Video Klarifikasi Felicia Tissue untuk Mas Kaesang dan Contoh Konkret Sebuah Sikap bagi Para Wanita yang Dighosting

Video Klarifikasi Felicia Tissue untuk Mas Kaesang dan Contoh Konkret Sebuah Sikap bagi Para Wanita yang Dighosting terminal mojok

Hari Raya Waisak tahun 2021 kemarin bisa jadi merupakan hari istimewa bagi sebagian netizen yang penasaran dengan kisah cinta anak sulung Presiden Jokowi tercinta kita. Mbak Felicia Tissue yang telling story, ndilalah saya yang mbrebes mili. Video berjudul The Truth selama 9 menit 35 detik itu disampaikan dengan penuh ketegaran dan getaran dari suaranya yang sedikit terisak menahan perihnya patah hati pascaputus. Kronologis kisah cintanya disampaikan dengan akurat dan runtut, sehingga kita yang mendengarkan ikut merasakan pilu dighosting oleh seorang laki-laki.

Mbak Felicia Tissue sebenarnya nggak sendiri. Di belahan dunia ini masih banyak wanita yang merasakan penderitaan dighosting, dan apalah daya hanya sekelas kaum rengginang. Rakyat jelata tentu nggak mashoook kalau ketika putus cinta, mengklarifikasi sakit hatinya di media sosial.  Berhubung ini adalah anak Presiden, yang bagaimanapun adalah sebuah kebanggaan bisa menjadi calon menantu orang nomor satu di Indonesia, tentu semuanya harus diberitakan dengan jelas dan gamblang. Minimal sebagai bentuk healing bagi keluarga Felicia yang ditinggalkan.

Lantas, bagaimana jika Mas Kaesang bukan anak seorang pejabat? Misalnya blio memang murni hanya seorang pengusaha penjual pisang krispi yang kebetulan berkenalan dengan Mbak Felicia dan kuliah di Singapura. Akankah video The Truth ini dibuat dan dishare ke media sosial? Akankah keluarga Felicia Tissue bersikap biasa saja layaknya memaklumi kisah cinta yang gelombangnya mudah pasang surut?

Pada suatu titik saya berimajinasi, kalau memang benar Mas Kaesang jahat, Mbak Felicia sesungguhnya sangat beruntung lantaran  dirinya juga terlalu berharga untuk ngarep-ngarep lelaki yang sedari awal sudah menunjukkan perilaku negatif bagi dirinya pribadi karena sudah tega meninggalkan tanpa kejelasan.

Kebetulan saja Mas Kaesang adalah anak Presiden. Sebagai pribadi, Mas Kaesang sebenarnya adalah pria biasa yang hatinya mudah diombang-ambingkan situasi dan kondisi di sekitarnya, termasuk oleh rasa bosan dan mati rasa. Perilaku memblokir semua media sosial dan mengganti nomor HP itu sebetulnya bukan hal baru bagi seseorang yang putus asa ingin putus, tapi nggak tahu harus bagaimana. Mbak Felicia patut bersyukur belum jadi istrinya yang bisa jadi tiba-tiba ditinggal tanpa kejelasan, atau dikhianati oleh sang suami seperti dalam drama Korea The Word of the Married. Sudah nonton drakornya belum, Mbak?

Menjalin suatu hubungan memang ngeri-ngeri sedap. Nggak ada kepastian dan jaminan bakalan happily ever after, yang sudah berjodoh atau nggak berjodoh seperti yang Mbak Felicia utarakan. Etika memutuskan hubungan yang layak seperti harapan keluarga memang penting untuk dilaksanakan. Tapi, kehidupan percintaan memang seperti hutan rimba, kan? Nggak ada semacam protokol kesehatan yang paten untuk mengakhiri suatu hubungan. Bahkan dalam hubungan suami istri pun ada kalanya rasa bosan yang memuncak. Akan datang suatu masa saling blokir media sosial hingga nomor HP. Itu nyata, lho, Mbak Feli, bukan sekadar cerita khayalan.

Sate sianida adalah contoh konkret drama percintaan di Indonesia. Bagaimana suatu hubungan yang berakhir bisa menjadi motif bagi korban ghosting untuk balas dendam. Ketika segala akses untuk menghubungi seseorang yang diharapkan tertutup rapat.

Sebagai wanita terhormat, cara Mbak Felicia untuk mengakhiri hubungannya dapat ditiru sebagai sebuah sikap yang konkret, sehingga nggak ada lagi duri dalam sekam yang mengganjal dalam hati, terutama bagi keluarga yang ditinggalkan. Nggak ada keinginan untuk meracuni Mas Kaesang atau mengirim santet saja sudah sangat berkelas dan elegan.

Abaikan jempol ke bawah, unlike para netizen yang bisa jadi menganggap sikap Mbak Feli adalah kekanak-kanakkan dan alay karena ingin pansos mencari panggung untuk dikenang. Toh, semua orang berhak dikenang dan kisah cintanya dengan anak mantan Presiden di masa mendatang bisa menjadi cerita bagi anak cucu Mbak Felicia kelak. “Ini, lho, Mama dulu sebelum nikah sama Papa, pernah menjadi calon mantu anak bungsu Presiden di Indonesia.” Sebuah kebanggaan, bukan?

Sumber Gambar: YouTube Felicia Tissue

BACA JUGA Jadi Korban Ghosting Gebetan? Jangan Sedih, Berikut Manfaat yang Bisa Dipetik atau tulisan Nila Kartika Sari lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
Exit mobile version