Toyota Kijang, Mobil Paling Dicintai di Indonesia

toyota kijang super mesin praktik mojok sejarah toyota avanza di indonesia

toyota kijang super mesin praktik mojok

Rasa bangga akan negara adalah sesuatu yang harus selalu dipupuk. Seperti yang terjadi di era Orde Baru, sebuah masa di mana kebanggaan diciptakan penuh dengan trik dan intrik. Jauh sebelum mobil Esemka menjadi bahasan nan panas, kita pernah punya masa kejayaan otomotif khas tanah air. Salah satunya adalah Toyota Kijang. Sebuah mobil yang kerap diartikan sebagai “kerjasama Indonesia-Jepang”.

Lebih daripada itu, mobil ini punya nama yang sangat Indonesia sejak awal kemunculannya. Kijang alias kidang, adalah hewan lincah yang memang ada di Indonesia. Ia tak seperti Panther maupun Zebra, para hewan luar negeri yang palingan hanya ada di kebun binatang dan buku paket IPA. Kalau kata anak sekarang, local pride. Hewan yang anggun dan menjadi indikasi terjaganya sebuah kawasan. Sebuah bukti dari kemampuan memilih nama yang teramat baik.

Toyota Kijang yang awalnya diniatkan sebagai mobil niaga, akhirnya bermetamorfosis menjadi mobil keluarga. Meski tetap saja, ia tak bisa kehilangan fungsi niaganya. Dan untuk negara ini, sebuah mobil memang perlu memiliki sifat yang banyak bisanya.

Mau buat kondangan tentu bisa. Di kampung saya, mobil tipe ini adalah mobil yang paling cocok untuk banyak acara. Pengajian, takziah, menengok orang sakit, hingga mengangkut suporter tim bola kampung. Buat jualan juga bukan hal baru. Ia akan dengan mudah membaur dengan sales mainan, kerupuk, sabun cuci, hingga penjual celana dan kaos di pasar malam. Jika Kijang ini bertubuh bak terbuka, ia hampir selalu menjadi tunggangan tukang aspal dan toko bangunan.

Semua kehebatan itu didukung pula dengan tubuh prima yang bisa disejajarkan dengan tumit Hulk yang kapalan. Material yang digunakan sangat gemah ripah loh jinawi. Kaki-kaki nan kokoh mencengkeram bumi dengan langsam dan mantap. Shockbreaker yang nyaman memberi kepuasan pada bokong di setiap tempat duduknya. Memantul dengan anggun bak engsel lutut balerina. Posisi mesin aman dari cipratan, sama tingginya dengan hati Firaun yang ditelan Laut Merah.

Dengan kata lain, ia adalah mobil yang memang sudah sepantasnya dicintai rakyat Indonesia. Ia diciptakan sesuai kebutuhan orang-orang negara berflower ini. Seolah penciptanya sudah mengerti jika jalanan di Indonesia tak akan kunjung beres. Bikin jalan tol baru memang kita jago, tapi soal perawatan dan pembangunan jalan umum masih belum mumpuni. Maka dari itu, Toyota Kijang hadir dengan tubuhnya yang “seterek” dan kokoh. Bentuknya yang ikonik layaknya kotak sumbang jumatan, membuatnya everlasting.

Dan yang paling penting adalah satu: awet. Apalagi melihat harganya yang boleh dibilang terjangkau di kelasnya. Ia seolah tahu kalau pendapatan kita mepet di semua lini. Yang bikin sepertinya paham, kalau suatu saat akan ada gelombang penanam modal yang ngawur dan munculnya Omnibus Law. Oleh karena itulah, mobil ini adalah sebuah bukti bahwa setidaknya ada banyak hal baik dari masa orde baru. Dan Toyota Kijang adalah bukti nyata yang kaffah dan tak bisa digempur apapun jua.

Namun, ada satu hal yang pasti dari si Kijang. Ia tak seperti mobil Esemka yang awalnya dikisahkan sebagai mobil asli produksi anak negeri, Toyota Kijang sudah punya peran yang tak diromantisasi berlebihan sejak awal. Ia adalah mobil “dalam negeri”, dan mengaku dengan sadar jika dirinya adalah hasil dari berkongsi dengan perusahaan Toyota. Jika mau diperhatikan lebih dalam lagi, Toyota Kijang memang wujud dan nyata.

Sedang Esemka, kita tahu sendiri keberadaannya seperti apa.

Penulis: Bayu Kharisma Putra
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Saya Curiga, Jangan-jangan Toyota Kijang Itu Ditanami Susuk

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.
Exit mobile version