Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Nggak Sepantasnya Ketua DPRD DKI Jakarta Meremehkan Tegal. Tegal Itu Tanah Revolusi!

Malik Ibnu Zaman oleh Malik Ibnu Zaman
21 Agustus 2023
A A
Heh! Ketua DPRD DKI Jakarta, Tegal Itu Tanah Revolusi! (Unsplash)

Heh! Ketua DPRD DKI Jakarta, Tegal Itu Tanah Revolusi! (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai seorang yang lahir dan besar di Tegal, saya geram dengan pernyataan dari Ketua DPRD DKI Jakarta, yang juga politikus PDIP, Prasetyo Edi Marsudi. Dia mengeluarkan pernyataan kontroversial, menyinggung perasaan masyarakat Brebes dan Tegal.

“Daripada kunker ke Brebes, Tegal, beli telur asin bikin kentut bau, mending berangkat kami ke luar negeri,” ujarnya saat Rapat Badan Anggaran DPRD DKI Jakarta, Rabu (9/8/2023).

ADVERTISEMENT

Telur asin merupakan makanan favorit masyarakat di Brebes dan Tegal. Dua daerah saling bertetangga di Jawa Tengah, yang masih memiliki keterkaitan historis. Bahkan Brebes dikenal sebagai penghasil utama telur asin. Ingat, telur asin juga salah satu menu yang selalu ada di warung makan, bahkan yang ada di Jakarta, yaitu warteg.

Menurut asumsi saya, ada 2 kemungkinan kenapa Prasetyo Edi Marsudi nyemburin kalimat nggak pantas itu. Pertama, wawasannya memang sempit. Kedua, kurang membaca buku, sehingga pengetahuannya sangat kurang. Padahal, setahu saya, anggota DPRD itu pintar semua dan selalu mikirin rakyat. Apalagi si Edi ini Ketua DPRD DKI Jakarta.

Jangan meremehkan Tegal!

Sebagai putra daerah, saya mengingatkan Ketua DPRD DKI Jakarta untuk jangan pernah meremehkan Tegal! Tahukah kamu, bahwa dulu, Sukarno saja pernah dibikin gelisah oleh kota bahari ini.

Apakah Ketua DPRD DKI Jakarta pernah mendengar Peristiwa Tiga Daerah? Saya yakin belum. Saran saya, bacalah buku yang ditulis oleh Anton E. Lucas dengan judul Peristiwa Tiga Daerah: Revolusi dalam Revolusi. Buku ini berasal dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Anton E. Lucas sendiri berkaitan dengan Peristiwa Tiga Daerah.

Anton E. Lucas menjelaskan bahwa Peristiwa Tiga Daerah merupakan suatu peristiwa dalam sejarah revolusi Indonesia yang terjadi antara Oktober sampai Desember 1945. Peristiwa tersebut terjadi di Brebes, Tegal, dan Pemalang. 

Saat itu, seluruh elite birokrat, pangreh praja (residen, bupati, wedana, dan camat) dan sebagian besar kepala desa diganti oleh aparat pemerintahan yang baru. Terdiri dari aliran Islam, Sosialis, dan Komunis.

Baca Juga:

Jadi warga Tegal bukan sekadar soal domisili, tapi ujian mental karena harus menelan kekalahan demi kekalahan

4 alasan Alun-alun Tegal jadi tempat jogging favorit warga

Desa Cerih, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal: Awal mula Peristiwa Tiga Daerah

Revolusi sosial tersebut dimulai di Desa Cerih. Desa ini terletak di perbukitan Tegal Selatan, berseberangan dengan Kabupaten Pemalang, dibatasi oleh Sungai Rambut. Lurah Cerih yang bernama Raden Mas Harjowiyono oleh rakyat dilucuti, diberi pakaian goni, sementara istrinya diberi kalung padi.

Mereka kemudian diarak, diiringi dengan bunyi gamelan milik lurah. Setelah itu, mereka diperlakukan seperti ayam, dipaksa minum air mentah dalam tempurung, dan makan dedak. Aksi tersebut dikenal dengan nama “dombreng”, di mana kemudian aksi seperti itu menyebar di desa-desa Kabupaten Tegal dan Pemalang.

“Dombreng” berasal dari Bahasa Jawa, yaitu “tong” dan “breng”, suara pada pukulan kayu atau kaleng kosong. Arak-arakan tersebut diiringi dengan kentongan, seperti yang kita tahu bahwa suara kentongan merupakan penyiar berita tanda ada pencurian. Maka, memang dombreng ini dimaksudkan untuk memberitahukan bahwa telah ditangkap pencuri desa yaitu para pamong desa yang korup.

Kutil, tokoh kunci Peristiwa Tiga Daerah

Kecamatan Talang menjadi daerah yang terkenal ketika Peristiwa Tiga Daerah berkat Kutil. Dia membunuh banyak orang dan bertanggung jawab atas kematian di wilayah Talang, salah satu korbannya adalah Wakil Ketua Komite Nasional Indonesia (KNI) Tegal, Mardjono. Dia dibunuh oleh Kutil pada 4 November 1945. Peristiwa Tiga Daerah sering disebut sebagai Gerakan Kutil

Kutil memiliki nama asli Sakyani, seorang tukang cukur dan tidak ada yang tahu pasti asalnya. Tetapi yang jelas, dia merupakan orang pertama dalam sejarah Republik Indonesia yang dijatuhi hukuman mati melalui proses peradilan formal di Pekalongan pada 21 Oktober 1946. Ketika Agresi Militer Belanda 1 (1947), dia berhasil melarikan diri ke Jakarta dan berprofesi sebagai tukang cukur. Tepatnya di Kebun Kacang Gang II Tanah Abang. Ini adalah profesinya sebelum Peristiwa Tiga Daerah.

Pada 1949, Kutil dikenali oleh orang Slawi, lalu dilaporkan ke Belanda. Kemudian, pada 1950, ketika pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda, dia dibebaskan. Kutil pindah ke Pekalongan pada 13 Februari 1950. Pada tanggal 8 April 1950 ditegaskan kembali hukumannya. Lalu, pada 1 Agustus 1950, dia mengajukan grasi kepada Presiden Sukarno, tetapi ditolak pada 21 April 1954. Dua minggu kemudian, dia dieksekusi di Pantai Pekalongan. Makamnya tidak diketahui hingga sekarang.

Peristiwa Tiga Daerah menyedot perhatian tokoh nasional

Peristiwa Tiga Daerah nyatanya menyedot perhatian tokoh nasional. Presiden Sukarno sampai datang langsung ke Tegal pada 17 Desember 1945. Turut serta Jenderal Soedirman, Fatmawati, Wakil Presiden Mohammad Hatta, dan Perdana Menteri Sutan Syahrir.

Dalam pidatonya, Soukarno mengatakan “Hai rakyat Tegal, Brebes, dan Pemalang. Jangan kamu mendirikan republik kecil-kecilan, jangan kau mendirikan republik sendiri-sendiri, jangan ada Republik Tegal, Republik Slawi, Republik Talang, Republik Brebes, dan Republik Pemalang. Hentikan tindakan yang sesat, kita harus bersatu, kita harus mendirikan republik yang kuat dan besar.”

Berdasarkan pemaparan di atas, maka jangan sekali-kali memandang rendah Tegal. Perlu diketahui bahwa Tegal bukan hanya tentang warteg, telur asin, tahu aci, logatnya yang kata orang ibu kota dianggap lucu. Tegal, dalam sejarah, merupakan tanah revolusi!

Penulis: Malik Ibnu Zaman

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Pengalaman Makan di Warteg Kharisma Bahari Tegal dan Kekurangan yang Saya Rasakan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 Agustus 2023 oleh

Tags: brebesketua drpd jakartaketua drpd menghinda tegalPDIPPemalangPrasetyo Edi Marsuditegaltelur asin
Malik Ibnu Zaman

Malik Ibnu Zaman

Penulis partikelir yang lahir di Tegal Jawa Tengah. Menulis cerpen, puisi, esai, dan resensi yang tersebar di beberapa media online.

ArtikelTerkait

3 Jajanan Khas Tegal yang Bakal Cocok di Lidah Orang Indonesia

3 Jajanan Khas Tegal yang Bakal Cocok di Lidah Orang Indonesia

12 Januari 2025
Rekomendasi Warteg di Tegal yang Wajib Dicoba terminal mojok

Rekomendasi Warteg di Tegal yang Wajib Dicoba

11 November 2021
Bangsa Ngapak Itu Nggak Cuma Banyumas, Ada Pemalang Juga yang Kaya Cerita Terminal Mojok(1)

4 Makanan Khas Pemalang, biar Taunya Nggak Nanas Melulu

15 Juli 2023
3 Ciri Sate Batibul Tegal yang Enak Terminal Mojok

3 Ciri Sate Batibul Tegal yang Enak

11 Desember 2022
Jembatan Comal Pemalang: Jembatan Penghubung Pemalang-Pekalongan yang Penuh Misteri

Jembatan Comal Pemalang: Jembatan Penghubung Pemalang-Pekalongan yang Penuh Misteri

5 November 2022
Bangsa Ngapak Itu Nggak Cuma Banyumas, Ada Pemalang Juga yang Kaya Cerita Terminal Mojok(1)

Bangsa Ngapak Itu Nggak Cuma Banyumas, Ada Pemalang Juga yang Kaya Cerita

25 Desember 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bendungan Rowo Jombor Klaten Membahayakan Pengunjung (Unsplash)

Stigma orang yang nongkrong di Rowo Jombor adalah jamet itu konyol, tapi dampaknya luar biasa

6 Agustus 2026
Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

5 Agustus 2026
Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam menyimpan keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga Mojok.co

Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam punya keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga

5 Agustus 2026
Perumahan baru di Jogja terus bermunculan, tapi melihat harganya, sebenarnya perumahan ini dibangun untuk siapa?

Perumahan baru di Jogja terus bermunculan, tapi melihat harganya, sebenarnya perumahan ini dibangun untuk siapa?

7 Agustus 2026
Pemilik kos nggak problematik, fasilitas yang seharusnya tercantum dalam brosur Mojok.co

Pemilik kos nggak problematik, fasilitas yang seharusnya tercantum dalam brosur

8 Agustus 2026
Nakes vs pasien BPJS sama-sama korban sistem kesehatan (Unsplash)

Nakes vs pasien BPJS terjadi karena sistem kesehatan yang busuk

9 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.