Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Yang Fana Itu Waktu, yang Abadi Adalah Tukang Parkir ATM yang Tetap Minta 2 Ribu sekalipun Mereka Tak Berguna

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
1 Oktober 2024
A A
5 Pekerjaan yang Menghasilkan Banyak Cuan dalam Hitungan Jam selain Tukang Parkir dan Pak Ogah

5 Pekerjaan yang Menghasilkan Banyak Cuan dalam Hitungan Jam selain Tukang Parkir dan Pak Ogah (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Ada satu hal yang lumayan menyebalkan jika saya pulang ke kampung, yaitu tidak semua tempat makan/belanja menyediakan QRIS. Bukannya saya pemuja cashless, tapi ada satu hal yang benar-benar bikin saya males ambil uang, yaitu males bayar tukang parkir ATM.

Silakan anggap saya pelit atau kere, ora urusan karo dapuranmu, tapi saya nggak ada seneng-senengnya bayar tukang parkir di ATM. Modal ngomong kiri-kiri, berdiri sambil megangin tongkat, 2 ribu didapat. Enak tenan uripmu.

ADVERTISEMENT

Sori kalau saya terkesan nggak ada empati bilang begitu enak hidup mereka. Sebab, untuk pengalaman saya pribadi, ancen enak nyawang kerjane mereka. Saya nata motor sendiri, keluarin motor sendiri, nyebrang sendiri. Terus fungsinya tukang parkir tuh apa aku tanya?

Kalau mereka nggak ada sumbangsihnya, uang 2 ribu yang saya keluarkan itu buat apa? Apa bedanya sama semacam upeti karena pake ATM di bank tersebut?

Padahal ya, nggak ada bank yang cukup goblok narik tarif nasabah untuk ambil uang di ATM mereka. Lalu apa fungsi tukang parkir ATM? Opo?

Ra ono kan? Ancen. Gimana nggak misuh-misuh wis.

Susahnya jadi kelas menengah

Sekarang isu daya beli masyarakat menurun sedang gencar-gencarnya. Saya pun mengalami ini. Meski keuangan saya tidak menurun, tapi saya jadi hati-hati membelanjakan uang karena apa-apa naik drastis. Pokoknya setelah pengeluaran pokok semacam KPR dan listrik sudah terbayar, tahan uangnya. Agak mengerikan untuk belanja di masa sekarang.

Inilah yang bikin saya makin mangkel dengan tukang parkir. Yo pie maneh, sekarang saya terpaksa mengambil uang tak berani sebanyak biasanya karena ingin menjaga keuangan, tapi tetep wae harus menyiapkan uang untuk membayar jasa mereka yang—ngapunten—nggak ada gunanya untuk saya.

Baca Juga:

3 Tradisi Manten Paling Unik di Tulungagung. Terdengar Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warlok

Penderitaan Tinggal Dekat Tempat Wisata Mikutopia Kota Batu, Hidup Dihantui Macet, Berisik, dan Waswas dengan Ancaman Bencana Ekologis Masa Depan

Oke, pancen hanya dua ribu rupiah yang saya keluarkan saat ambil duit di ATM. Masalahnya, tetap saja saya harus bayar tukang parkir lain saat, katakanlah mampir beli lauk. Lha ini nggateli, mosok kabeh-kabeh diparkiri. Lha punya legitimasi apa mereka ini kok menarik parkir di tiap sudut kota?

Jadi kaum menengah itu benar-benar berat. Salah sedikit, terpeleset ke jurang kaum miskin. Boros sedikit, tak punya cadangan menghadapi hari. Harga barang naik dikit, susah untuk terbeli. Lagi naruh pantat di jok, udah disemprit tukang parkir. Gatheeeeeeeeeeel.

Baca halaman selanjutnya

Nggak mau bikin tukang parkir makin kaya

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 4 Oktober 2024 oleh

Tags: atmhighlightkelas menengahpilihan redaksiretribusiTukang Parkirtukang parkir liar
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Founder Kelas Menulis Bahagia. Penulis di Como Indonesia.

ArtikelTerkait

Jangan Ajak Orang Ngawi Merantau karena di Ngawi Banyak Lowongan Pekerjaan

Jangan Ajak Orang Ngawi Merantau karena di Ngawi Banyak Lowongan Pekerjaan

6 September 2025
4 Hal yang Membuktikan Fizi Bukan Karakter Paling Miskin dalam Serial Upin Ipin, Penonton Nggak Sadar!

4 Hal yang Membuktikan Fizi Bukan Karakter Paling Miskin dalam Serial Upin Ipin, Penonton Nggak Sadar!

26 Agustus 2024
Kendal, Surga bagi Tukang Parkir Liar, Nggak Ditindak, Nggak Kena Razia, Aman! jukir liar

Kendal, Surga bagi Tukang Parkir Liar, Nggak Ditindak, Nggak Kena Razia, Aman!

25 Januari 2024

Siapa yang Lebih Bangga dengan Keberhasilan PBSI dalam Menyabet Thomas Cup?

19 Oktober 2021
Mengenal Abang Roy dalam Serial Upin Ipin, Tokoh Antagonis yang Mengusik Ketenangan Kampung Durian Runtuh Mojok.co

Mengenal Abang Roy dalam Serial Upin Ipin, Tokoh Antagonis yang Mengusik Ketenangan Kampung Durian Runtuh

2 April 2024
Wonogiri dan Gunungkidul, Saudara Kembar Beda Nasib

Gunung Pegat, Gunung Belah, dan Giribelah, 3 Gunung di Wonogiri yang Bikin Bingung

5 Juni 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 UMKM Klaten yang Sukses Berdampak dan Menginspirasi Anak Muda

5 UMKM Klaten yang Sukses Berdampak dan Menginspirasi Anak Muda

24 Juni 2026
Kecamatan Purwokerto Lebih Populer daripada Kabupatennya, Banyumas, Bikin Banyak Orang Salah Paham Mojok.co

Kecamatan Purwokerto Lebih Populer daripada Kabupatennya, Banyumas, Bikin Banyak Orang Salah Paham

21 Juni 2026
Sebagai Warga Lokal, Saya Mengaku Iri dengan Anak Rantau yang Kuliah di Unila Lampung

Sebagai Warga Lokal, Saya Mengaku Iri dengan Anak Rantau yang Kuliah di Unila Lampung

23 Juni 2026
4 Rekomendasi Motor Second yang Cocok untuk Mahasiswa Pertama Kali Merantau Mojok.co

4 Rekomendasi Motor Second yang Cocok untuk Mahasiswa Pertama Kali Merantau

25 Juni 2026
Menelusuri Dosa-Dosa Orde Baru pada Alam Indonesia Lewat Buku “32 Tahun Menjarah Alam” Mojok.co

Menelusuri Dosa-Dosa Orde Baru pada Alam Indonesia Lewat Buku 32 Tahun Menjarah Alam

25 Juni 2026
Alasan Saya Gemar Berjalan Kaki di Bandar Lampung kendati Rasanya seperti Uji Nyali

Alasan Saya Gemar Berjalan Kaki di Bandar Lampung kendati Rasanya seperti Uji Nyali

24 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.