Toyota Harrier Gen 2: Mobil SUV Bekas Rp100 Jutaan Terbaik, Nyamannya Nggak Ada Lawan

Toyota Harrier Gen 2: Mobil SUV Bekas Rp100 Jutaan Terbaik, Nyamannya Nggak Ada Lawan Mojok.co

Toyota Harrier Gen 2: Mobil SUV Bekas Rp100 Jutaan Terbaik, Nyamannya Nggak Ada Lawan (wikipedia.org)

Toyota Harrier Gen 2, mobil bekas yang sangat layak untuk dilirik sekarang ini. 

Ada banyak pilihan membeli mobil bekas di harga Rp100 jutaan. Merek keluaran Jepang yang terkenal dengan mesinnya “bandel” hingga mobil Eropa yang prestise pun ada. Sekalipun bukan mobil baru, dengan merek dan harga-harga segitu, kenyamanan tidak perlu dipertanyakan. 

Di tengah banyaknya pilihan mobil bekas seharga Rp100 juta, ada satu merek yang menyita perhatian saya. Apa lagi kalau bukan Toyota Harrier Gen 2. Tidak hanya saya, mungkin ada banyak orang lain melirik mobil yang diproduksi sekitar 2003-2012 itu. SUV mewah ini memang sempat jadi primadona pada masanya. Ketika Toyota Harrier “jatuh” ke harga Rp100 juta, tentu akan banyak orang mengincar untuk memilikinya. 

Bagi kalian yang belum tahu, Toyota Harrier Gen 2 itu tampak futuristik dari luar. Garis bodinya bersih dan proporsional, enak banget dipandang. Pokoknya nggak tampak seperti SUV tua yang sudah uzur, masih keren mengaspal di jalanan. 

Daya tarik Toyota Harrier Gen 2

Daya tarik utama Toyota Harrier Gen 2 terletak pada kabinnya. Jok elektrik sudah jadi standar di banyak varian, baik pengemudi maupun penumpang depan. Pengaturan kursinya halus dan empuk. Rasa-rasanya seperti sofa ruang tamu yang dibawa ke dalam mobil. Setir bisa diatur maju mundur serta naik turun, membuat posisi mengemudi gampang disesuaikan tanpa harus berkompromi.

Visibilitas menjadi salah satu keunggulan lain yang sering diremehkan. Kaca depan mobil ini lebar, pilar A tidak terlalu tebal, dan posisi duduknya agak tinggi. Kombinasi itu membuat pandangan ke depan dan ke samping terasa lega. Ini adalah mobil SUV yang tidak bikin deg-degan saat menyelinap di kemacetan atau masuk parkiran sempit.

Ada banyak “bonus” yang bikin mobil ini makin nyaman

Selain daya tarik di atas, Toyota Harrier Gen 2 juga menawarkan fitur-fitur lain yang rasanya jadi seperti bonus ketika membeli mobil satu ini. Sebut saja electric window, power backdoor, hingga fitur memajukan kursi penumpang depan lewat tombol dari sisi pengemudi. Fitur ini terdengar sepele, tapi begitu sering membawa penumpang belakang, barulah terasa fungsinya. Toyota dulu memang gemar menyelipkan kemewahan kecil yang fungsional.

Sedikit gambaran. Toyota Harrier Gen 2 hanya memiliki dua baris kursi. Tapi, jangan bayangkan baris kedua yang sekadar tempelan ya. Sandaran kursi belakang bisa diatur tingkat kemiringannya, membuat penumpang belakang bisa duduk santai dalam perjalanan jauh.

Ditambah kiri AC di belakang yang hembusannya khas Toyota, dingin sampai ke tulang. Bahkan, penumpang belakang tetap bisa menikmati kabin sejuk tanpa harus meringkuk pasrah.

Mesinnya mirip Toyota Camry

Soal mesin, Toyota Harrier Gen 2 yang beredar di Indonesia umumnya menggunakan mesin 2.4 liter 4 silinder berkode 2AZ-FE. Mesin yang sama yang juga dipakai Toyota Camry dan Alphard generasi awal. Tenaganya berada di kisaran 160 horsepower dengan torsi sekitar 220 Nm. Angka ini memang tidak membuat kepala terhentak ke sandaran, tapi cukup untuk menggerakkan bodi besar Harrier dengan santai dan percaya diri.

Transmisinya hanya tersedia dalam pilihan otomatis 4 percepatan. Ini sering jadi bahan kritik, terutama di era sekarang ketika transmisi CVT atau otomatis 6 hingga 8 percepatan sudah jadi standar. Namun, justru inilah karakter Harrier. Perpindahan giginya halus, tidak terasa tergesa, dan cocok dengan karakter mobil yang memang tidak diciptakan untuk kebut-kebutan.

Banyak yang bilang, Toyota Harrier Gen 2 itu membosankan untuk dikemudikan. Dan, jujur saja, ada benarnya. Setirnya ringan, suspensinya empuk, dan respon gasnya linear. Tidak ada sensasi sporty, tidak ada rasa agresif. Tapi, justru di situ poinnya. Harrier adalah mobil yang membuat pengemudi rileks, bukan yang gampang panas saat disalip mobil lain apalagi saya di tol.

Toyota Harrier Gen 2 boros BBM dan pajaknya mahal

Tidak ada mobil yang sempurna, begitu pula Toyota Harrier Gen 2. Soal konsumsi BBM, mobil ini memang bukan yang paling irit. Dengan bobot mendekati 1,7 ton dan mesin 2.4 liter non-CVT, mobil ini jelas bukan tipe yang hemat BBM. Di dalam kota, angka 6 sampai 8 km per liter adalah sesuatu yang realistis. Di tol bisa sedikit lebih baik, tapi tetap saja, ini mobil yang akrab dengan SPBU. Sahabat Pertamina, istilahnya.

Akan tetapi, di jajaran mobil mewah yang sudah berumur, konsumsi BBM Toyota Harrier Gen 2 masih masuk akal kok. Tapi ya jangan harap SUV besar bermesin 2.4 liter ini bisa irit seperti LCGC. Boros BBM memang jadi “harga” yang harus dibayar untuk kenyamanan dan kelas yang ditawarkan.

Hal lain yang sering membuat orang mundur adalah pajak tahunan. Untuk Toyota Harrier Gen 2, pajak bisa menyentuh angka Rp5-6 jutaan tergantung daerah dan tahun produksi. Bagi sebagian orang, ini terasa berat. Tapi, bagi yang sudah siap mental dan finansial, pajak tersebut sepadan dengan apa yang didapatkan.

Begitulah Toyota Harrier Gen 2. Kendaraan ini memang bukan pilihan terbaik untuk mereka yang mendang-mending soal bensin. Namun, buat mereka yang berharap punya kendaraan dengan aura mobil kelas atas tanpa harus keluar duit setengah miliar, Toyota Harrier Gen 2 bekas ini adalah pilihan tepat. 

Penulis: Budi
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Dilema Punya Honda Mobilio: Nyaman Dikendarai dan Irit, tapi Kaki-Kaki Mobilnya Sering “Keseleo”.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version