• 135
    Shares

Di tengah rasa penasaran masyarakat akan siapa sosok cawapres yang nanti bakal dipilih oleh Prabowo untuk mendampingi dirinya di Pilpres 2019 mendatang, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo mendadak memberikan kisi-kisi tentang siapa cawapres Prabowo.

Namun, bedebah sungguh bedebah, kisi-kisi yang diberikan Roy Suryo ternyata hanya kisi-kisi semu belaka, sebab, Roy Suryo mengatakan bahwa cawapres Prabowo adalah sosok dengan inisial “A”.

Tentu saja ini kisi-kisi yang percuma, sebab memang tokoh-tokoh kandidat cawapres Prabowo memang punya inisial A semua. Dari mulai Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Anies Baswedan, Abdul Somad, sampai yang agak maksa, Assegaf Salim.

“Makanya A itu kan Abdul Somad bisa, Assegaf Salim bisa, Agus (Harimurti Yudhoyono) bisa, Anies bisa,” kata Roy Suryo (saya membayangkan Roy Suryo cengengas-cengenges tepat setelah mengatakan kalimat tersebut)

Nah, di tulisan kali ini, saya akan mencoba membedah siapa saja sosok-sosok berinisial A yang potensial untuk dipilih oleh Prabowo sebagai cawapres.

Namun karena Mojok sudah terlalu banyak membahas soal empat sosok berinisial A yang sudah disebutkan di atas (AHY, Anies, Abdul Somad, Assegaf Salim), maka daftar di bawah ini hanya akan diisi oleh sosok-sosok di luar empat nama di atas.

Ahmad Dhani

Tak ada yang bisa membantah militansi Ahmad Dhani dalam mendukung Prabowo. Ia adalah salah satu kader Gerindra yang kerap dengan blak-blakan membela Prabowo dan berani menyerang lawan-lawan politiknya.

Caleg Gerindra yang bakal maju di Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur 1 ini berkali-kali membuktikan bakti tertingginya untuk Gerindra.

Belakangan, ia bahkan mengaku menjual rumah demi membantu biaya kampanye Prabowo. Dahsyat betul.

Pengorbanannya yang begitu “tulus” tentu manjadikan dirinya layak untuk dipilih menjadi cawapres Prabowo di Pilpres 2019 mendatang.

Eh, kalau nanti ternyata Ahmad Dhani kurang layak dan kurang punya kapabilitas sebagai cawapres, gimana?

Jangan khawatir, kan masih ada Ari Lasso atau Andra Ramadhan.

Amien Rais

Amien Rais adalah salah satu sosok yang begitu dekat dengan Prabowo. Dalam berbagai kesempatan, ia berkali-kali tampil bersama Prabowo. Amien Rais sangat potensial untuk dijadikan sebagai cawapres Prabowo. Ia punya banyak massa, juga punya banyak pengalaman tata negara yang mumpuni.

Memang banyak orang yang meragukan Amien Rais karena usianya yang sudah terlalu sepuh. Namun begitu, perlu diingat, bahwa dalam politik, usia bukanlah penghalang yang berarti. Nyatanya, Mahathir Mohamad masih bisa terpilih menjadi perdana menteri Malaysia di usianya yang sudah menginjak 93 tahun. Karena itulah, Amien Rais yang “baru” berusia 74 masih punya kans yang cukup besar.

Lagipula, Amien Rais juga masih merasa layak dan mampu.

“Nah Mbah Amien Rais ini walaupun tua ya nggak apa-apa. Begitu Mahathir jadi, saya jadi remaja lagi sekarang. Biarlah nanti rakyat yang buat penilaian,” kata Amien Rais beberapa waktu yang lalu.

Mantap Mbah. Tua-tua keladi, makin tua, makin jadi.

Anang Hermansyah

Soal politik, Anang Hermansyah ini adalah sosok yang mungkin punya tuah. Anang “tapi tak begini” Hermansyah ini adalah sosok yang punya pengalaman pemenangan yang sudah teruji.

Contoh paling terkini tuah Anang Hermansyah ini terbukti di Pilgub Jatim beberapa waktu yang lewat. Kala itu, Anang sekeluarga mendukung pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak. Ia bahkan ikut menciptakan jingle kampanye untuk pasangan Khofifah-Emil.

Dan kita semua tahu, pada akhirnya, Khofifah-Emil Dardak tampil menjadi pemenang mengalahkan pasangan Gus Ipul-Puti Soekarno yang menggandeng Via Vallen dan Nella Kharisma.

Entah itu karena adanya faktor Anang atau tidak, tapi kalaupun bukan, setidaknya itu pasti karena faktor Ashanti atau Aurel (yang ndilalah sama-sama punya inisial A).

Ani Yudhoyono

Pilihan paling masuk akal jika Prabowo ingin memilih orang Demokrat selain Agus Harimurti Yudhoyono. Tak bisa anaknya, emaknya pun jadi.

Agus Mulyadi

Insya Allah saya siap.