Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Terima Kasih BTS Karena Sudah Mengenalkan Bentuk Maskulinitas Baru

Vioranda oleh Vioranda
20 Desember 2019
A A
Terima Kasih BTS Karena Sudah Mengenalkan Bentuk Maskulinitas Baru

Terima Kasih BTS Karena Sudah Mengenalkan Bentuk Maskulinitas Baru

Share on FacebookShare on Twitter

Bulan Mei lalu publik dibuat kagum oleh penampilan para tokoh terkenal Hollywood ketika mereka menghadiri acara Met Gala 2019. Acara yang diadakan setiap tahun dengan tujuan untuk penggalangan dana ini merupakan agenda tahunan dan menjadi salah satu pembuktian oleh tokoh terkenal tersebut akan keeksisan mereka.

Beberapa nama tokoh terkenal dari berbagai profesi seperti: Lady Gaga, Harry Styles, Kardashian bersaudara dan beberapa tokoh terkenal Hollywood lainnya sukses membuat kagum dengan penampilan mereka. Tetapi yang sangat mencuri perhatian publik adalah ketika Harry Styles, Jared Leto, Michael Urie, Ezra Miller hingga Billy Porter menggunakan busana yang cukup jauh dari kata maskulin. Ada yang menggunakan make up layaknya perempuan hingga menggunakan aksesoris anting-anting yang sering dikaitkan dengan penampilan perempuan. Kemudian banyak bermunculan komentar dari publik tentang maskulinitas baru yang mereka munculkan melalui penampilan tokoh-tokoh di atas.

Tetapi apakah hal ini merupakan hal yang baru karena ajang Met Gala 2019? Tentu saja tidak. Boyband asal Korea Selatan sendiri sudah memulainya jauh sebelum acara Met Gala 2019 ini diadakan. Tentu saja kita mengetahui bahwa gelombang Korean Wave sudah terjadi sejak kurang lebih tahun 2010. Sejak saat itu, perkembangan kelompok boyband dan girlband dari Korea Selatan semakin bertambah jumlahnya dan peminat mereka juga bertambah dari berbagai kalangan.

Tetapi melalui Boyband BTS (Bangtan Sonyeondan) dan Girlband Blackpink gelombang K-Pop ini bisa merambah penonton yang lebih luas tidak hanya di negara Asia saja tetapi negara-negara barat pun ikut menggemari K-Pop. Kali ini, saya akan fokus pada Boyband BTS karena mereka adalah agent of change yang sedang digemari oleh masyarakat dan tentunya dapat menjangkau masyarakat barat yang mana sangat sulit sekali bagi para seniman Asia untuk menjangkau mereka.

BTS adalah boyband asal Korea Selatan yang terbentuk pada tahun 2013 dan beranggotakan 7 orang (Kim Seok Jin, Kim Nam-joon, Kim Tae-hyung, Park Jimin, Min Yoon-gi, Jun Ho-seok dan Jeon Jungkook). Boyband ini pernah memberikan pidatonya mewakili UNICEF pada sidang PBB tahun 2018. Pidato BTS adalah tentang self-love dan merupakan bentuk kepedulian BTS terhadap isu kekerasan terhadap anak.

Lalu apa saja yang telah dilakukan oleh BTS sebagai agent of change? Selain mereka mengenalkan tentang kebudayaan Korea Selatan melalui lagu mereka, mereka juga memiliki penampilan yang menggebrak penonton, yaitu dengan perpaduan penampilan antara sisi maskulin dan feminin dari seorang pria.

Hal ini lah yang kemudian dinamakan maskulinitas baru. Lalu apakah maskulinitas dan femininitas itu sendiri? Maskulinitas dan femininitas ini sendiri sebenarnya adalah produk budaya dari masyarakat yang dikaitkan dengan suatu individu menurut jenis kelamin mereka baik laki-laki yang akan dilekatkan dengan maskulinitas sedangkan perempuan dilekatkan dengan femininitas. Jadi dapat dikatakan bahwa suatu individu mendapatkan kedua hal tersebut ketika ia bertumbuhkembang bukan sejak ia lahir.

Sifat-sifat feminin digambarkan dengan kelembutan, kasih sayang, mengayomi, kesabaran dan hal ini selalu dikaitkan dengan sifat dasar perempuan. Sedangkan maskulinitas digambarkan dengan keberanian, ketegasan, kekuatan, kemandirian dan masyarakat mengaitkan hal tersebut kedalam sifat dasar pria. Tetapi femininitas dan maskulinitas sebenarnya bisa dipertukarkan antara laki-laki dan perempuan. Mengapa begitu? Sekali lagi, karena ini bentukan manusia atau produk budaya jadi hal ini bukanlah bersifat mutlak.

Baca Juga:

Batik Solo Trans Memang Nyaman, tapi Nggak Ramah Mahasiswa, ke Kampus Harus Transit Sampai 3 Kali

Feeder Batik Solo Trans, Angkutan yang Bikin Iri Orang Magelang

Lantas bagaimana hubungannya dengan Boyband BTS? Ya, mereka dikatakan sukses membawa citra maskulin pria bergeser tidak lagi seperti semula. Mereka memiliki citra kebalikan dari citra pria maskulin yang biasa kita dengar. Contohnya mereka menggunakan make up, anting-anting, choker, busana stylish dan menggunakan warna cerah khususnya pink dan juga mereka mewarnai rambut mereka (pewarnaan rambut sering diidentikkan dengan hal feminin). Ini berbanding terbalik dengan citra pria maskulin yang sering didengar bahwa pria harus selalu tidak menggunakan make up, menggunakan busana ala kadarnya (menghindari warna cerah, khususnya warna merah muda), tidak memakai aksesoris dan tidak mementingkan penampilan. Selain itu, mereka memiliki bentuk badan yang relatif lebih kecil dari apa yang digambarkan oleh maskulinitas baru yang mana pria memiliki tubuh kuat, besar, dada bidang dan berotot.

Selain itu, apakah hal lain yang telah dilakukan oleh Boyband BTS untuk merubah citra pria maskulin? Seperti yang diketahui bahwa untuk menjadi seorang idol diperlukan kerja keras dan cara yang tidak instan. Hal ini yang selalu berdampak pada kesehatan mental para anggota boyband ini. Beberapa waktu lalu mereka tidak ragu untuk bercerita kepada media tentang masalah kesehatan mental mereka ketika menjalani masa training. Hal ini lagi-lagi menjadi kebalikan dari citra pria maskulin yang digambarkan kuat, tidak mengeluh, selalu bisa mengandalkan diri sendiri ketika menghadapi permasalahan. Padahal sebagai manusia yang merupakan makhluk sosial kita pasti memerlukan bantuan orang lain.

Dan saat ini, citra maskulin yang kuat dan dapat diandalkan tersebut masih menghantui para pria. Sedangkan hal tersebut bisa berdampak sangat fatal. Salah satu dampaknya adalah para pria yang memutuskan untuk bunuh diri karena menganggap bahwa diri mereka gagal menjalani masalah hidup.

Menurut data dari WHO tingkat kematian akibat bunuh diri laki-laki lebih tinggi daripada perempuan. Salah satu penyebabnya adalah karena faktor budaya dimana pria dituntut untuk tidak mengekspresikan apa yang mereka rasakan, hal ini berbeda dengan perempuan yang lebih cenderung berani menceritakan masalah mereka ke orang disekitar mereka. Pria dituntut untuk kuat dalam menghadapi segala masalahnya sendiri. Sehingga hal ini yang mengakibatkan depresi pada pria dan jika dibiarkan bisa menuntun pada perilaku bunuh diri.

Jadi peran BTS pada hal ini cukup menarik perhatian dan bisa dijadikan contoh untuk para pria agar lebih bisa menerima sisi vulnerability yang mereka miliki dan juga agar lebih peduli terhadap kesehatan mental diri sendiri. Di sini BTS juga mengajarkan pada masyarakat bahwa menerima vulnerability yang mereka miliki tidaklah buruk, mereka berhasil mengubahnya menjadi kreatifitas dan mereka menghasilkan karya yang powerful dan meaningful.

Lalu apa dampaknya dari mereka yang menerapkan maskulinitas baru pada diri mereka? Ada satu pertanyaan yang sering muncul akibat dari maskulinitas baru ini, yaitu adalah tentang orientasi seksual mereka. Ya, apakah member BTS adalah seorang gay? Atau apakah seorang pria yang gemar menggunakan make up dan menggunakan perhiasan adalah seorang gay? Jawabannya adalah tidak tentu karena orientasi seksual seseorang tidak ada kaitannya dengan ekpresi gender mereka.

Meskipun memang sebagian dari pria yang menggunakan make up atau pria yang menyukai androgynous style adalah gay, tetapi pria gay juga banyak yang tidak menggemari androgynous style ataupun tidak suka menggunakan make up. Lalu ada anggapan jika pria yang memiliki sisi feminin adalah seorang transgender atau waria. Jika masih ada yang berpandangan seperti maka sangat saya sarankan untuk lebih menggali tentang transgender. Jadi jangan selalu mengaitkan ekspresi gender seseorang atau identitas gender kepada orientasi seksual seseorang, karena hal tersebut sangatlah berbeda dan tidak memiliki keterkaitan.

BTS sebagai figur publik memiliki peran yang sangat penting pada masyarakat khususnya pada generasi muda untuk lebih mencintai dan memahami diri mereka. Tidak ada salahnya jika pria memiliki kedua sisi baik feminin maupun maskulin dalam diri sendiri. Mencintai diri sendiri lebih penting daripada harus mengikuti standar yang berlaku di masyarakat yang belum tentu baik bagi kesehatan mental diri.

Dan BTS mengajarkan pula kepada para pria bahwa saat ini maskulinitas lebih peduli terhadap kesehatan mental sehingga tidak ada salahnya jika pria mengakui vulnerability dalam dirinya. Kamu adalah kamu dan setiap apa yang kamu rasakan adalah hal yang valid. You don’t need people’s approval to validate what you feel.

BACA JUGA F4 Adalah Cinta Pertama yang Tak Terlupakan atau tulisan Vioranda lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 Desember 2019 oleh

Tags: btsfemininMaskulinmaskulinitas baru
Vioranda

Vioranda

ArtikelTerkait

rokok macho maskulin

Iklan Rokok Djarum 76, Nggak Ada Maskulin-Maskulinnya

18 Mei 2019
ARMY Bukan Cuma Fans BTS, tapi Juga Pegiat Pendidikan terminal mojok.co

ARMY Bukan Cuma Fans BTS, tapi Juga Pegiat Pendidikan

19 Oktober 2020
Mengenal Mugshot, Konsep Foto Thumbnail dalam MV BTS 'Butter' terminal mojok

Mengenal Mugshot, Konsep Foto Thumbnail dalam MV BTS ‘Butter’

22 Mei 2021
Kenapa Industri Musik Jepang tidak Berkembang Sebesar K-Pop MOJOK.CO

Kenapa Industri Musik Jepang Tidak Berkembang Sebesar K-Pop?

21 Juli 2020
Makna Positif dalam Lagu BTS Jadi Tren Baik untuk Generasi Muda Terminal Mojok(3)

Pesan Positif dalam Lagu BTS Jadi Tren Baik untuk Generasi Muda

1 Desember 2020
MV ‘Permission to Dance’: Comeback BTS yang Sarat Pesan Kehidupan terminal mojok.co

MV ‘Permission to Dance’: Comeback BTS yang Sarat Pesan Kehidupan

11 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co

Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali

1 Februari 2026
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Memang Santai, tapi Diam-diam Banyak Warganya yang Capek karena Dipaksa Santai meski Hampir Gila

2 Februari 2026
Gudeg Malang Nyatanya Bakal Lebih Nikmat ketimbang Milik Jogja (Unsplash)

Membayangkan Jika Gudeg Bukan Kuliner Khas Jogja tapi Malang: Rasa Nggak Mungkin Manis dan Jadi Makanan Biasa Saja

1 Februari 2026
Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

31 Januari 2026
Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Purwokerto Memang Kota Wisata, tapi Wisatawan Tak Diberi Petunjuk dan Dibiarkan Bingung Mau ke Mana

5 Februari 2026
7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

6 Mitos di Kebumen yang Nggak Bisa Dibilang Hoaks Begitu Saja

3 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.