Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Kabupaten Temanggung Tampak Begitu Nyaman, namun Menyimpan Banyak Persoalan

Muhamad Iqbal Haqiqi oleh Muhamad Iqbal Haqiqi
9 Agustus 2024
A A
Kabupaten Temanggung Tampak Begitu Nyaman, namun Menyimpan Banyak Persoalan

Kabupaten Temanggung Tampak Begitu Nyaman, namun Menyimpan Banyak Persoalan (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Temanggung Bersenyum rasanya tak relevan dengan kehidupan warga di sana. Ada banyak masalah yang dihadapi warga sehari-hari.

Suatu pagi yang begitu segar saya nikmati sambil melihat dua gunung menjulang di sisi kiri dan kanan. Gunung-gunung itu terlihat gagah dan indah sekali. Di sekitar keduanya ada kumpulan awan tipis yang membawa kesan teduh bagi siapa pun yang melihatnya. Kedua gunung tersebut adalah Sumbing dan Sindoro.

Saya berjalan di tengah-tengah keduanya sambil menikmati sinar matahari pagi yang sedikit demi sedikit muncul bersama jingganya yang merekah. Orang-orang di sepanjang jalan terlihat ramah menyapa. Ada yang berjalan kaki, ada pula yang bersepeda sambil membawa sayur dan hasil pertanian. Udara segar begitu bebas dihirup. Paru-paru saya seolah merasakan kelegaan luar biasa. Itulah suasana sekilas pagi hari di Temanggung.

Temanggung nyaman, tapi menyimpan beberapa persoalan

Adalah Temanggung, sebuah kabupaten kecil yang berada dalam bayang-bayang Wonosobo sebagai kota wisata. Meski begitu, suasana pagi yang saya rasakan, pun ketika malam hari dengan dingin yang menyengat, tidak mengubah pandangan saya saat itu bahwa Temanggung memiliki atribut sebagai daerah yang nyaman dan ramah.

Sampai akhirnya, pandangan saya berubah ketika mengetahui bahwa Temanggung ternyata punya banyak persoalan yang dikeluhkan oleh penduduknya sendiri. Teman saya, warga Temanggung tulen, membeberkan beberapa fakta masalah yang bikin pandangan saya soal Temanggung jadi berubah. Awalnya kagum jadi miris dan kasihan.

Petani merugi karena kualitas tembakau yang dianggap turun

Teman saya membuka persoalan di Temanggung dengan realitas yang dihadapi oleh para petani di sana yang telah kehilangan kesejahteraannya selama tiga tahun terakhir. Tembakau yang jadi salah satu komoditas unggulan sektor pertanian di Temanggung, nyatanya mengalami gagal panen secara berturut-turut.

Banyak petani merugi karena kualitas tembakau yang dianggap menurun. Biaya tanam yang tinggi, cobaan cuaca yang tidak menentu, serta harga jual tembakau yang hanya di kisaran Rp30-50 ribu, membuat tembakau jadi komoditas yang justru mencekik para petani.

Sudah begitu, banyak dari mereka yang terjebak lintah darat sehingga menanggung utang hingga puluhan juta. Mereka terpaksa meminjam untuk menutupi biaya tanam tembakau yang begitu tinggi.

Baca Juga:

Hal yang Biasa Dijumpai di Temanggung, Daerah Lain Nggak Punya. Salah Satunya Pemandangan Jaran Kepang di Jalan

Alasan Posong Temanggung Cocok Dikunjungi Orang-orang yang Lelah Liburan ke Jogja

Para petani pun kesulitan melakukan diversifikasi komoditas pertanian lain. Tanaman tembakau yang punya kekhususan membuat lahan bekas tembakau yang mereka miliki atau sewa, tak bisa ditanami jenis komoditas pertanian lainnya. Pada akhirnya para petani itu menggantungkan hidup dengan memakan hasil pertanian dari lahan-lahan kecil mereka yang ditanami sayur-sayuran. Temanggung sebagai surganya tembakau tampaknya sudah tidak berlaku lagi.

Dihantui angka stunting yang tinggi

Meski berada di daerah yang asri dan mudah untuk ditumbuhi banyak sayur-mayur, tidak membuat masyarakat Temanggung terbebas dari persoalan stunting. Angka Stunting di Temanggung cukup tinggi, yaitu 25,1 persen. Bahkan tahun lalu mencapai 28 persen.

Kondisi perekonomian dan mata pencaharian yang terganggu, membuat para orang tua di Temanggung kesulitan memenuhi kebutuhan gizi anak-anak mereka. Para orang tua di Temanggung yang masuk kategori kelas menengah bawah hanya mampu memberikan makanan alakadarnya kepada anak-anak mereka.

Lowongan pekerjaan sangat sedikit di Temanggung

Situasi ekonomi di Temanggung memang cukup sulit. Selain para petani tembakau yang merugi, lowongan pekerjaan juga sangat sedikit. Mereka yang tinggal di pinggiran jalan utama dan dekat pasar, biasanya menjual jasa kuli panggul untuk mendapatkan uang. Selebihnya, mereka mengandalkan hasil bumi seperti sayur dan umbian-umbian yang dijual di pasar dengan harga tidak sampai puluhan ribu rupiah. Seretnya lowongan pekerjaan membuat tingkat kemiskinan di Temanggung juga tinggi, yaitu mencapai 9,27 persen pada tahun lalu.

Objek wisata yang dijadikan andalan untuk menyerap tenaga kerja pun, nyatanya tidak mampu bertahan lama. Pengelolaan yang alakadarnya dan kurangnya dukungan dari Pemda membuat objek wisata di Temanggung hanya ramai sebentar dan tutup karena tidak mampu menanggung biaya operasional harian.

Masalah sanitasi dan pendidikan yang belum merata

Ketika pergi di daerah yang lebih tinggi, teman saya bercerita kalau persoalan jamban juga belum beres hingga saat ini. Setidaknya, ada 20.712 keluarga yang belum memiliki jamban. Mereka betah hidup bertahun-tahun tanpa sanitasi pembuangan kotoran yang memadai. Lantas saya bertanya-tanya, bagaimana mereka mengalokasikan kotoran mereka selama ini? Entahlah, saya tidak ingin mencari tahunya lebih jauh.

Di sisi lain, pendidikan di Temanggung juga belum merata. Banyak anak-anak yang hanya sekolah hingga tingkatan SMP. Sekolah lanjut tingkat atas lokasinya terlalu jauh dijangkau oleh mereka. Hal itu membuat tingkat pendidikan mereka terhenti dan lebih memilih bekerja. Selain itu, karena himpitan ekonomi dan ingin mengurangi tanggungan orang tua, banyak dari mereka kemudian memilih menikah muda.

Semua masalah itu, seolah tertutupi dengan slogan “Temanggung Bersenyum” yang tertulis di gapura selamat datang di perbatasan. Para penjual sayur yang menjual dagangannya dengan harga murah, seolah membuat orang luar seperti saya terlena dan menganggap biaya hidup di Temanggung sangat murah. Yah tentu murah, mereka kalau jual mahal, ya nggak laku. Apa yang mereka lakukan adalah potret keterpaksaan yang harus dilalui.

Temanggung, dengan keindahannya yang seolah menawarkan kenyamanan dan ketentraman, nyatanya menyimpan berbagai masalah sosial dan ekonomi. Entah sampai kapan warganya harus rela menghadapi semua persoalan itu.

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Kedu, Kecamatan Paling Strategis di Kabupaten Temanggung dan Jadi Tempat Tinggal Terbaik.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 Januari 2026 oleh

Tags: kabupaten temanggungpetani tembakaustuntingtemanggung
Muhamad Iqbal Haqiqi

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

ArtikelTerkait

Kisah Penjual Bakpao di Temanggung yang Tetap Merana meski Berganti Dagangan di Bulan Puasa

Kisah Penjual Bakpao di Temanggung yang Tetap Merana meski Berganti Dagangan di Bulan Puasa

30 Maret 2024
Harga Telur Hari Ini Bikin Nasib Mahasiswa Jogja Makin Mengenaskan!

Kenaikan Harga Telur Memang Harus Kita Ributkan, kalau Perlu Baku Hantam

27 Agustus 2022
Hal yang Biasa Dijumpai di Temanggung, Daerah Lain Nggak Punya. Salah Satunya Pemandangan Jaran Kepang di Jalan

Hal yang Biasa Dijumpai di Temanggung, Daerah Lain Nggak Punya. Salah Satunya Pemandangan Jaran Kepang di Jalan

19 Januari 2026
5 Hal Unik terkait Pasar Papringan Temanggung Terminal Mojok

5 Hal Unik Terkait Pasar Papringan Temanggung

31 Agustus 2022
Magelang dan Temanggung: Kota yang Terjebak dalam Bayang-Bayang Jogja dan Semarang

Magelang dan Temanggung: Dua Kota yang Terjebak dalam Bayang-Bayang Jogja dan Semarang

6 Maret 2025
Buku KIA (Kesehatan Ibu Anak) Punya Segudang Informasi, tapi Sering Diabaikan. Ibu Baru Wajib Tahu!

Buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) Punya Segudang Informasi, tapi Sering Diabaikan. Ibu Baru Wajib Tahu!

26 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

8 Dosa Penjual Kue Pukis yang Mengecewakan Pembeli (Danangtrihartanto - Wikimedia Commons)

8 Dosa Penjual Kue Pukis yang Sering Disepelekan Penjual dan Mengecewakan Pembeli

30 Januari 2026
Kelas Menengah, Pemegang Nasib Paling Sial di Indonesia (Unsplash)

Kelas Menengah Indonesia Sedang OTW Menjadi Orang Miskin Baru: Gaji Habis Dipalak Pajak, Bansos Nggak Dapat, Hidup Cuma Jadi Tumbal Defisit Negara.

2 Februari 2026
MU Menang, Dunia Penuh Setan dan Suram bagi Fans Liverpool (Unsplash)

Sejak MU Menang Terus, Dunia Jadi Penuh Setan, Lebih Kejam, dan Sangat Suram bagi Fans Liverpool

1 Februari 2026
Sisi Gelap Mahasiswa Timur Tengah- Stempel Suci yang Menyiksa (Unsplash)

Sisi Gelap Menjadi Mahasiswa Timur Tengah: Dianggap Manusia Suci, tapi Jatuhnya Menderita karena Cuma Jadi Simbol

5 Februari 2026
Stasiun Plabuan Batang, Satu-Satunya Stasiun Kereta Api Aktif di Indonesia dengan Pemandangan Pinggir Pantai

Bisakah Batang yang Dikenal sebagai Kabupaten Sepi Bangkit dan Jadi Terkenal?

1 Februari 2026
PTC Surabaya dan PCM Surabaya, 2 Mall di Surabaya yang Kompak Menganggap Pengguna Motor sebagai Anak Tiri

PTC dan PCM, Dua Mall di Surabaya yang Kompak Menganggap Pengguna Motor sebagai Anak Tiri

30 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers
  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia
  • Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi
  • Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.