Alasan Makam di Kampung Saya Tidak Bisa Menerima Jenazah dari Luar Kampung

Dilema pemakaman itu kek gini: kalau bebas untuk umum, lahan tidak memadai. Kalau makam nggak bebas, kasihan jenazah nggak keburu dikuburin.
Mengungkap Perusak Jogja yang Sebenarnya

Sejatinya, ada perusak Jogja yang ulahnya lebih masif dari oknum demonstrasi Malioboro. namun tak pernah ada label tersemat untuk mereka.
Manisnya Jogja sebagai Kota Gula di Awal Abad ke-20

Di masa kini Joko Pinurbo boleh saja menyebut jika Jogja terbuat dari rindu, pulang, dan angkringan. Ungkapan yang tepat disematkan bagi anak muda perantau yang merindukan Jogja dari tanah seberang. Aroma nostalgia menyengat kuat jika nama Jogja disebutkan. Jika hal ini ditanyakan seratus tahun yang lalu barangkali ungkapannya berupa Jogja terbuat dari gula, gula, dan […]
Katanya Semarang Kota Besar, tapi kok Terminal Busnya kayak Gitu?

Jika Semarang tetap nyaman dengan terminalnya sekarang, jangan salah apabila di benak para pendatang, Semarang adalah kota yang tidak ramah.
Sulitnya Mencari Makam di Jogja

Mencari makam di Jogja bukan perkara gampang, bahkan bagi orang asli Jogja. Tidak untuk umum dan harga tanah yang mencekik adalah alasannya.
Curhat Penjual Angkringan Jogja yang Menganggap Kotanya Biasa Saja

Penjual angkringan Jogja berkeluh kesah soal bisnisnya yang gulung tikar. Jogja itu romantis karena sabda selebtwit, sisanya hanya luka.
Romantisnya Jogja Kini Terbuat dari Rindu, Pulang, dan ‘KTP Mana, Bos?’

Pertanyaan masalah KTP adalah “cara halus” si pemberi pertanyaan untuk menunjukkan privilese dia sebagai warga lokal Jogja.