Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

3 Jenis Mahasiswa Berbahaya di UGM yang Wajib Kamu Waspadai. Jangan Sembarangan kalau Nggak Pengin Malu

Yoga Aditya L oleh Yoga Aditya L
25 Mei 2024
A A
UGM Punya 3 Jenis Mahasiswa yang Berbahaya. Waspada! (Unsplash)

UGM Punya 3 Jenis Mahasiswa yang Berbahaya. Waspada! (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Menjadi kampus ternama di Jogja, bahkan Indonesia, membuat kampus UGM menjadi ladang subur bagi mahasiswa hebat. Kehebatan ini tidak hanya berasal dari keunggulan akademis saja. Mahasiswa yang kuliah di sini bisa merasakan iklim kampus yang mendukung. Di sini, kamu bisa bertemu banyak mahasiswa “berbahaya” dengan kualitas dan jaringan begitu luas.

Sikap low profile mahasiswa seperti ini kadang menutupi kehebatan mereka. Yang sering terjadi, mereka terlihat nggak tahu apa-apa. Tapi yakinlah, penampilan seperti itu sangat menipu dan mereka jago menyembunyikan identitas asli. Mereka memang nggak suka hidupnya dipenuhi oleh pertanyaan yang nggak perlu.

Selama kuliah di UGM, saya sering mengamati dan mendapati mahasiswa seperti ini. Yah, seperti kata orang. Penampilan memang bisa sangat menipu. Inilah dia 3 jenis mahasiswa “berbahaya” yang saya temui di UGM. 

#1 Makan sederhana, tapi ternyata pemilik usaha multinasional

Pusat Jajanan Lembah atau Pujale adalah kantin di UGM yang menempati kasta terendah. Selain karena harga makanan di sini termasuk murah, fasilitasnya tidak lebih baik dari kantin fakultas. Oleh sebab itu, mahasiswa yang mengunjungi Pujale, biasanya, isi dompetnya pas-pasan. 

Namun, saya pernah berkenalan dengan seseorang dari Fisipol UGM di Pujale. Beliau merupakan mahasiswa S2 dari Jakarta. Melihat penampilannya sama sekali tidak menunjukkan bahwa dirinya berasal dari golongan ekonomi elite. Malahan dia memesan makanan yang cenderung murah yaitu batagor dengan segelas air putih.

Karena duduk sebangku dengan saya yang sedang menyantap sup buah, kami mulai terlibat perbincangan intens. Dari soal daerah asal, dunia perkuliahan, hingga materi di jurusan masing-masing. 

Tampak pembawaan mudah bergaul. Dia juga tidak menggunakan diksi bahasa langit yang mengawang-awang. Setelah makan siang selesai, kami bertukar Instagram. Setelah itu dia pamit karena akan pulang ke Jakarta sore itu.

Ketika kembali ke fakultas untuk mengakses wifi gratis, muncul notifikasi pertemanan dari “mas-mas biasa” tadi yang mengobrol di Pujale. Maka alangkah terkejutnya saya ternyata barusan ngobrol dengan salah satu CEO dari perusahaan multinasional yang namanya sering saya dengar. Untung, dalam hati, saya tidak punya kebiasaan menganggap orang lain lebih rendah.

Baca Juga:

Rute kucing UGM, spot lari Jogja yang kalcer dan ramah untuk pelari pemula

3 Kali Gagal Tes Sekolah Kedinasan, Akhirnya Malah Lolos Kedokteran UGM yang Terpaksa Direlakan karena Biaya

#2 Mahasiswa pendiam, eh jadi pembicara di forum PBB

Cerita ini berawal dari sebuah forum di perpustakaan pusat UGM. Seperti biasa, bukan saya kalau tidak mengobrol dengan peserta sebelah. Untunglah, waktu itu ada seorang cowok duduk di sebelah saya. Dia terlihat sebagai mahasiswa angkatan akhir yang sedang sibuk dengan coretan penelitian. 

Suasana agak kaku ketika awal kami mengobrol. Mungkin dia agak kurang nyaman karena sedang sibuk memikirkan catatan penelitian. Namun, perlahan suasana lebih cair ketika saya tawarkan sebuah permen. Dirinya menyambut baik.

Namun, saya mulai menyadari, dirinya lebih banyak menjawab “iya” atau sekadarnya saja. Khas mahasiswa pendiam. Saya menghormati jalan pikiran seperti itu. 

Ketika acara selesai, saya berinisiatif untuk meminta akun Instagram miliknya. Dirinya menyodorkan hape miliknya supaya saya menulis nama akun Instagram saya terlebih dahulu. Ketika sudah selesai, dirinya langsung mengikuti saya di Instagram dan seperti biasa saya akan mengikuti balik. 

Cowok itu kemudian beranjak terlebih dahulu karena ada janji dengan seorang teman. Selepas pergi, saya menerima permintaan pertemanan dan baru saya ketahui ternyata orang yang baru saya ajak ngobrol sering wara-wiri ke berbagai forum di PBB untuk menjadi pembicara.

#3 Jangan pernah pamer di depan mahasiswa UGM, bisa malu sendiri

Yang terakhir, mungkin yang paling banyak saya temui. Jadi, masih banyak mahasiswa UGM yang berasal dari keluarga berada, tapi penampilannya biasa saja. Bahkan, beberapa dari mereka terlihat seperti mahasiswa dengan uang saku pas-pasan. Mereka yang kayak gini biasanya sudah pernah merasakan sulitnya mencari uang.

Mereka berasal dari keluarga kaya, tapi mendapat pendidikan yang keras di keluarganya. Untuk bisa merasakan “kekayaan” itu, mereka harus ikut berusaha dulu. Misalnya dengan kerja paruh waktu selama kuliah. Istilahnya, mereka jadi lebih menghargai uang.

Oleh sebab itu, kebiasaan pamer di depan “sembarang” mahasiswa UGM bisa berujung malu. Apalagi di depan mahasiswa yang “biasa saja”, tetapi ternyata “berbahaya”. Antara mereka jadi kaya dengan usaha sendiri atau punya IQ di atas rata-rata. Jangan meremehkan orang, sih.

Penulis: Yoga Aditya L

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA 5 Aturan Tidak Tertulis di UGM, Jangan Dilanggar Nanti Bikin Malu

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 Mei 2024 oleh

Tags: Fisipol UGMkantin kampusPerpustakaan Pusat UGMPujaleUGMuniversitas gadjah mada
Yoga Aditya L

Yoga Aditya L

ArtikelTerkait

Jalan Solo, Ruas Jalan yang Bikin Bingung Mahasiswa Baru Jogja (Unsplash)

Jalan Solo, Ruas Jalan yang Berpotensi Bikin Bingung Mahasiswa Baru Jogja

22 Juni 2024
Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Kediri UGM Fakultas Filsafat MOJOK.CO

UGM Punya Fakultas Filsafat, IAIN Kediri Punya Fakultas Ushuluddin dan Dakwah yang Lulusannya Sukses di Segala Bidang

23 Juli 2020
Isu Ijazah Jokowi Palsu Adalah Isu Goblok, Amat Tidak Penting, dan Menghina Kecerdasan, Lebih Baik Nggak Usah Digubris!

Isu Ijazah Jokowi Palsu Adalah Isu Goblok, Amat Tidak Penting, dan Menghina Kecerdasan, Lebih Baik Nggak Usah Digubris!

18 April 2025
UNY Lebih Unggul dari UGM Soal Legalisasi Ijazah, Sat-Set dan Nggak Ribet  Mojok.co

UNY Lebih Unggul dari UGM Soal Legalisasi Ijazah, Sat-Set dan Nggak Ribet 

5 Oktober 2024
Andaikan Hero Academia Bikin Cabang Sekolah Superhero di UGM

Andaikan Hero Academia Bikin Cabang Sekolah Superhero di UGM

27 Mei 2020
Membayangkan Betapa Nelangsa Jogja kalau UGM Tidak Pernah Berdiri Mojok.co

Alasan Saya Memilih UGM sebagai Tempat Kuliah S1 meski di Awal Sempat Ingin Merantau

29 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Suka knalpot brong indikasi sadisme, psikopat, dan narsisme (Wikimedoia Commons)

Kenapa sih kita gampang banget emosi lalu ngamuk kalau ada orang blayer-blayer knalpot brong?

29 Juli 2026
Sleman Tanpa UGM dan UNY Cuma Jadi Kabupaten Sunyi dan Mati

Sleman jadi besar dan hebat justru karena tidak punya “pusat kota”, kemajuan tersebar merata di segala penjurunya

26 Juli 2026
Bangkalan nggak butuh seminar dan jargon literasi, butuhnya gerakan nyata dan bukti

Bangkalan nggak butuh seminar dan jargon literasi, butuhnya gerakan nyata dan bukti

31 Juli 2026
Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya Mojok.co

Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya

1 Agustus 2026
Jambooland Tulungagung, tempat wisata yang perlahan kehilangan pesonanya Mojok.co

Jambooland Tulungagung, tempat wisata yang perlahan kehilangan pesonanya

31 Juli 2026
Nostalgia masa kecil, majalah Bobo dan Bee Magazine adalah bacaan terbaik Mojok.co

Nostalgia masa kecil, majalah Bobo dan Bee Magazine adalah bacaan terbaik

28 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.