Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Terima Kasih Sudah Speak Up, Pak Bambang Pacul, Rakyat Jadi Tahu untuk Siapa Anggota DPR RI Bekerja

Meiditte oleh Meiditte
10 April 2023
A A
Terima Kasih Sudah Speak Up, Pak Bambang Pacul, Rakyat Jadi Tahu untuk Siapa Anggota DPR RI Bekerja

Terima Kasih Sudah Speak Up, Pak Bambang Pacul, Rakyat Jadi Tahu untuk Siapa Anggota DPR RI Bekerja (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Di Indonesia ini, saya yakin mayoritas orang (setidaknya pernah) berdoa agar memiliki wakil rakyat yang jujur. Doa itu lahir tulus karena sebuah kelelahan yang menyakitkan karena kerap kali disuguhi kebohongan demi kebohongan dari wakil rakyat. Bisa jadi, Bambang Wuryanto, atau biasa dikenal sebagai Bambang Pacul, anggota DPR RI, adalah jawaban doa itu.

Kejujuran memang tidak selalu semanis mulut cowok yang sedang PDKT. Kita tahu, dari banyaknya pengalaman hidup, kejujuran bisa sangat pahit. Namun bagaimanapun, kita harus siap menelan pahit itu bulat-bulat. Meskipun menjijikkan.

Bambang Pacul, Ketua DPP PDI Perjuangan yang juga Ketua Komisi III DPR RI, mungkin tidak sadar, saat dia melempar sebuah lelucon buruk mengenai kesetiaannya pada partai yang menjadi tuannya. Dengan percaya diri dia berkata semua keputusan dia dan orang-orang yang ikut duduk bersama dalam ruangan itu haruslah sesuai dengan komando ketua partai. Korea-korea seperti dia, ya bisanya manut ke ketua partai. Terdengar jelas beberapa orang bersahutan menyetujui pernyataan Bambang Pacul.

Kejujuran yang telah lama ditunggu

Ini sebenarnya adalah kejujuran yang mungkin sudah ditunggu oleh rakyat. Sebab itu seakan memberikan validasi nyata banyaknya tuduhan rakyat kalau selama ini wakil rakyat kita tak lain hanyalah boneka-boneka partai. Pernyataan yang sebenarnya belum ada yang cukup berani mengakui, kecuali Bambang Pacul. Untuk itu, kejujuran Bambang Pacul layak diapresiasi.

Mahfud MD dengan rendah hati hanya memberikan reaksi geleng-geleng kepala saat mendengar hal itu. Mungkin karena dia tidak habis pikir. Rasanya saat itu saya ingin segera memberikan pelukan virtual hangat kepada beliau, pasti dia sakit hati terhadap Bambang Pacul yang seolah mencemooh urgensi pengesahan UU Perampasan Aset.

Kejujuran Bambang Pacul lantas menjadi opini yang beranak pinak. Jelas sekali, rata-rata yang mendengarnya terbakar amarah. Mempertanyakan kelayakan anggota DPR RI menjadi wakil rakyat yang sebaik-baiknya. Tapi mungkin, kita akan selamanya menerka dan berandai-andai saja, atau membaca teori buzzerp atau SJW yang menuliskan tweet panjang lebar mengenai setiap keputusan wakil rakyat yang bentrok dengan kebutuhan partai yang mengusung.

Duit haram dikit nggak apa-apa

Berkali-kali kita tahu, keputusan-keputusan dalam rapat omong kosong itu pastilah seperti disusun sedemikian rupa guna bisa saling menguntungkan orang-orang yang terlibat kecuali rakyat itu sendiri. Dan kita tidak pernah bisa menembus itu karena bisa dibilang tidak ada bukti yang kuat. Tapi itu semua muncul ke permukaan karena Bambang Pacul.

Baca Juga:

PDIP Keok di Kandang Banteng, kok Bambang Pacul yang Disalahkan?

Anggota DPR, Profesi yang Paling Cocok dan Sesuai dengan Gaya Hidup Gen Z

Bagaimanapun, Bambang Pacul adalah pahlawan.

Dalam beberapa wawancara pun, Bambang Pacul tidak sekali dua kali menjelaskan betapa semua keputusan dia berakar pada kepentingan Ketum Partai. Dilansir dari Inilah.com, Ia mengibaratkan bahwa para petinggi PDIP sebagai komandan dan kader sebagai pasukan. “Orang PDI yang dicintai pasukannya banyak sekali, itu komandan-komandan PDI dicintai pasukannya. Tapi antar komandan pasukan ini, pasti menganyam ke samping, berkomunikasi dengan baik dan semua menunggu titah yang di pucuk. Jangan merasa di pucuk,”

Sudah jelas terlihat maksudnya kan, bahwa anggota DPR RI kerja untuk siapa? Jelas bukan untuk kita-kita ini.

Kejujuran lain yang tak kalah bikin keselek juga pernah keluar dalam bentuk candaan dari Melchias Mekeng, Anggota DPR RI Komisi XI. Sambil membawa nama Tuhan dia mengatakan bahwa Rafael Alun kebanyakan makan uang haram karena itu dia dihukum Tuhan. Dilanjutkan dengan, kalau sedikit ya tidak apa.

Mungkin dia beranggapan bisa dengan sangat akurat menebak pikiran Tuhan Yang Maha Segala. Tepuk tangan untuk beliau.

Tak ada teguran, tak ada harapan

Hingga detik saya menuliskan tulisan ini, belum ada sanksi atau bentuk teguran nyata dari partai yang mengangkat Bambang Pacul. Bahkan dengan sebegini masif suara menuntut dia untuk bertanggung jawab atas perkataannya, dia masih bisa duduk tenang.

Begitu juga dengan Melchias Mekeng, instansi sebesar KPK hanya menyayangkan pernyataan itu. Kalau cuman gitu mah, siapa aja ya bisa.

Kejujuran selalu menjadi masalah besar di negara ini terutama di dalam gedung DPR RI. Tak sedikit orang lebih memilih berbohong untuk melindungi diri sendiri atau untuk sekadar membuat citra diri. Dengan kasus Bambang Pacul atau Melchias Mekeng, kita bisa mengambil pelajaran bahwa memang kalau orang-orang di parlemen itu mau jujur, malah bikin kita makin gedeg.

Tapi bukan berarti lebih baik kalau mereka terus-terusan berbohong. Rakyat butuh kejujuran, meskipun kejujuran itu tidak akan menambah rasa percaya, setidaknya bisa membuka mata rakyat seberapa buruk orang di dalam gedung MPR DPR itu. Jadi kita ucapkan terima kasih saja, terima kasih sudah jujur, meskipun itu lebih menyakitkan.

Mudah-mudahan ke depannya, semakin banyak wakil rakyat kami yang berani jujur. Sehingga kami rakyat tidak perlu capek suuzan.

Penulis: Meiditte
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Pernyataan Bambang Pacul Buktikan Bahwa DPR Hamba Parpol, Bukan Wakil Rakyat

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 10 April 2023 oleh

Tags: anggota dpr ribambang paculketua partai
Meiditte

Meiditte

Suka menulis dan suka membaca Kartu Lenormand.

ArtikelTerkait

Anggota DPR, Profesi yang Paling Cocok dan Sesuai dengan Gaya Hidup Gen Z

Anggota DPR, Profesi yang Paling Cocok dan Sesuai dengan Gaya Hidup Gen Z

6 Desember 2023
PDIP Keok di Kandang Banteng, kok Bambang Pacul yang Disalahkan?

PDIP Keok di Kandang Banteng, kok Bambang Pacul yang Disalahkan?

3 Desember 2024
Wahai DPR, Ingat, Vox Populi, Vox Dei, Bukan Vox Rex/Regina, Vox Dei

Wahai DPR, Ingat, Vox Populi, Vox Dei, Bukan Vox Rex/Regina, Vox Dei

3 April 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Omong Kosong Rumah di Desa dengan Halaman Luas Pasti Enak (Unsplash)

Punya Rumah di Desa dengan Halaman Luas Itu Malah Menjadi Sumber Keresahan, Hidup Jadi Nggak Tenang

8 Januari 2026
Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Malang, sebab Selalu Dilatih dengan Menghindari Jalanan Berlubang!

Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Malang, sebab Selalu Dilatih dengan Menghindari Jalanan Berlubang!

11 Januari 2026
Peh, Cucut, dan Larak: Menu Pecak Andalan di Warteg yang Enak tapi Bikin Pembeli Merasa Bersalah

Peh, Cucut, dan Larak: Menu Pecak Andalan di Warteg yang Enak tapi Bikin Pembeli Merasa Bersalah

8 Januari 2026
4 Spot Jogja yang Jadi Populer karena Sosok Pak Duta Sheila On 7 Mojok.co

4 Spot Jogja yang Jadi Populer karena Sosok Pak Duta Sheila On 7

10 Januari 2026
Sisi Gelap Solo, Serba Murah Itu Kini Cuma Sebatas Dongeng (Shutterstock)

Sisi Gelap Solo: Gaji Tidak Ikut Jakarta tapi Gaya Hidup Perlahan Mengikuti, Katanya Serba Murah tapi Kini Cuma Dongeng

11 Januari 2026
Dominasi Motor Honda Akan Segera Berakhir, sebab Motor Keluaran Baru Yamaha Harus Diakui Lebih Berkualitas!

Dominasi Motor Honda Akan Segera Berakhir, sebab Motor Keluaran Baru Yamaha Harus Diakui Lebih Berkualitas!

9 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Pengalaman Saya sebagai Katolik Kuliah di UMMAD, Canggung Saat Belajar Kemuhammadiyahan tapi Berhasil Jadi Wisudawan Terbaik
  • Nekat Keluar PMII karena Tak Produktif: Dicap Pengkhianat-Nyaris Dihajar, Tapi Bersyukur Kini “Sukses” dan Tak Jadi Gelandangan Politik
  • “Suka Duka Tawa”: Getirnya Kehidupan Orang Lucu Mengeksploitasi Cerita Personal di Panggung Komedi demi Mendulang Tawa
  • Sumber Alam, Bus Sederhana Andalan “Orang Biasa” di Jalur Selatan yang Tak Mengejar Kecepatan, melainkan Kenangan
  • Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas Abadi yang Menolak Fitur Keselamatan demi Memutar Ekonomi Bangsa
  • Saya Memutuskan Kuliah di Jogja Bukan Hanya untuk Cari Ilmu, tapi Juga Lari dari Rumah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.