Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

267 Tahun Jogja Berdiri: Tak Usah Bermimpi Jogja Makin Sejahtera, Begini Aja Sudah Istimewa, kok Minta Sejahtera!

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
9 Oktober 2023
A A
Hal-hal yang Saya Rindukan dari Jogja dan Nggak Bisa Saya Jumpai Saat Merantau ke Kediri

Hal-hal yang Saya Rindukan dari Jogja dan Nggak Bisa Saya Jumpai Saat Merantau ke Kediri (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Jogja setelah 250 Tahun

Sejauh ini, Kraton Jogja sebagai entitas monarki tetap eksis. Meskipun ada konsekuensi seperti reduksi kekuasaan dari monarki absolut menjadi gubernur, tapi Jogja tetap ada (dan istimewa) sampai ulang tahun 250 tahun. Tapi apa saja yang terjadi setelah usia Kota Istimewa melebihi angka dari mitos usia bangsa tadi? Mari bercocoklogi sedikit.

Ulang tahun ke-250 tahun Jogja jatuh pada 2005. Setahun setelahnya, terjadi gempa besar yang meluluhlantakkan Kota Istimewa ini. Kemudian muncul wacana penghapusan status keistimewaan Jogja. Akhirnya disempurnakan dengan gonjang-ganjing suksesi takhta Kraton Jogja. Selain itu, relevansi monarki Jogja di masa sekarang mulai dipertanyakan. Banyak orang yang berani melempar kritik tajam ke Kraton Jogja tanpa takut kualat, ahkan mulai jadi gunjingan banyak orang.

ADVERTISEMENT

Gelombang kritik dan penolakan pada Kraton Jogja makin kencang ketika isu kesejahteraan mulai membara. Banyak yang menilai Kraton Jogja tidak peduli dengan situasi masyarakat, dan hanya menggenjot investasi dan romantisasi belaka. Belum lagi beberapa statement Sri Sultan HB X yang dipandang tidak membumi dan mengabaikan situasi Jogja yang mbuh ini.

Namun, Jogja masih eksis sampai sekarang. Masih dipuja dan dibela keistimewaannya. Bahkan terkesan makin ngoyo dalam pembangunan estetika. Menunjukkan eksistensi sebuah monarki di dalam negara demokratis. Sepertinya juga masih jauh dari kata bubar. Jadi, apakah Jogja akan lestari sampai kiamat?

Sudah bagus masih bertahan, entah sampai kapan

Mengingat usia Jogja dan teori tadi, saya cukup kagum dengan Kota Istimewa ini. Mampu bertahan sampai detik ini adalah pencapaian besar. Akhirnya ini membuat saya maklum pada situasi Kota Istimewa ini. Tidak perlu bermimpi Kota Istimewa ini bisa menyejahterakan rakyat. Lha wong bisa bertahan saja sudah ajaib. Bahkan dengan sikap pongah pada kesejahteraan, Kraton masih dibela rakyatnya. Entah rakyat yang mana sih.

Tapi sebentar. Bukankah angka 250 tahun ini hanya perkiraan atas 10 generasi? Berarti 10 penguasa dong. Lho, ada apa setelah sepuluh penguasa memimpin? Ah mbuh wes. Kita lihat saja apa yang terjadi kelak. Paling juga bu…

..tuh pembangunan yang masif lagi. Kalian pikir bakal bubar? Ngawur tenan prediksine.

Penulis: Prabu Yudianto
Editor: Rizky Prasetya

Baca Juga:

Realitas loker di Jogja: syaratnya begitu banyak, tapi gajinya bikin nangis

Menolak lupa bus jalur 15 Jogja yang punya trayek terpanjang dan berjasa untuk banyak pelajar 

BACA JUGA Tinggal di Pinggiran Kota Jogja Itu Nggak Enak, Rasanya Kayak Neraka dan Petaka

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 12 Oktober 2023 oleh

Tags: Jogjapilihan redaksiulang tahun jogja
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

Rumble Strips Jalan Letjen Suprapto Jogja, Solusi yang Malah Berubah Jadi Masalah

Rumble Strips Jalan Letjen Suprapto Jogja, Solusi yang Malah Berubah Jadi Masalah

28 September 2024
Mencari Toko Buku di Banyuwangi seperti Jarum di Tumpukan Jerami, Sulit! Mojok.co

Mencari Toko Buku di Banyuwangi seperti Jarum di Tumpukan Jerami, Sulit!

5 November 2023
Bukan Sekadar Warung Makan, Warmindo Bisa Juga Jadi Tempat “Konseling”  Mojok.co

Bukan Sekadar Warung Makan, Warmindo di Jogja Juga Jadi Tempat “Konseling” 

1 Juli 2024
FIB UNAIR Surabaya Dianaktirikan Kampus, Mahasiswa Menderita seperti Kuliah di Universitas Pinggiran Mojok.co

FIB UNAIR Surabaya Dianaktirikan Kampus, Mahasiswa Menderita seperti Kuliah di Universitas Pinggiran

9 April 2024
Derita Warga Kota Jogja Kena Gusur dan Terpaksa Pindah Bantul (Unsplash)

Penderitaan Warga Jeron Beteng Jogja yang Rumahnya Digusur dan Terpaksa Pindah ke Bantul. Ongkos Semakin Mahal dan Fasilitas Kesehatan Terasa Kurang

12 Mei 2024
Seturan dan Babarsari, Padukuhan Kiblat Kehidupan Bebas Yogyakarta Mojok.co

Seturan dan Babarsari, Padukuhan Kiblat Kehidupan Bebas Yogyakarta

22 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nelangsa Penderita Buta Warna di Dunia Kerja : Nggak Dilirik HRD sampai Dapat Persepsi Buruk Kolega buta warna parsial

Gara-gara buta warna parsial, saya tidak bisa jadi apa-apa karena syarat administrasi yang mendiskriminasi

9 Agustus 2026
Membayangkan tiap kantor punya fasilitas daycare, hati orang tua pekerja pasti lebih tenang Mojok.co

Membayangkan tiap kantor punya fasilitas daycare, hati orang tua pekerja pasti lebih tenang

9 Agustus 2026
Sadar nggak, hampir tiap stasiun punya outlet Roti O, ternyata ini alasannya Mojok.co

Sadar nggak, hampir tiap stasiun kereta punya outlet Roti O, ternyata ini alasannya

5 Agustus 2026
GTM pada anak, drama paling menguji kesabaran dan kreativitas orang tua Mojok.co

GTM pada anak, drama paling menguji kesabaran dan kreativitas orang tua

9 Agustus 2026
Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

5 Agustus 2026
Kerja sambil kuliah program Ekstensi UI mengubah cara pandang terhadap pekerjaan saya sebagai ASN Kementerian Mojok.co

Kerja sambil kuliah program Ekstensi UI mengubah cara pandang terhadap pekerjaan saya sebagai ASN Kementerian

10 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.