Toyota Kijang Super, Mobil Tua Bangka yang Menolak Mati

Toyota Kijang Super, Mobil Tua Bangka yang Menolak Mati Mojok.co

Toyota Kijang Super, Mobil Tua Bangka yang Menolak Mati (unsplash.com)

Di tengah gempuran mobil modern yang serba canggih, banyak fitur, serta visual yang cukup modern, ada satu mobil yang masih bertahan di jalanan Indonesia. Mobil ini masih diminati oleh banyak kalangan. Baik kalangan sepuh, maupun dari golongan anak muda. Ia adalah Toyota Kijang Super. Sebuah mobil keluaran 1996.

Dilihat-lihat Toyota Kijang Super tidak menawarkan kemewahan maupun kecepatan. Bahkan,  dibandingkan dengan mobil sekarang, fiturnya bisa dibilang nyaris tidak ada yang menarik.

Akan tetapi, anehnya, mobil ini tetap dicari dan dipakai dengan amat bangga. Bahkan, oleh sebagian orang, justru dianggap kalcer. Termasuk oleh saya sendiri. BTW, Toyota Kijang ini ada beberapa tipe. Bagi saya, tipe Kijang Super ini adalah yang paling superior.  

Mobil yang nggak pernah punya ambisi jadi keren

Kalau melihat desainnya, Toyota Kijang Super sebenarnya biasa saja. Desainnya bisa dibilang jadul dan jauh dari kata modern. Tidak ada kesan gagah seperti SUV, tidak juga elegan seperti sedan. Namun, saya kira justru itu ciri khasnya.

Mobil ini tidak pernah berusaha terlihat ndakik-ndakik. Kijang Super tidak sok jadi mobil petualang. Tidak juga mencoba tampil sporty. Dari awal, Kijang sudah punya identitas jelas, yakni mobil biasa saja. Iya, selayaknya mobil pada umumnya, melindungi pengendaranya dari dari hujan dan panas. Sudah begitu saja.

Itu mengapa, Kijang Super tidak neko-neko. Fokusnya hanya pada tujuan menjadi mobil yang enak dipakai tanpa banyak menguras isi kantong penggunanya.

Memang jika dikaji dari segi otomotif, kendaraan ini bukan tipe dengan mesin spesifikasi tinggi atau teknologi rumit ala-ala hybrid. Mesin Kijang generasi ini terkenal bandel sekali mesinnya, mudah dirawat, dan tahan banting. 

Pun kalo rusak, bengkel pinggir jalan pun biasanya sanggup menangani. Spare part mudah dicari. Dan yang paling penting, mobil ini tidak banyak drama. 

Toyota Kijang Super menawarkan kenyamanan yang sederhana 

Kalau bicara kenyamanan, tentu mobil ini tidak bisa dibandingkan dengan mobil baru. Namun, sejauh pengalaman saya, Toyota Kijang Super masih nyaman dikendarai kok. Walau memang, suspensinya tidak terlalu halus dan kabinnya juga tidak kedap suara. 

Satu hal yang paling saya suka adalah posisi duduknya yang lega. Kabinnya luas, cocok untuk perjalanan keluarga. Bahkan, untuk perjalanan jauh yang membawa banyak barang, Kijang masih bisa diandalkan. 

BTW, testimoni positif dari mobil ini yang ngomong bukan cuma saya. Mertua saya yang mengendarai kendaraan ini sejak 2007 juga berkata demikian. Menurut blio, tak pernah ada kendala apapun selama memiliki Toyota Kijang ini. Hanya perawatan basic seperti ganti oli, cek air aki. Kalaupun perlu servis, biasanya yang ringan-ringan saja. Benar-benar nggak rewel. 

Toyota Kijang Super tumbuh bersama banyak keluarga

Saya ingat betul bapak mertua saya sering bercerita soal perjuangan dan kisah-kisah heroik lain bersama mobil Kijangnya. Mobil tua itu bak jadi saksi perjalanan keluarga dari satu fase ke fase yang lain. Entah sejak anaknya masih mungil, sampai anaknya tiba-tiba mau punya cucu.

Saya yakin di luar sana ada banyak cerita serupa. Tidak heran kalau sampai sekarang masih banyak orang yang enggan menjual Kijang lawas mereka. Bukan karena tidak mampu ganti mobil baru, tapi karena ada nilai emosional yang sulit digantikan.

Mobil tua bangka yang masih punya tempat

Jika kita menyimak kondisi ekonomi harı ini, ada trend kalau anak muda mulai mencari mobil bekas. Bahkan mobil tua. Mungkin karena memang suka. Atau mungkin karena memang harganya masih masuk akal.

Bagi yang belum tahu, pajak dari Kijang Super ini sangat  murah, hanya sejuta saja. Bahkan, ada yang pajaknya lebih murah. Saya kira dengan nominal terjangkau itu memiliki kendaraan dengan tujuan anak-istri tidak kehujanan dan kepanasan adalah keputusan yang bijak 

Mungkin karena itu pula yang membuatnya tidak perlu mengikuti tren, tapi justru bertahan melewati tren-tren yang ada. Hari ini, pilihan mobil semakin banyak. Teknologi semakin canggih. Fitur semakin lengkap. Tapi di tengah semua itu, Kijang Super tetap punya tempatnya sendiri.

Ia mungkin bukan mobil terbaik. Tapi jelas bukan mobil yang mudah dilupakan. Kalau dipikir-pikir, Kijang ini memang aneh. Sudah tua, tapi belum juga menyerah. Sudah ketinggalan zaman, tapi belum juga ditinggalkan.

Dan jujur saja, melihat itu semua, rasanya satu kalimat paling pas untuk menggambarkannya: mobil ini seperti tidak tahu cara untuk mati. Yah, Kijang super ini memang mobil yang abadi.

Penulis: M. Afiqul Adib
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Orang Waras Pilih Toyota Agya Dibanding Honda Brio, Lebih Keren dan Bebas Julukan Aneh-aneh.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version