Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Usulan DPR tentang Gerbong Khusus Merokok itu Adalah Ide Paling Konyol, Ide yang Jelek Saja Belum!

Aqil Husein Almanuri oleh Aqil Husein Almanuri
22 Agustus 2025
A A
Usulan DPR tentang Gerbong Khusus Merokok itu Adalah Ide Paling Konyol, Ide yang Jelek Saja Belum!

Usulan DPR tentang Gerbong Khusus Merokok itu Adalah Ide Paling Konyol, Ide yang Jelek Saja Belum!

Share on FacebookShare on Twitter

Bapak dan Ibu DPR agaknya memang nggak pernah kehabisan akal untuk bikin rakyat geram dan heran. Baru kemarin rakyat dibuat resah karena kabar kenaikan gaji dan tunjangan mereka. Sekarang muncul lagi usulan konyol: menghadirkan gerbong khusus merokok di kereta.

Usulan itu datang dari Anggota DPR RI Komisi VI Fraksi PKB, Nasim Khan. Dalam sebuah video yang beredar, dia nyeletuk tentang pentingnya gerbong khusus merokok, dengan alasan yang juga tak kalah aneh: untuk meningkatkan pendapatan PT KAI.

Dia juga mencontohkan bus yang melayani rute antar kota yang sudah menyediakan area khusus merokok. Menurutnya, PT KAI bisa meniru dan melakukan hal yang sama.

Cara pandang yang keliru

Menghadirkan gerbong khusus merokok untuk meningkatkan pendapatan PT KAI bagi saya hanya alibi. Saya ingin mempertanyakan sejauh mana dia melakukan riset sampai berani membuat usulan di sebuah rapat resmi? Seberapa yakin dia bisa mempertanggung jawabkan usulannya itu?

Kalau Nasim memakai logika bus, maka saya kira dia salah paham bahkan keliru pandang. Bus menyediakan smoking area bukan untuk meraup penghasilan lebih, tapi hanya untuk menyelamatkan penumpang lain dari para perokok yang kebelet ngudud.

Jadi, salah jika kereta api yang sudah lama menghilangkan kebijakan larangan merokok dalam gerbong harus ikut kebiasaan bus. Ini turun kelas namanya. Apalagi beberapa PO bus (salah satunya Damri, setahu saya) sudah mengikuti kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Dalam UU dan beberapa peraturan lain sudah menetapkan Kawasan Tanpa Rokok di angkutan umum; termasuk kereta. Bagaimana bisa seorang DPR bicara tidak sesuai dengan landasan hukum?

Apalagi ini kereta api. Satu rangkaian saja bisa angkut ratusan hingga ribuan penumpang. Kalau ada satu saja gerbong khusus merokok, efeknya bukan cuma ke penumpang yang ada di dalam gerbong, tapi juga ke sirkulasi udara, ke citra layanan, bahkan ke keselamatan.

Baca Juga:

Konten tidak tersedia

Ingat! kereta berjalan bisa belasan jam tanpa berhenti lama, terlebih di beberapa kereta dengan rangkaian eksekutif yang tak banyak berhenti di stasiun. Bayangin kalau bau asap merembes ke gerbong sebelah, penumpang yang nggak merokok jadi korban pasif.

DPR mau mundur ke belakang

Memaksakan pola pikir bus ke kereta sama absurdnya dengan bilang “di bus saja boleh memasukkan pedagang asongan, masak di kereta nggak boleh?”. Malah ini pola pikir yang mundur, yang menginginkan era KAI sebelum kepemimpinan Pak Ignasius Jonan. Kita ingat kembali, betapa kumuhnya transportasi kereta api di era sebelum pak Ignasius melakukan upgrading, sebelum tahun 2009. Bahkan sempat mengalami kerugian ratusan miliar rupiah.

Namun berkat upgrading ini, PT KAI akhirnya mulai menemukan titik balik. Kerugian berubah menjadi penghasilan, peningkatan jumlah penumpang, dan pelayanan yang lebih profesional. Transformasi yang patut disyukuri.

Transformasi demikian bukan hanya tentang menghadirkan gerbong yang nyaman, tapi mengubah pola pikir masyarakat dalam menggunakan transportasi publik. Jadi, jangan lagi menghadirkan pola pikir kumuh ke atas modernisasi yang sudah diperjuangkan sejak lama.

Kereta api sudah berhasil naik kelas, meninggalkan wajah kusamnya di masa lalu. Jangan cuma gara-gara usulan nyeleneh, semua pencapaian itu dipaksa mundur lagi.

Sebelum usulan konyol itu disampaikan, saya kira PT KAI sudah memikirkan. Setiap stasiun, disediakan area khusus merokok tanpa mengganggu kenyamanan gerbong dan keselamatan. Kenapa harus bikin gerbong khusus? Buang-buang anggaran saja. Kalaupun mau reaktivasi gerbong yang lama, itu kan juga keluar duit?

Gerbong khusus merokok adalah ide paling konyol

Intinya sangat sederhana: kalau memang mau nambah pendapatan sebagaimana dikatakan Nasim, masih banyak cara lain yang lebih rasional ketimbang bikin gerbong khusus merokok. Misal; meningkatkan layanan digital, memperluas konektivitas, atau membuat gerbong yang bermanfaat bagi umum, yang jelas pasarnya ada, seperti kereta petani pedagang yang baru saja diluncurkan PT KAI kemarin. Jangan malah sibuk melayani segelintir perokok yang kebelet ngudud.

Dan yang paling penting, DPR sebaiknya fokus mengawasi dan mendukung kemajuan transportasi publik, bukan malah ngajak balik ke masa lalu yang kumuh. Karena kalau usulannya cuma begini, maaf-maaf saja, rakyat pasti akan bilang: ini bukan ide modern, ini ide paling konyol.

Penulis: Aqil Husein Almanuri
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 5 Rekomendasi Stasiun untuk Ahli Isap di KA Sri Tanjung

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 Agustus 2025 oleh

Tags: area merokok di stasiungerbong khusus merokokkawasan tanpa rokoklarangan merokok di kereta
Aqil Husein Almanuri

Aqil Husein Almanuri

Hamba Tuhan yang Melankolis. Kadang mengajar, kadang nulis, kadang kuliah, kadang ngopi, dan gemar mengamati dunia politik pemerintah.

ArtikelTerkait

Konten tidak tersedia
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib Mojok.co

Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib

1 Februari 2026
Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh Mojok.co

Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh

4 Februari 2026
Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Pasar Minggu Harus Ikuti Langkah Pasar Santa dan Blok M Square kalau Tidak Mau Mati!

4 Februari 2026
Video Tukang Parkir Geledah Dasbor Motor di Parkiran Matos Malang Adalah Contoh Terbaik Betapa Problematik Profesi Ini parkir kampus tukang parkir resmi mawar preman pensiun tukang parkir kafe di malang surabaya, tukang parkir liar lahan parkir pak ogah

3 Perilaku Tukang Parkir dan Pak Ogah yang Bikin Saya Ikhlas Ngasih Duit 2000-an Saya yang Berharga

5 Februari 2026
Gudeg Malang Nyatanya Bakal Lebih Nikmat ketimbang Milik Jogja (Unsplash)

Membayangkan Jika Gudeg Bukan Kuliner Khas Jogja tapi Malang: Rasa Nggak Mungkin Manis dan Jadi Makanan Biasa Saja

1 Februari 2026
Stasiun Plabuan Batang, Satu-Satunya Stasiun Kereta Api Aktif di Indonesia dengan Pemandangan Pinggir Pantai

Bisakah Batang yang Dikenal sebagai Kabupaten Sepi Bangkit dan Jadi Terkenal?

1 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers
  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.