The Glory: Drama Balas Dendam Korban Bullying yang Bikin Penonton Syok

The Glory Drama Balas Dendam Korban Bullying yang Bikin Penonton Syok Terminal Mojok

The Glory Drama Balas Dendam Korban Bullying yang Bikin Penonton Syok (Unsplash.com)

Menjadi salah satu serial nomor satu di Netflix Indonesia, drama yang dibintangi oleh aktris dan aktor kenamaan Song Hye Kyo, Lee Do Hyun, dan Lim Ji Yeon ini telah memuncaki popularitasnya. The Glory juga berhasil mencapai nomor tiga daftar Top 10 Netflix TV Non-English selama seminggu terakhir. The Glory telah menayangkan season pertamanya pada Desember 2022 lalu yang akan berlanjut di season 2 pada Maret 2023 mendatang.

Nggak perlu diragukan, banyak orang menantikan akting Song Hye Kyo yang akan menunjukkan spektrum baru dalam karier aktingnya yang sebelumnya terkenal dalam perannya di drama romance. Song Hye Kyo memerankan karakter yang menunjukkan sisi gelapnya untuk menjalankan sebuah misi balas dendam. Serial ini juga menjadi comeback terbaru Song Hye Kyo setelah drama terakhirnya Now, We Are Breaking Up bersama Jang Ki Yong tayang tahun 2021 lalu. Bukan hanya pesona baru Song Hye Kyo, kita juga dapat melihat sisi baru dari penggambaran peran oleh karakter yang dimainkan Lee Do Hyun.

The Glory menceritakan tentang masa lalu traumatis Moon Dong Eun (Song Hye Kyo) yang menjadi salah satu korban bullying yang disiksa secara sadis oleh teman-teman SMA-nya. Dong Eun akhirnya memutuskan untuk membalas semua perbuatan orang-orang yang merundungnya dan menjadikan aksi balas dendam ini sebagai misi baru di hidupnya.

Dengan skema rumit, Dong Eun membuat rencana sempurna agar teman-temannya membayar kejahatan mereka. Rencana balas dendamnya dilakukan dengan pelan-pelan namun pasti.

Alur drama The Glory termasuk fast-paced, sat set sat set namun kisah yang dipaparkan dengan cukup jelas. Mulai dari pengenalan karakter hingga alur maju mundur yang cukup runtut mudah diikuti penonton.

Kisah kekerasan di sekolah mungkin sudah cukup umum diangkat dalam drama-drama Korea, namun eksekusi yang dikerjakan oleh sutradara berbakat Ahn Gil Ho yang dipadukan dengan penulis kenamaan Kim Eun Sook tidak menjadikan drama ini terlihat klise dan over dramatis. Tak lupa sinematografi apik dengan penggambaran gelap juga menjadi daya tarik dari serial The Glory.

Kim Eun Sook menjelaskan bahwa dia menulis The Glory untuk menggambarkan bagaimana luka dan rasa sakit yang diderita korban bullying. Drama ini juga menjadi cara Eun Sook menyampaikan pesan terhadap dukungan atas perjuangan para korban bullying di luar sana untuk pulih. Tak hanya meng-highlight kasus bullying, drama The Glory juga mengangkat kisah lain seperti kekerasan dalam rumah tangga, obat-obatan terlarang, serta dunia kelam para elite yang digambarkan melalui kehidupan masing-masing karakter.

Sudah banyak drama Korea yang mengangkat kasus bullying yang terjadi di dunia pendidikan dan bagaimana pihak-pihak yang memiliki kedudukan tinggi berusaha menutupi kasus tersebut untuk mencegah nama baik mereka tercemar. Peran koneksi dan suap terhadap pihak berwajib yang seharusnya melindungi ternyata malah membuat korban tutup mulut. Hal ini pula yang menjadi salah satu motif kuat Moon Dong Eun ingin membayar ketidakadilan yang ia alami.

Kasus bullying memang sudah bukan menjadi rahasia umum. Tingginya angka bullying di Korea Selatan menjadikan hal tersebut sebagai salah satu bentuk kejahatan yang harus diusut tuntas. Tidak hanya kekerasan verbal atau pengucilan semata, kekerasan fisik juga banyak dialami oleh para korban.

Salah satu adegan perundungan sadis yang muncul di The Glory sempat membuat penonton syok karena adegan tersebut ternyata diambil dari kejadian nyata yang pernah dialami korban bullying di Korea Selatan sekitar 17 tahun yang lalu. Adegan kejam yang bikin ngilu tersebut berhasil menjadi perbincangan hangat para netizen saat mereka mengetahui fakta di dalamnya. Banyak yang meyakini kasus-kasus bullying mungkin masih banyak terjadi dan dialami oleh beberapa siswa di luar sana, namun tak banyak yang terekspos.

Drama The Glory banyak menuai pujian, mulai dari pemilihan cast-nya, akting yang dibawakan dengan baik, hingga plot dan aksi yang bikin geregetan para penonton. Kalau kalian menyukai drama psikologi thriller dengan episode yang tidak terlalu banyak, drama ini bisa masuk daftar tontonan kalian minggu ini. Streaming langsung dramanya di Netflix.

Penulis: Tifani Nurmalawidia
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Reborn Rich, Drama Korea Terbaru Song Joong Ki yang Sempat Dikritik namun Raih Rating Tertinggi.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Exit mobile version