Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Tempoyak, Kuliner Fermentasi Durian Ternikmat dalam Peradaban

Suzan Lesmana oleh Suzan Lesmana
28 Februari 2021
A A
Orang yang Nggak Suka Buah Durian Bukan Malang, tapi Emang Nggak Cinta Aja! terminal mojok.co

Orang yang Nggak Suka Buah Durian Bukan Malang, tapi Emang Nggak Cinta Aja! terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Salah satu buah yang sangat digemari semua orang adalah durian. Dan konon kabarnya buah durian adalah salah satu buah yang disukai para raja dan ratu zaman kerajaan tempo dulu. Kata ustaz saya juga, durian adalah salah satu buah di surga. Tak terbayangkan nikmat durian di surga kelak, di dunia aja nikmatnya minta ampun.

Kebiasaan di kantor saya cukup unik. Setiap ada yang ulang tahun pasti durian adalah buah yang selalu dicari dan dimakan berjama’ah. Mulai durian lokal, durian petruk, durian monthong, hingga durian musang king pernah dicoba. Begitu pula dalam perayaan hari besar Islam di pengajian-pengajian di Jakarta. Durian sudah pasti dihidangkan untuk para ustaz yang dihormati. Pendeknya, durian sudah menjadi buah utama di momen-momen spesial.

Mempunyai darah Palembang dari nenek pihak ibu membuat lidahku terbiasa dengan buah durian. Kalau makan buahnya pasti sudah biasa. Tapi, akan terasa beda kalau buah durian difermentasi menjadi tempoyak.

Jangan mengharapkan harum dan manisnya durian dapat ditemukan dalam tempoyak, karena rasa manis durian sudah menyatu dengan proses fermentasi sehingga agak sedikit asam, namun tetap gurih di lidah. Makanya aku kadang heran bagi kawan-kawan Palembang yang bilang tidak menyukai tempoyak. Bisa jadi mereka mencoba tempoyaknya saja seperti banyak kawanku di Bandung. Sudah tentu hanya asam yang dirasa. Belum lagi teksturnya yang lembut dan basah, akan membuat orang yang pertama kali mencobanya akan merasa sedikit jijik.

Di Palembang, biasanya tempoyak dicampur dengan ikan teri, udang, atau daging ayam. Rasa pedas tinggal disesuaikan dengan selera dan kekuatan lidah. Kuliner lainnya yang dapat dimakan dengan tempoyak adalah pindang ikan patin dan sambal pedas. Hmmm… liur sudah pasti menetes bagi yang sudah terbiasa dengan kuliner unik asal buah durian ini. Pendeknya tempoyak adalah kuliner fermentasi durian ternikmat dalam peradaban manusia, hahaha.

Syahdan, sebagaimana diriwayatkan dalam karya adiluhung Hikayat Abdullah atau Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi, tempoyak dimakan sebagai kuliner favorit sehari-hari penduduk Terengganu, Malaysia. Ketika berkunjung ke Terengganu sekitar tahun 1836, juga suku bangsa Melayu lainnya di Malaysia dan Indonesia, baik di Sumatera dan Kalimantan.

Jika kita tilik, kandungan nutrisi yang terkandung dalam tempoyak, terdiri dari air sebanyak 15,12 persen, abu sebanyak 27,03 persen, lemak sebanyak 2,69 persen, protein 6,37 persen, dan karbohidrat sebanyak 48,79 persen. Tak heran tempoyak mengandung banyak khasiat buat tubuh kita, antara lain menjaga sistem pencernaan tubuh sehingga buang air besar pun menjadi lancar.

Dan tahu nggak kalian semua, tempoyak pun dapat menghasilkan senyawa bioaktif dan memiliki sifat imunostimulan yang potensial sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pangan olahan yang potensial. Kok bisa? Menurut Mas Agus Budiawan Naro Putra, teman saya dari Puslit Bioteknologi LIPI, proses fermentasi tempoyak melibatkan bakteri asam laktat secara natural, maka dengan penambahan garam ke dalam daging durian, dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme patogen. Artinya, tempoyak mempunyai fungsi imun buat tubuh.

Baca Juga:

Tol Trans Sumatera Kayu Agung–Palembang Bikin Istigfar: Jalan Berlubang, Licin, Minim Penerangan padahal Tarif Mahal~

Palembang Bikin Pangling, Banyak Berubah padahal Baru Ditinggal Merantau Setahun

Meski belum diuji secara empiris untuk pasien Covid-19, bisa jadi tempoyak punya khasiat dan fungsi yang sama dengan jahe merah, sambiloto, dan berbagai jenis rempah lainnya yang sedang diuji di laboratorium riset peneliti Covid-19 LIPI. Istilahnya imunomodulator. Kalau baru dengar istilah ini, silahkan cari di internet jenis buah apakah imunomodulator ini.

Naah, apalagi yang ditunggu. Cobain deh tempoyak, kuliner fermentasi durian ternikmat dalam peradaban manusia.

BACA JUGA Orang yang Nggak Suka Buah Durian Bukan Malang, tapi Emang Nggak Cinta Aja! dan tulisan Suzan Lesmana lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 28 Februari 2021 oleh

Tags: durianpalembangtempoyak
Suzan Lesmana

Suzan Lesmana

Seorang MC yang suka menulis sejak pandemi

ArtikelTerkait

Magelang yang Menyenangkan, Sekaligus Mengecewakan (Unsplash)

Magelang yang Menyenangkan, Sekaligus Mengecewakan

12 November 2023
Pete

Pete, Ciptaan Tuhan yang Paling Ajaib

19 November 2021
Alasan Orang Palembang Ogah Berwisata ke Jembatan Ampera Mojok.co

Alasan Orang Palembang Ogah Berwisata ke Jembatan Ampera

23 Desember 2024
3 Tipe Mahasiswa yang Nggak Cocok Kuliah di UIN Palembang uin jogja, uin malang

3 Tipe Mahasiswa yang Nggak Cocok Kuliah di UIN Palembang

14 Mei 2024
Ngomong Bahasa Palembang Tak Sekadar Mengganti Akhiran Kata Vokal ‘a’ Jadi ‘o’ terminal mojok

Ngomong Bahasa Palembang Tak Sekadar Mengganti Huruf Vokal ‘a’ Jadi ‘o’

14 Juni 2021
Jalan Sudirman Palembang, Sebuah Usaha Meniru Malioboro Jogja yang Terlalu Maksa Mojok.co

Jalan Sudirman Palembang, Sebuah Usaha Meniru Malioboro Jogja yang Terlalu Maksa

25 Juni 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

8 Tipe Mahasiswa KKN yang Menjadi Beban Kelompoknya (Wikimedia Commons)

8 Tipe Mahasiswa KKN yang Menjadi Beban Kelompoknya

10 April 2026
Sarjana Keguruan Pilih Jadi TKW di Taiwan, Merasa Lebih Dihargai daripada Jadi Guru Honorer dengan Gaji “Imut” selama Bertahun-tahun Mojok.co

Sarjana Keguruan Pilih Jadi TKW di Taiwan, Lebih Menjanjikan daripada Jadi Guru Honorer dengan Gaji “Imut” Selama Bertahun-tahun

9 April 2026
Jadi PNS di Desa Tidak Bisa Hidup Tenang, Tuntutan Sosialnya Tinggi karena Dikira Mapan dan Serba Bisa Mojok.co

Jadi PNS di Desa Tidak Bisa Hidup Tenang, Tuntutan Sosialnya Tinggi karena Dikira Mapan dan Serba Bisa

9 April 2026
Kecamatan Antapani Bandung Menang Mewah, tapi Gak Terurus (Unsplash)

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

5 April 2026
Dilema Warga Brebes Perbatasan: Ngaku Sunda Muka Tak Mendukung, Ngaku Jawa Susah karena Nggak Bisa Bahasa Jawa

Brebes Punya Tol, tapi Tetap Jadi Kabupaten Termiskin di Jawa Tengah

10 April 2026
4 Hal yang Harus Penumpang Ketahui tentang Stasiun Duri, Si Paling Sibuk dan Melelahkan se-Jakarta Barat

Stasiun Duri Lebih Bikin Stres dari Manggarai: Peron Sempit, Tangga Minim, Kereta Lama Datang

9 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Kuliah Jurusan Sepi Peminat Unsoed Purwokerto, Jadi Jalan Wujudkan Mimpi Ortu karena Tak Sekadar Kuliah
  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.