Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya

Setahun merantau di Medan memberikan banyak pengalaman kurang menyenangkan yang membuat saya bersyukur bisa kembali ke Surabaya.
Kaza Mall Surabaya memang nggak keren, tapi bukan berarti layak dilupakan dan nggak dikunjungi

Kaza Mall Surabaya memang kalah keren dibanding mal lain di Surabaya, tapi bukan berarti tempat ini layak dilupakan dan tak dikunjungi.
Daerah Ngagel penuh coffee shop, menunjukkan minimnya ruang publik di Surabaya

Pada akhirnya, persoalan Ngagel bukan tentang terlalu banyak coffee shop. Tapi, kenapa ruang publik kota belum banyak dan murah.
Ganti pemimpin Surabaya ternyata nggak makin berbenah: lahan parkir selalu saja jadi masalah pelik meski berkali-kali dikritik

Selamat datang di Surabaya. Kota di mana lahan parkir minimarket bisa bernasib sama seperti TKP tindak kriminalitas.
Jangan ke Surabaya Utara saat siang hari, jalannya bikin emosi, panasnya nggak masuk akal!

Saya pribadi juga bingung apa bisa kita mengubah Surabaya Utara lebih rapi dan dingin lagi, tentunya tanpa ada diskriminasi loh ya.
Simpang Tuwowo Surabaya pantas dijuluki lampu merah paling semrawut, kalahkan lampu merah Pegirian

Lampur merah Tuwowo Surabaya titik paling semrawut, tidak ada yang mengawasi, pengendara tidak tertib dan minim area pejalan kaki.
Jangan cintai Surabaya secara berlebihan, ia juga punya kekurangan yang patut dibicarakan

Saya jadi berpikir, apa iya Surabaya terlalu sering dipuji sampai membuat sebagian warganya jadi defensif terhadap kritik?