Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Tobirama Senju, Bapak Pendidikan Konoha yang Mengubah Dunia Ninja

Kurniawan Ivan Prasetyo oleh Kurniawan Ivan Prasetyo
26 November 2020
A A
Tobirama Senju mojok 5 Sosok Pemimpin yang Sesuai dengan Kriteria Jokowi: Rambut Putih dan Kerut di Wajah

Tobirama Senju mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Peringatan Hari Guru di tahun 2020 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut tidak terlepas dari pandemi. Akibatnya? Tidak usah ditanya, kita semua pasti sudah bisa merasa. Namun, sebenarnya pandemi turut berkontribusi besar dalam perbaikan dunia pendidikan. Itu jelas terlihat dari sejumlah terobosan atau inovasi yang tiada henti digali oleh para pendidik di Indonesia meski masih tersandung akses teknologi.

Sejumlah tokoh pendidikan (hemat saya guru honorer lah yang layak disebut sebagai tokoh pendidikan) pun tiada henti tetap berkreasi dan berkontribusi membangun kualitas pendidikan menjadi lebih baik di negeri ini. Sebagai seorang pendidik pun saya tetap berusaha untuk tidak ketinggalan. Ada beberapa pemikiran, wacana, serta terobosan yang telah dicetuskan oleh sejumlah ahli yang menarik untuk kita coba terapkan di kurikulum pendidikan Indonesia. Salah satu tokoh pendidikan yang menjadi role model saya adalah Tobirama, sang Hokage kedua.

Memahami sistem pendidikan di Konoha baik di serial Naruto atau bahkan Boruto, kita akan dihadapkan dengan sejumlah peninggalan Tobirama. Hal tersebut bisa kita lihat dengan adanya sistem akademi, ujian chunin, hingga jurus-jurus kreasi Tobirama yang nampaknya menjadi semacam mata pelajaran wajib bagi ninja-ninja konoha. Berikut beberapa peninggalan Tobirama di bidang pendidikan yang barangkali bisa kita terapkan di Indonesia.

Akademi Ninja

Tidak bisa dibayangkan bagaimana generasi muda Konoha tanpa adanya akademi ninja. Akademi ninja, sebagai satu-satunya lembaga pendidikan ninja di Konoha (entah statusnya negeri atau swasta), mampu mencetak ninja-ninja hebat sekelas Minato Namikaze, Itachi Uchiha, Kakashi Hatake, dan Naruto Uzumaki pastinya.

Akademi ninja didirikan pada masa pemerintahan Hokage kedua, yakni Tobirama. Hal tersebut bertujuan untuk memenuhi kebutuhan militer. Alasan yang cukup masuk akal, mengingat pada masa Tobirama, desa-desa lain seperti Sunagakure, Kirigakure, Kumogakure, dan Iwagakure juga tengah mengalami perkembangan. Ditambah suhu politik dunia shinobi yang memanas kala itu hingga menyebabkan Perang Dunia Shinobi I.

Berbeda dengan Konoha, sistem pendidikan di Indonesia memang tidak diperuntukkan untuk kebutuhan militer, melainkan untuk kebutuhan industri. Tapi bagaimanapun kita tetap perlu bangga dengan sistem pendidikan Indonesia yang menggalakan Wajib Belajar 6 tahun sejak 1984. Tidak berhenti sampai disitu, pada 1994, Soeharto mengeluarkan Inpres Nomor 1 Tahun 1994 tentang Wajib belajar 9 tahun. Dan di tahun 2015, pemerintah mencanangkan program Wajib Belajar 12 tahun. Masalah wajib-mewajibkan, Indonesia lebih unggul ketimbang Konoha.

Untuk kurikulum, seperti sekolah pada umumnya, akademi ninja Konoha mempunyai kurikulum dasar berupa pengajaran membaca, menulis, berhitung, geografi, dan sebagainya. Namun, dalam sistem pendidikan di akademi ninja Konoha lebih mengedepankan kecerdasan kinestetik bagi setiap siswanya. Demi mengoptimalkan kecerdasan kinestetik, siswa diajarkan teknik taijutsu, ninjutsu, dan genjutsu.

Setelah dinyatakan lulus dari akademi, para siswa akan resmi menjadi seorang genin dan tergabung dengan sejumlah tim kecil yang dipimpin oleh seorang jonin. Contoh sederhananya seperti Naruto, Sakura, dan Sasuke yang tergabung dalam tim 7 di bawah Kakashi Hatake. Di dalam tim inilah sistem mentoring menjadi kian intens.

Baca Juga:

Pengalaman Belajar Ilmu Tenaga Dalam di Pesantren Berharap Bisa Rasengan Kayak Naruto

Perbandingan Jumlah Guru dan Murid yang Ideal serta Keberadaan Support System Adalah Rahasia Kecerdasan Upin Ipin dan Naruto

Sistem mentoring dalam tim-tim kecil tersebut bisa dibilang efektif dan patut kita contoh. Hal tersebut bisa terjadi karena tidak lagi adanya penyeragaman bahkan pemaksaan terhadap metode pembelajaran dari jounin ke genin. Jounin mengetahui bahwa setiap genin memiliki ciri khasnya masing-masing. Hal tersebut terlihat dari tipe cakra yang dimiliki masing-masing jonin. Misal, Naruto memiliki tipe chakra angin sedangkan Sasuke memiliki tipe chakra api. Tidak bisa kemudian metode belajar Naruto diterapkan pada Sasuke, begitupun sebaliknya. Nah, di Indonesia terkadang kita sering memaksakan metode belajar si A ke si B. Hal tersebut yang membuat tujuan belajar kurang maksimal.

Ujian Chunin

Sistem ujian chunin juga merupakan warisan Tobirama yang masih tetap bisa kita lihat di serial Boruto. Ujian chunin diselenggarakan dengan tujuan untuk mengukur kemampuan tempur dan taktik dari para genin yang sudah ditempa di akademi dan dilatih oleh jounin ketua.

Sistem ujian chunin terbilang cukup menarik. Hal tersebut lantaran penilaian yang berdasarkan proses serta pengamatan secara menyeluruh oleh tim penguji. Meski dalam praktik pelaksanaan ujian chunin hanya akan memperoleh satu ninja pemenang, namun bukan berarti dalam pagelaran ujian chunin hanya akan ada satu orang yang berhak menjadi chunin. Begitupun sebaliknya, meski seorang shinobi menang dalam ujian belum tentu ia berhak menjadi chunin.

Seperti ketika Shikamaru bertarung melawan Temari, ia menyatakan pengunduran dirinya. Tetapi, setelah pelaksanaan ujian (meski sebenarnya gagal di tengah jalan gara-gara serangan Orochimaru) Shikamaru dinyatakan lulus dan resmi menjadi chunin. Hal tersebut berangkat dari penilaian tim panitia (lebih tepatnya, Hokage ketiga) yang menganggap kemampuan serta kecerdasan Shikamaru sudah setara dengan chunin.

Di sisi yang berbeda, tepatnya dalam serial Boruto, meski Boruto menang melawan Shinki namun ia harus didiskualifikasi lantaran ketahuan curang. Boruto menggunakan alat ninja modern yang dilarang dalam ujian.

Sistem penilaian dengan mengedepankan proses ini bisa juga kita terapkan pada siswa di sekolah. Hal tersebut penting untuk membentuk karakter mereka. Sistem penilaian yang hanya mengedepankan pada hasil terkadang membuat siswa menghalalkan segala cara untuk memperoleh hasil yang maksimal.

Pencipta jutsu-jutsu revolusioner

Sebagai seorang shinobi kelas tinggi, jutsu-jutsu ciptaan Tobirama tidaklah kaleng-kaleng seperti jutsu seksi Naruto. Beberapa jutsu ciptaan Tobirama terbukti berdampak bagi dinamika kehidupan shinobi di masa-masa mendatang. Jutsu-jutsu tersebut antara lain: Hiraishin no jutsu, (Tajuu) Kagebunshin no jutsu, serta Edo Tensei.

Kagebunshin no jutsu atau jutsu seribu bayangan merupakan jurus andalan dari Naruto Uzumaki. Dan faktanya jurus tersebut diciptakan oleh Tobirama. Tidak mudah untuk menguasai jurus tersebut. Diperlukan kapasitas dan kontrol chakra yang andal agar jutsu tersebut bisa efektif. Cara kerja jutsu ini adalah dengan membuat klon yang punya kapasitas chakra yang sama dengan pemilik asli.

Edo tensei, atau jurus menghidupkan orang mati, merupakan jurus terlarang yang diciptakan oleh Tobirama. Jurus tersebut pun yang turut meramaikan Perang Dunia Shinobi IV. Bahkan sang pencipta jurus, Tobirama sendiri, harus merasakan dua kali jurus tersebut. Pertama waktu ia dibangkitkan Orochimaru dalam rangka penyerangan Konoha, dan kedua ketika ia dibangkitkan lagi dalam rangka perang Perang Dunia Shinobi IV.

Tobirama adalah figur penting dalam dunia pendidikan Konoha. Pemikiran serta peninggalannya pun masih terasa hingga di serial Boruto. Sistem pendidikan yang progresif dan revolusioner dari Tobirama nampaknya perlu kita implementasikan di Indonesia, dengan tetap memperhatikan kearifan lokal masyarakat setempat.

Sumber gambar: Akun Twitter @Nichola22892927

BACA JUGA Mengenal Ego-Resiliensi: Melawan Trauma Pasca Demonstrasi Omnibus Law dan tulisan Kurniawan Ivan Prasetyo lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 26 November 2020 oleh

Tags: Borutohokagekonohanarutotobirama senju
Kurniawan Ivan Prasetyo

Kurniawan Ivan Prasetyo

Pernah menjadi mahasiswa dan buruh part time di Jogja

ArtikelTerkait

Seandainya Naruto Hidup dengan Minato Namikaze dan Kushina Uzumaki hingga Dewasa terminal mojok.co

Seandainya Naruto Hidup dengan Minato Namikaze dan Kushina Uzumaki hingga Dewasa

28 Februari 2021
Menelaah Praktik Nepotisme dalam Terpilihnya Naruto sebagai Hokage Konoha terminal mojok.co

Menelaah Praktik Nepotisme dalam Terpilihnya Naruto sebagai Hokage Konoha

30 Juni 2021
black clover naruto asta yuno mojok

Makin Hari, Black Clover Makin Mirip Sama Naruto

7 September 2020
kurama Jangan-jangan Pemerintah Kita Kena Genjutsu Mata Bulan alias Eye of The Moon Madara naruto tsuki no me mojok.co

Kata Siapa Naruto Tanpa Kurama Jadi Lemah? Ngaco!

22 Februari 2021
kurama Jangan-jangan Pemerintah Kita Kena Genjutsu Mata Bulan alias Eye of The Moon Madara naruto tsuki no me mojok.co

Politik Dinasti pada Pemilihan Hokage di Konoha, Bahaya Kalau Ditiru di Dunia Nyata

8 Desember 2020
anime

Mencari Falsafah Hidup dari Film Anime

23 Agustus 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Pasar Minggu Harus Ikuti Langkah Pasar Santa dan Blok M Square kalau Tidak Mau Mati!

4 Februari 2026
Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali Mojok.co

Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali

6 Februari 2026
Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat Mojok.co

Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat

2 Februari 2026
Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib Mojok.co

Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib

1 Februari 2026
Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan Mojok.co

Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan

1 Februari 2026
Alun-Alun Jember Nusantara yang Rusak (Lagi) Nggak Melulu Salah Warga, Ada Persoalan Lebih Besar di Baliknya Mojok.co

Jember Gagal Total Jadi Kota Wisata: Pemimpinnya Sibuk Pencitraan, Pengelolaan Wisatanya Amburadul Nggak Karuan 

6 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.