmu kok kopong, Ndes?” atau pas kita lagi kurang fokus ngerjain sesuatu, terus ada yang ngatain, “Makanya, kalau coli jangan keseringan!”   

Selain jadi bahan guyonan, saya kira perkara coli yang selebihnya—minjem kata-kata Mas Chairil Anwar—adalah kesunyian masing-masing. Untuk kalangan cowok, ya udah, kita sama-sama tahu aja gitu.

Namun, terlepas dari semua kesan goblok dan menjijikkan yang melekat pada coli, kegiatan itu sebetulnya nggak bisa kita anggap sepele. Soalnya, ternyata banyak juga lho orang yang sampai kecanduan parah selama bertahun-tahun dan ngerasa hidupnya rusak, depresi, atau bahkan jadi malas bersosialisasi.

Mereka yang sudah kecanduan masturbasi ini biasanya tahu bahwa mereka butuh pertolongan. Cuma ya mau terus terang ke orang-orang terdekatnya masih malu. Kecanduan coli, gitu kedengarannya kan omes, cabul, plus nggak keren lah pokoknya.

Dalam rangka merespons hal itu, pada 20 Juni 2011, seorang web developer dari Pittsburgh bernama Alexander Rhodes mendirikan sebuah situs forum “nofap” (nofap.com) untuk mendukung orang-orang yang ingin berhenti ngebokep dan coli agar hidupnya jadi lebih baik.

Menurut info di laman profilnya, kata fap ini adalah kata slang. Asalnya dari komik manga sebagai onomatopoeia yang mewakili suara masturbasi: “Fap-fap.” Konon, kata ini lebih merujuk ke masturbasinya cowok.

Namun, kita nggak akan membahasnya lebih jauh. Cukup tahu aja, komunitas nofap ini jadi forum sharing buat orang-orang dari berbagai negara yang kecanduan porno sama masturbasi.

Nah, kalau di platform semacam ini kan bisa anonim dan orang-orang ngobrol sekadar bahas gimana cara melawan syahwat aja tanpa perlu tahu identitas aslinya. Jadi lebih nyaman untuk sharing.

Netizen Indonesia termasuk yang cukup banyak nimbrung di situs itu. Meski dalam perkembangannya, ada pula netizen Indonesia yang kelak akan terinspirasi buat bikin forum serupa di media sosial khusus penduduk negara +62 ini. Salah satunya Fapstronaut Indonesia, komunitas nofap untuk cowok Indo.

Maaf, sejauh ini saya belum nemu komunitas yang khusus cewek. Buat kamu yang tahu, mungkin bisa jadi inspirasi untuk bahan Liputan Mojok minggu depan.

Fapstronaut dibikin pertama kali pada 31 Januari 2019. Penggagasnya adalah Gin, bukan nama asli, cowok Makassar yang juga punya problem kecanduan coli. Kalau di dunia nofap, kecanduan ini disebut PMO (porn, masturbation, orgasm).

Gin melihat di luar negeri, selain forum nofap, kampanye untuk “stop faping” sama nonton pornografi udah cukup lazim di media sosial. Misalnya, Fight New Drugs dan Gave Up Porn. Itu yang jadi motivasinya sewaktu bikin Fapstronaut, di samping ingin punya motivasi lebih buat berhenti sepenuhnya dari kecanduan ngebokep dan coli.

“Soal nama Fapstronaut itu dari istilah orang-orang luar negeri ketika nyebut para ‘faper’ (pencandu coli). Biasa dipakai di forum nofap. Cuma kalau yang pakai buat nama komunitas, kayaknya baru ini deh,” tutur Gin.

Fapstronaut aktif di berbagai platform media sosial: Instagram, WhatsApp, dan Facebook. Di Instagram, pengikut mereka sudah mencapai 2.792 akun. Sedangkan di forum WhatsApp ada sekitar 228 akun.

Forum di Facebook merekalah yang member-nya paling banyak, mencapai sekitar 3,6 ribu akun sewaktu saya menulis artikel ini. Kalau kamu penasaran atau ingin ikutan, kamu bisa masuk dengan mengeklik ini.

Sekitar seminggu yang lalu saya ikut nimbrung dalam grup Facebook Fapstronaut. Begitu masuk, saya langsung disuguhi kamus nofap. Isinya sih seputar kata yang kerap dipakai waktu ngobrol di forum-forum nofap. Beberapa contohnya seperti berikut ini.

Morning wood: saat si otong bangun pagi-pagi.

Edging: onani tapi nggak ngeluarin soem, cuma nggosok-nggosok doang.

Blue balls: saat biji pelir nyeri luar biasa.

Brain fog: saat susah fokus dan otak sering nge-blank.

Setiap hari, di forum Facebook itu ada saja member yang curhat terkait permasalahannya dengan kecanduan coli. Soal otaknya yang sering nge-blank, depresi, suka merasa dirinya nista, sampai mencurigai kepala tititnya yang jadi agak gelap gara-gara sering coli. Banyak lah pokoknya.

Nah, berbanding lurus dengan curhatan-curhatan kelam itu, ungkapan-ungkapan rasa bangga karena bisa nahan hasrat coli sampai beberapa waktu tertentu juga sering saya dapati di forum tersebut.

FYI aja, dalam forum-forum nofap, biasanya ada challenge buat stop faping. Entah itu sebulan atau sembilan puluh hari. Itu pun ada level-level tingkatannya. Dari yang easy mode atau hanya “no PMO”, sampai monk mode yang “no PMO” plus nggak “ngeseks sama sekali” untuk selama-lama-lama-lamanya.

Saya belum menjumpai yang udah mengimplementasikan “monk mode” sih. Di grup sih, bisa mencapai level biasa aja udah bahagia banget, misal berhasil nggak ngebokep atau coli seminggu (sumpah, seumur-umur baru kali ini saya ngeliat ada orang-orang yang sangat bahagia karena bisa stop nonton porno atau coli).

“Itu karena ada sesuatu yang mereka dapatkan, Mas,” kata Gin menjelaskan.

Kalau dilihat dari postingan mereka, emang mereka yang bisa stop faping kaya jadi semacam dapat pencerahan. Pas udah berhasil, biasanya mereka luapkan dengan berbagi info gimana tips supaya bisa berhenti sange.

Kemarin ada yang bilang, ia berhasil karena buru-buru ngeliat foto tahi di internet. Ada juga yang buru-buru nonton video siksa kubur tiap mulai sange.

Selain itu, mereka juga bakal ngasih tahu efek setelah seminggu atau sebulan nggak mbokep sama coli. Kayak pengakuan pikiran yang mulai waras perlahan, lebih ceria, nyaman buat bersosialisasi, dan syahwat yang mudah dikondisikan.

Saya lalu bertanya kepada Gin, apakah memang dia atau dari komunitas sendiri punya kiat-kiat jitu agar seseorang bisa berhenti kecanduan nonton bokep atau coli?

Dengan rinci, Gin menjelaskan ada empat tahap sederhana yang bisa jadi treatment buat menghentikan kegiatan-kegiatan tersebut.

Pertama, bulatkan niat dan komitmen untuk berhenti. Bila perlu dipertegas dengan menuliskannya dalam buku atau notepad.

Kedua, unduh aplikasi Rewire Companion di Play Store, karena ada banyak fitur yang dapat membantu program nofap kita.

Ketiga, perbaiki dan perhatikan kehidupan spiritualitas kita. Misalnya, lakukan ibadah wajib sesuai keyakinan, karena ini sangat membantu dalam program nofap kita.

Terakhir, perhatikan lingkungan kita, baik di dunia nyata maupun di dunia maya.

“Ada peribahasa yang ngomong gini: kalau berteman sama penjual parfum, kita bakal kena bau wanginya. Kalau berteman sama penjual ikan, ya kita bakal kena bau amis ikan. Di dunia maya atau nyata pun begitu. Jangan sampai lingkungan kita jadi pemicu kita kembali ke kebiasaan bokep dan coli,” pungkas Gin.

BACA JUGA Mendengar Aspirasi Kasir Indomaret dan Alfamart Si Tukang Refleks ‘Pulsanya Sekalian, Kaaak?’ dan artikel rubrik LIPUTAN lainnya.

Baca juga:  Nostalgia Kejayaan Peterpan, Dewa 19, dan Band Indonesia Tahun 2000-an