Informasi

Kebijakan Wisuda Tanpa Kebaya Jelas Bukan Terobosan, Malah Bikin Masalah yang Tak Perlu

Prosesi wisuda di perguruan tinggi wisuda TK Pixabay ormawa kebaya

Kebaya juga bukan sembarang pakaian

Selain itu, penghapusan kebaya dari daftar pilihan pakaian wisuda bisa menghilangkan elemen tradisi yang penting. Kebaya adalah pakaian tradisional yang memiliki makna khusus dalam budaya Indonesia. Ini bukan sekadar pakaian biasa; itu adalah simbol dari identitas dan warisan budaya. Menggunakan kebaya baru atau warisan dari nenek atau ibu saat acara wisuda adalah cara yang baik untuk merayakan akar budaya kita.

Namun, penting juga untuk mencatat bahwa kebijakan mengenai kebaya di wisuda seharusnya tidak memaksa siapa pun. Semua orang berhak memilih pakaian yang mereka sukai dan yang membuat mereka merasa nyaman. Jika seorang mahasiswi merasa bahwa kebaya bukan pilihan yang cocok baginya, seharusnya ada opsi lain mengenai pakaian tradisional lain.

Jadi, meskipun memakai kebaya mungkin terlihat ribet bagi beberapa orang, menghapusnya dari daftar pilihan pakaian wisuda juga memiliki potensi untuk menciptakan masalah baru. Yang terbaik adalah memberikan mahasiswa pilihan dan kebebasan untuk memilih pakaian yang sesuai dengan selera dan identitas mereka, sambil tetap menghormati nilai-nilai budaya dan tradisi yang penting bagi banyak orang. Itu adalah cara terbaik untuk memastikan bahwa setiap mahasiswa dapat merayakan pencapaian mereka dengan cara yang mereka inginkan.

Penulis: Nurul Fauziah
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Mengapa Perempuan Harus Mengenakan Kebaya, Sedangkan Laki-laki Hanya Kemeja Saat Wisuda?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 September 2023 oleh .

Nurul Fauziah

Anak rumahan yang suka dengan isu sosial.

Exit mobile version