Top Coffee Barista Vs Kapal Api Fresco: Mana Kopi Hitam Saset Paling No Debat?

Top Coffee Barista Vs Kapal Api Fresco: Mana Kopi Hitam Saset Paling No Debat? terminal mojok.co

Top Coffee Barista Vs Kapal Api Fresco: Mana Kopi Hitam Saset Paling No Debat? terminal mojok.co

Dunia perkopian khususnya kopi saset rupanya tak pernah berhenti untuk saling bersaing dalam hal klaim kopi paling enak. Beragam artis dan aktor dilibatkan untuk memberikan kesan bahwa kopi yang dipromosikan merupakan kopi favorit para selebritis.

Satu kalimat yang kerap saya dengar ketika melihat iklan kopi akhir-akhir ini adalah kalimat “no debat”. Sebuah kalimat singkat yang menjadi klaim bahwa kopi yang diminumnya adalah kopi hitam saset paling enak di seluruh rak minimarket.

Ada dua merek kopi yang mengklaim bahwa kopi produksinya memiliki kadar kenikmatan yang no debat. Kedua kopi tersebut adalah Top Coffee Barista dan Kapal Api Fresco.

Untuk itulah saya berniat mengadu kedua kopi tersebut: mencari manakah kopi yang paling “no debat” antara Top Coffee Barista dan Kapal Api Fresco.

#1 Harga

Top Coffee Barista dibanderol dengan harga Rp9.000 per 1 renteng @15 saset. Produk ini masih setia dengan promo beli dua gratis satu. (skor 1)

Kapal Api Fresco dibanderol dengan harga Rp8.000 per 1 renteng @ 10 sachet. (skor 1)

Artinya, jika kita membeli satuan, Top Coffee Barista akan lebih mahal daripada Kapal Api Fresco. Namun, jika beli dalam jumlah banyak, Top Coffee Barista akan lebih murah daripada Kapal Api Fresco. Dari segi harga kedua kopi ini memiliki skor imbang dari segi terjangkaunya harga.

#2 Komposisi

Top Coffee Barista memiliki komposisi kopi bubuk robusta 20%, kopi bubuk arabica 10%, dan gula, dengan berat bersih 25 gram. (Skor 2)

Kapal Api Fresco memiliki komposisi kopi bubuk 20% (dibungkus bagian depan terdapat tulisan coffee arabica & robusta tapi tidak ditulis perbandingannya) dan gula, dengan berat bersih 25 gram. (Skor 1)

Artinya, komposisi kopi bubuk Top Coffee Barista lebih banyak daripada Kapal Api Fresco. Meski demikian, keduanya merupakan kopi hitam saset yang menawarkan arabica dan robusta dalam kemasannya. Top Coffee Barista unggul dari segi komposisi.

#3 Aroma

Top Coffee Barista, saat diseduh dengan air panas, aroma kopi seakan tertutup dengan wangi gula. Saya cukup kesulitan mendapatkan wangi arabica yang khas. Hal ini wajar karena komposisi kopi arabica hanya 10%. Meski demikian, aroma kopi robusta yang menguar tidak terlalu strong. (skor 1)

Kapal Api Fresco, saat diseduh dengan air panas yang sama dengan kopi sebelumnya, aroma kopi yang saya hirup justru mirip seperti kopi hitam yang dijual dalam kemasan curah. Jika saya hirup lebih dalam, hidung saya menangkap aroma seperti biji kopi robusta fine roasted dan aroma kopi arabika yang sangat tipis. (skor 2)

Meski Kapal Api Fresco memiliki komposisi kopi bubuk yang lebih sedikit, tetapi aroma kopinya lebih unggul dari Top Coffee Barista. Perihal aroma, Kapal Api Fresco unggul.

#4 Rasa

Sebelum mulai mencicipi, saya tunggu ampas turun. Rupanya kedua kopi tersebut membutuhkan waktu yang hampir sama agar ampasnya turun, yakni selama 3 menit. Setelah 3 menit, saya mengaduk kedua kopi tersebut dengan pola huruf M (yang katanya merupakan pola mengaduk minuman yang benar).

Top Coffe Barista, setelah ampas turun, saya menyesap kopi yang di-endorse oleh aktor Adipati Dolken tersebut. Rasa yang saya tangkap adalah manis yang masih menutupi rasa dari kopi itu sendiri. Meski demikian, rasa kopi akan semakin kuat ketika suhu kopi berubah dari panas menjadi hangat. Poin plus dari kopi ini adalah gulanya yang cepat mencair. (Skor 2)

Kapal Api Fresco, rasa kopi lebih terasa alias lebih strong ketika suhunya masih panas. Ketika suhunya menurun, rasa kopinya masih tetap terasa dan ngeblend dengan manisnya gula. Mungkin bubuk kopinya disangrai lebih lama daripada kopi merek sebelumnya, sehingga rasanya lebih kuat meskipun komposisi kopi bubuknya lebih sedikit. (Skor 3)

Kesimpulan

Top Coffee Barista unggul dalam hal harga yang lebih murah dengan komposisi kopi bubuk yang lebih banyak daripada kompetitornya, Kapal Api Fresco. Untuk mendapatkan rasa yang enak, kita perlu menunggu kopinya dalam suhu yang hangat. (Total skor 6)

Kapal Api Fresco unggul dalam soal rasa yang lebih nendang, meski harganya lebih mahal daripada kompetitornya tersebut. (Total skor 7)

Kedua kopi tersebut sama-sama mengklaim produknya dengan kalimat “no debat”. Dengan demikian, Kopi Kapal Api Fresco layak mendapatkan predikat “no debat” setelah berhasil unggul tipis dari kompetitornya Top Coffee Barista.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Exit mobile version