Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Wahai para Mahasiswa Problematik, Kalian Nggak Capek Jadi Beban? Nggak Bosan Merugikan Orang Lain?

Hillbra Naufal Demelzha Gunawan oleh Hillbra Naufal Demelzha Gunawan
14 September 2023
A A
Wahai para Mahasiswa Problematik, Kalian Nggak Capek Jadi Beban? Nggak Bosan Merugikan Orang Lain?

Wahai para Mahasiswa Problematik, Kalian Nggak Capek Jadi Beban? Nggak Bosan Merugikan Orang Lain? (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Mahasiswa problematik memang bikin hidup kita, para kawannya, jadi tidak menyenangkan. Beban!

Dunia perkuliahan memiliki segudang misteri yang dapat diulik ketika gabut. Bagi sebagian orang, perkuliahan merupakan masa-masa paling seru dalam hidup. Kita akan bertemu dengan beragam “spesies” manusia, belajar hal-hal baru, atau bahkan hanya sekadar menemukan titik koordinat ngopi yang baru.

Di balik itu semua, salah seorang dari kita pasti memiliki atau minimal mengenal teman sesama mahasiswa yang problematik dengan berbagai lika liku kehidupannya yang (katanya) penuh luka-luka. Ada yang nggak pernah masuk kelas, ada yang ngutang tapi nggak dibalikin, dan ada juga yang menjadi drama queen.

Tapi mau gimana lagi? Namanya juga kehidupan makhluk problematik.

Betapa berbahayanya spesies homo problematicus

Untuk menambah kesan ilmiah kepada teman sesama mahasiswa kalian yang problematik, saya menyarankan untuk memanggil mereka dengan istilah homo problematicus atau manusia yang problematik.

Apa kalian tidak bosan jika hanya memanggilnya dengan nama atau sebutan yang mungkin kurang nyentrik? Oleh karena itu, cobalah menggunakan homo problematicus.

Manipulatif merupakan sifat wajib yang dimiliki oleh para homo problematicus. Mahasiswa jenis tersebut memiliki hasrat yang sangat besar untuk merekonstruksi realitas agar dapat sesuai dengan kemauan mereka. Meskipun nantinya hal tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan bahkan orang lain di sekitarnya.

Seakan-akan fetish mereka bukan lagi objek yang dapat diseksualisasikan, melainkan individu dengan predikat teman yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingannya. Ketika kepentingan homo problematicus ini tidak tercapai karena tidak ada teman yang membantunya, maka mereka akan mengeluarkan senjata pamungkasnya, yaitu playing victim dan mengungkit kebaikan di masa lalu.

Baca Juga:

Status Alumni UI Tak Membebani Saya, Nama Besar Kampus Adalah Kenikmatan, Bukan Tekanan!

Balasan terhadap Tulisan Jelek Soal Mahasiswa KKN yang Katanya Berlagak Pahlawan: Mahasiswa KKN Mana yang Menyakitimu, Bung?

Tolonglah, kalian itu bukan pusat semesta. Berhentilah berlaku semena-mena!

Sefruit tutorial untuk menghindari mahasiswa problematik

Saya ingin membagikan sebuah tutorial berdasarkan pengalaman saya dalam menghadapi seekor mahasiswa problematik atau homo problematicus.

Ketika terdapat sebuah rumor dengan konteks yang sama, namun setiap orang memiliki versi cerita yang berbeda, utamakan tabayyun—mencari kebenaran secara objektif—terlebih dahulu mengenai rumor tersebut. Identifikasi fakta merupakan hal yang esensial dalam menghadapi situasi tersebut.

Pada fase demikian, kalian akan merasakan menjadi anggota Tim Gabungan Pencari Fakta.

Jika kalian tidak sanggup lagi untuk menghadapi ulah sang homo problematicus, kalian bisa melakukan pemutusan silaturahmi atau bahasa kerennya cut off relasi. Bukan berarti saya menganjurkan untuk memutus silaturahmi antarmahasiswa, tapi hal ini bertujuan untuk ketenangan hidup kalian.

Bisa dimulai dengan menghapus nomornya, unfollow media sosialnya. Atau dalam tahap yang ekstrem yaitu jangan berinteraksi dengannya. Hal ini dilakukan agar mental health kalian tidak tersiksa dengan keberadaan spesies aneh satu ini.

Eitss, jangan salah. Spesies homo problematicus ini juga dapat menggunakan mental health sebagai justifikasi atas perilakunya yang tidak masuk akal. Jadi, hati-hati aja saat menggunakan isu mental health kepada mereka—mahasiswa problematik.

Sangat menyusahkan, ‘kan?

Perihal kesadaran yang tidak pernah dituntaskan

Umur bukanlah indikator kedewasaan dan matangnya penalaran. Terdidik pun, dalam konteks ini mahasiswa problematik, tak menjamin bisa berpikir. Para homo problematicus ini tidak sadar bahwa mereka telah merugikan orang lain. Kesadaran mereka seperti harus dikonstruksi sedemikian rupa oleh orang-orang di sekitarnya.

Anehnya, pemikiran bebal dan denial dari seekor homo problematicus ini tidak mudah untuk menerima kenyataan bahwa dirinya problematik. Seberapa keras kalian dalam membantu atau membersamainya, pada akhirnya justru kalian yang kalah dengan isi pikirannya.

Menjadi manusia itu tidak ribet, kok. Selama kita masih ada tekad untuk tetap bermanfaat bagi sesama dan tidak merugikan orang lain, maka tidak ada yang salah dari diri kita.

Saya ingin berpesan kepada orang-orang yang termasuk spesies homo problematicus.

Kalian nggak sadar itu sebenarnya tidak apa-apa, kami tidak memaksa kalian untuk sadar. Neng yo pantese!

Penulis: Hillbra Naufal Demelzha Gunawan
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Mahasiswa kok Sambat Tugas Kuliah Melulu, Terus Ngapain Kuliah?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 September 2023 oleh

Tags: bebanmahasiswa problematikplaying victim
Hillbra Naufal Demelzha Gunawan

Hillbra Naufal Demelzha Gunawan

Mahasiswa dari Kediri yang sering pulang-pergi lewat jalan gelap.

ArtikelTerkait

Ibu-ibu Cerita Rakyat yang Hobi Playing Victim

Ibu-ibu Cerita Rakyat yang Hobi Playing Victim

22 Januari 2023
Beban Hidup Koas yang Tak Kita Ketahui Selama Ini

Beban Hidup Koas yang Tak Kita Ketahui Selama Ini

27 April 2023
Derita Petugas KPPS: Boro-boro Mikir Pajero, Bisa Sehat Saja Sudah Mukjizat

Derita Petugas KPPS: Boro-boro Mikir Pajero, Bisa Sehat Saja Sudah Mukjizat

7 Februari 2024
5 Karakter dalam All of Us Are Dead yang Lebih Jadi Beban Ketimbang Onjo Terminal Mojok

5 Karakter dalam All of Us Are Dead yang Lebih Jadi Beban Ketimbang Onjo

7 Februari 2022
Wahai Kalian Mahasiswa, Kerja Kelompok Itu Mempermudah, Bukan Malah Bikin Makin Susah!

Wahai Kalian Mahasiswa, Kerja Kelompok Itu Mempermudah, Bukan Malah Bikin Makin Susah!

25 Oktober 2023
Mental Playing Victim Korban Calo Masuk Menjadi Abdi Negara: Pelaku Kejahatan kok Ngaku Korban, Sehat?

Mental Playing Victim Korban Calo Masuk Menjadi Abdi Negara: Pelaku Kejahatan kok Ngaku Korban, Sehat?

26 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tips Membuka Bisnis Rental Mobil Selama Lebaran untuk Pemula, Alias Nggak Usah!

Tips Membuka Bisnis Rental Mobil Selama Lebaran untuk Pemula, Alias Nggak Usah!

14 Maret 2026
Ulukutek Leunca, Makanan Sunda Paling Nggak Normal dan Rasanya Bikin Pusing Pendatang  Mojok.co

Ulukutek Leunca, Makanan Sunda Paling Nggak Normal dan Rasanya Bikin Pusing Pendatang 

13 Maret 2026
Kontrakan di Jogja itu Ribet, Mending Sewa Kos biar Nggak Ruwet, Beneran   pemilik kos

4 Kelakuan Pemilik Kos yang Bikin Jengkel Penyewanya dan Berakhir Angkat Kaki, Tak Lagi Sudi Tinggal di Situ

13 Maret 2026
Lebaran Saatnya Masa Bodoh dengan Ocehan Tetangga (Unssplash)

Refleksi Lebaran Bagi Kepala Rumah Tangga: Tunaikan yang Wajib, Masa Bodo dengan Gengsi dan Ocehan Tetangga

14 Maret 2026
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Waktu Lebaran Tak Pernah Sepi, Ia Disesaki oleh Orang yang Pulang Kampung, Perantau yang Lari, dan Wisatawan Bermodal THR Tebal

13 Maret 2026
Suzuki Splash, City Car Bakoh yang Cocok Disiksa di Jalanan Macet Mojok.co

Suzuki Splash, City Car Bakoh yang Cocok Disiksa di Jalanan Macet

14 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Program Mudik Gratis Mengobati Rindu Para Perantau yang Merasa “Kalah” dengan Dompet, Kerja Bagai Kuda tapi Nggak Kaya-kaya
  • Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi
  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Terlalu Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa
  • Kerja di Jakarta dengan Gaji Nanggung 8 Juta Adalah “Bunuh Diri” Paling Dicari karena Menetap di Kampung Bakal Tetap Nganggur dan Miskin
  • Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.