Site icon Mojok.co

Dodit Mulyanto dan Keinginan untuk Hidup Gini-Gini Aja

Dodit Mulyanto dan Keinginan untuk Hidup Gini-Gini Aja

Setelah sebelumnya berbincang dengan Yudit Ciphardian di Surabaya, Putcast kembali bertemu dengan sosok yang tidak kalah akrab dari dunia stand up comedy, Dodit Mulyanto. Bersama Kepala Suku Mojok, Putut EA, Dodit ngobrol tentang hidup, pekerjaan, hobi, sampai alasan di balik keputusannya untuk tidak lagi terlalu sibuk mengejar banyak hal.

Dodit memang bukan orang baru di dunia komedi. Ia pernah menjadi peserta Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) 4 bersama Yudit, yang justru menjadi salah satu orang pertama yang mengajarinya stand up. Dari sana, perjalanan Dodit berkembang ke berbagai bidang, mulai dari stand up, bermain film, musik, hingga menulis skenario.

Namun, semakin banyak hal yang ia jalani, Dodit justru semakin ingin hidup dengan ritme yang sederhana.

Setelah Sakit, Dodit Mulyanto Memilih Tidak Terlalu Sibuk

Dodit pernah mengalami masalah kesehatan ketika aktivitasnya sedang padat. Pengalaman tersebut kemudian mengubah cara pandangnya dalam menjalani hidup.

Ia tidak lagi ingin mengambil semua pekerjaan yang datang. Baginya, kemampuan setiap orang berbeda-beda. Kalau memang masih sanggup, pekerjaan bisa dijalani. Namun, tidak semua hal harus dipaksakan.

Karena itu, Dodit Mulyanto kini lebih memilih fokus pada apa yang ada di depannya. Kalau sedang mengerjakan film, ia akan fokus menyelesaikan film tersebut. Kalau sedang mendapat pekerjaan lain, ia akan menjalaninya satu per satu.

Prinsipnya sederhana: tidak perlu terlalu sibuk memikirkan apa yang akan terjadi jauh di depan. Menurutnya, masa depan memang tidak bisa dipastikan, sementara yang bisa dilakukan adalah mengerjakan hal yang ada di depan mata dengan sebaik mungkin.

Di sela pekerjaan, ia juga punya cara sendiri untuk menjaga keseimbangan. Salah satunya adalah memancing.

Mancing Bukan Buang-Buang Waktu

Bagi sebagian orang, memancing mungkin terlihat seperti kegiatan membuang waktu. Bagi Dodit, justru sebaliknya. Mancing adalah cara untuk menyeimbangkan pikiran.

Kegemarannya pada memancing bahkan sudah berlangsung lama. Ia pernah menyewa tambak seluas dua hektare agar bisa memancing kapan saja. Namun, setelah ikan terlalu banyak dan kegiatan memancing berubah menjadi seperti pekerjaan, ia justru kehilangan kesenangannya.

Dari situ Dodit sadar, sesuatu yang awalnya menjadi hobi bisa terasa berbeda ketika terlalu dikejar.

Kini, Dodit Mulyanto lebih memilih memancing di tempat orang lain. Tidak perlu punya tambak sendiri, tidak perlu memikirkan terlalu banyak hal. Datang, memancing, mendapatkan ikan kalau beruntung, lalu pulang.

Bagi Dodit , kesenangan memang tidak harus selalu berujung pada pencapaian baru. Ia sudah merasakan bagaimana beberapa hal yang dulu begitu diinginkan ternyata hanya memberikan rasa senang untuk sementara.

Karena itu, ketika ditanya soal obsesi yang masih ingin dikejar, jawabannya justru sederhana. Ia ingin hidupnya berjalan lancar-lancar saja.

Ada pekerjaan, bisa main film, masih bisa stand up, sesekali podcast, dan tentu saja masih bisa memancing. Tidak perlu terlalu banyak mengejar sesuatu yang belum tentu terjadi.

Mungkin setelah bertahun-tahun berkarya, Dodit akhirnya menemukan satu bentuk pencapaian yang paling sederhana: hidup gini-gini saja, tetapi tetap merasa senang menjalaninya.

Exit mobile version