Toyota Veloz, Mobil yang Sangar di Jalan Datar tapi Lemas di Tanjakan

Toyota Veloz, Mobil yang Sangar di Jalan Datar tapi Lemas di Tanjakan

Toyota Veloz, Mobil yang Sangar di Jalan Datar tapi Lemas di Tanjakan (unsplash.com)

Mobil Toyota Veloz atau All New Veloz resmi meluncur pada November 2021 dan kebetulan langsung dipinang oleh keluarga saya pada Desember di tahun yang sama dengan minat type Q. Ibarat gorengan di pinggir jalan, mobil ini masih anget-angetnya, belum sempat kena angin, dan masih jarang ketemu mobil sama di jalanan.

Setelah kurang lebih 4 tahun memakai mobil keluarga ini untuk kebutuhan harian, kali ini saya mau berbagi pengalaman seperti apa rasanya menggunakan Toyota Veloz. Apa saja yang bikin nyaman dan apa saja yang bikin mengelus dada akan saya ceritakan di sini.

Desain eksterior dan interior Toyota Veloz

Saat pertama kali muncul di berita otomotif, yang terlintas di kepala saya soal mobil Toyota ini cuma satu: ganteng. Jauh banget penampilannya dibanding generasi sebelumnya. Desain depan, samping kanan dan kirinya benar-benar kelihatan seperti mobil yang mau bilang, “Saya sudah naik kelas.” Ada aura mahal yang menempel pada mobil ini.

Masalahnya, kesan itu hancur begitu Toyota Veloz ini benar-benar terparkir di depan rumah saya. Dari jauh memang kelihatan ganteng, tapi ketika mulai didekati apalagi disentuh, rasanya kok beda. Bahan bodinya terasa kurang meyakinkan. Diketok sedikit, suranya kopong seperti kaleng yang lupa diisi.

Bagian yang paling bikin kaget tentu saja kap mesin. Ditekan sedikit saja sudah terasa melengkung atau mleyot. Di titik ini, aura mahal yang tadi terasa kuat pelan-pelan berubah jadi tanda tanya besar. Ganteng iya, tapi kok sepertinya ringkih, ya?

Masuk ke dalam mobil ini, jujur saja, rasanya lega. Kabin Toyota Veloz terasa lapang, joknya empuk, dan baris kedua enak buat duduk lama. Bahkan baris ketiga pun masih manusiawi bukan sekadar formalitas seperti “yang penting ada” untuk ukuran mobil keluarga. Ini poin plus yang langsung terasa sejak awal.

Soal material, jujur saja plastiknya biasa saja namun, Toyota masih kasih sedikit penghiburan yaitu baris depan dan baris kedua sudah dibekali panel soft touch. Setidaknya, bagian yang paling sering disentuh tangan tidak terasa murahan. Sisanya? Ya sudah, harus sadar diri saja, ini tetap mobil keluarga, bukan mobil pamer interior mewah.

Fitur Toyota Veloz

Salah satu hal yang paling saya suka dari Toyota All New Veloz adalah fiturnya yang cukup melimpah. Mobil ini terasa niat dikasih bekal. Misalnya, tempat ngecas HP, serius ada banyak. Dari baris depan sampai baris ketiga, colokan ada di mana-mana. Saya hitung totalnya ada 7 titik pengisian daya, satu wireless charger, beberapa port USB, dan soket lighter yang tinggal beli adaptor sendiri.

Sayangnya, wireless charger di mobil ini menurut saya cuma gimik. Sudah saya coba sekitar 30 menit, baterai nambah dikit, HP malah jadi panas. Jadi kalau mau cepat, tetap lebih waras pakai kabel.

Ada juga kamera 360 derajat, fitur ini sangat membantu, cuma ya itu, kualitas gambarnya biasa saja. Kalau malam atau hujan, hasilnya agak burem dan kurang tajam.

Selain itu ada rem tangan elektrik (EPB) lengkap dengan fitur Auto Hold. Ini salah satu fitur favorit saya dari mobil Toyota Veloz ini. Nggak perlu lagi tarik-tarik tuas rem tangan, cukup pencet tombol.

Soal fitur keselamatan. Mobil ini sudah dibekali airbag, ABS, EBD, stability control, hill start assist untuk mencegah mobil mundur di tanjakan, sampai pengingat perawatan kendaraan.

Rasa berkendara

Ini yang menjadi poin utama, yaitu soal rasa berkendara. Mobil ini sebenarnya enak dikendarai. Suspensinya empuk, lewat polisi tidur atau jalan rusak masih nyaman dan nggak bikin badan capek. Dipakai harian di dalam kota juga santai, aman, dan nyaman.

Dibawa ke jalan tol pun mobil ini cukup meyakinkan. Di kecepatan 120 km/jam ke atas, Toyota Veloz masih terasa anteng, nggak goyang, dan cukup nempel ke aspal. Dari sisi kestabilan, menurut saya aman dan bikin pede.

Yang mulai bikin sedih adalah konsumsi BBM-nya. Untuk pemakaian dalam kota, meskipun sudah pakai mode Eco, konsumsi bensinnya di angka 9–10 km/l. Kalau luar kota bisa lebih baik, sekitar 12–14 km/l, tapi tetap terasa belum irit untuk mobil keluarga dengan mesin segini.

Sebenarnya ini masih bisa ditoleransi kalau mobilnya cuma dipakai di jalan datar atau perkotaan. Masalah besar baru muncul saat ketemu tanjakan, Toyota Veloz langsung ngos-ngosan. Pernah saya bawa ke Semarang dengan isi 7 orang, dan ketemu tanjakan yang menurut saya nggak terlalu ekstrem, mobil ini malah kesulitan.

Padahal sudah pakai mode Power, transmisi sudah dipindah ke manual, bahkan di tanjakan yang biasa saja pun mobil ini masih terasa berat. RPM cepat turun, tenaganya kayak habis di tengah jalan. Istilahnya sangar di jalan datar, tapi lemes di tanjakan.

Belum selesai di situ, masalah lain yang cukup mengganggu adalah bunyi-bunyi dari interior. Di jalan jelek sedikit, mulai terdengar suara “kriet-kriet” alias retel dari plastik-plastik interior dan yang paling ngeselin, kalau muter musik dengan bass agak besar, door trim ikut geter dan suara jadi pecah.

Kesimpulan

Kesimpulannya, mobil Toyota Veloz 2021 ini masih bisa dibilang mobil keluarga yang masuk akal. Kabinnya lega, bisa mengangkut banyak orang, bagasinya luas, perawatannya relatif murah, dan soal sparepart nggak perlu khawatir karena gampang dicari di mana-mana.

Fitur melimpah, namun ada beberapa catatan penting yang harus siap diterima. Konsumsi BBM-nya cenderung boros, dan ketika bertemu jalan tanjakan, pengemudi harus siap mental karena tenaganya terasa ngos-ngosan. Ditambah lagi, suara “kriet-kriet” dari plastik interior saat ketemu jalan jelek adalah hal yang mau tidak mau harus ditoleransi.

Penulis: Imanuel Joseph Phanata
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Saya Akhirnya Tahu Kenapa Innova Reborn Diesel Dipuja Banyak Orang, Beneran Sebagus Itu!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version