Terpaksa Pisah dari Rokok Surya 12, Saya Temukan Magnum Filter sebagai Isapan Baru

Terpaksa Pisah dari Rokok Surya 12, Saya Temukan Magnum Filter sebagai Isapan Baru terminal mojok.co

Terpaksa Pisah dari Rokok Surya 12, Saya Temukan Magnum Filter sebagai Isapan Baru terminal mojok.co

Baru-baru ini saya mendapati harga rokok yang semakin melejit. Para perokok seperti saya harus memutar otak untuk tetap bisa merokok. Ada yang mulai pindah ke rokok lain, ada juga yang membuat strategi agar dikasih uang sama orang tua buat beli rokok. Sungguh, ini memang bikin pusing.

Lidah saya sendiri memang sudah cocok dengan rokok Surya 12. Lantaran harganya sekarang sampai Rp20.000, ini membuat saya harus cari alternatif lain agar tetap bisa ngerokok. Di situasi ini, saya berusaha mencari rokok lain dengan harga lebih ekonomis yang cocok sama selera saya. Muncul beberapa rokok yang harganya lumayan bikin agak lega. Sebagian besar adalah rokok dengan merek lokal. Namun, ada satu rokok yang akhir-akhir ini mencuri perhatian saya: rokok Magnum filter. Berbeda dengan rokok-rokok yang lain, rokok Magnum filter hampir tidak punya kekurangan. Menurut saya, ia sungguh sempurna.

Soal harga, rokok Magnum filter ini lebih murah dibanding Surya 12. Harga di pasarannya rata-rata sekitar Rp17.000 sampai Rp18.000 per bungkus. Itu kalau kalian belinya di toko kelontong, ya. Bukan di Indo atau Alpha. Kalau di sana, biasanya bisa lebih mahal lagi. Jadi, kalau kalian pengin pergi nongkrong, jangan malas mampir di toko kelontong dekat rumah. Selain berpeluang dapat harga lebih murah, sekalian untuk ngelarisi dagangan tetangga.

Dari segi rasa, rokok Magnum ini jelas berbeda dengan rokok filter lainnya. Rasanya sangat gurih dan halus. Semua rasanya sangat berimbang antara pedas, sepet, dan aromanya yang bikin kita meleleh. Rasanya tidak seperti Surya 12, Djarum Super, dan rokok filter yang pernah saya jumpai sebelumnya. Ketika kita mengisap Magnum Filter, kita akan mendapati rasa yang hampir sama dengan Djie Sam Soe kretek. Akan tetapi, rasanya tidak seberat rokok kretek lainnya. Sementara itu, untuk ukuran batangnya, ia sangat besar dibandingkan rokok lain. Betapa rokok ini sungguh mantap, bukan?

Saya mulai menikmati rokok Magnum ini di saat pandemi. Kekurangannya hanya satu, rokok yang begitu nikmat ini, kok, ya, belum sampai ke daerah-daerah yang jauh dari kota. Kalau tiba-tiba saya terdampar di sebuah daerah yang jauh dari “peradaban kota”, nanti apa rokok yang harus saya isap?

Suatu ketika, saya berangkat ke Tulungagung untuk kuliah. Ndilalah, rokok Magnum saya habis. Saya langsung beli rokok di sekitaran kampus. Eh, ternyata toko kelontong tersebut tidak menjual rokok Magnum. Sungguh bikin jengkel dan kesal. Padahal, niat saya untuk “membantu” perekonomian UMKM, gagal. Saya terpaksa membeli rokok ini di supermarket. Begitulah, rokok ini tampaknya memang masih tidak terlalu populer.

Jadi, silakan dicoba dan buktikan rokok rekomendasi dari saya ini.

Sumber Gambar: YouTube Jakcigarguy

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Exit mobile version