Informasi
ADVERTISEMENT

Susahnya Menjadi Anak Kabupaten Lamongan: Bikin Iri sama Anak Surabaya, Malang, dan Jogja

Kabupaten Lamongan Bikin Warganya Cuma Bisa Gibah (Unsplash)

Ngidam hiburan? Kudu ke daerah lain!

Terus kalau memang ngidam gimana? Tentu saja harus keluar daerah. Paling dekat, ya ke Gresik, yang jarak tempuhnya sekitar 1 sampai 2 jam perjalanan.

Mau cari kafe dengan konsep CoWorking space kayak Starbuck? Yah, harapan yang terlalu tinggi ini. Sebab, kebanyakan kafe di sini konsepnya full tawa. Sangat jarang ada kafe dengan nuansa tidak berisik. Kalau ada, bakal jadi “sarang” orang pacaran (baca: mesum). Duh, angelll.

“Eh, tapi di Lamongan kota, ada kok kafe yang estetis.” Memang ada, sih. Tapi jumlahnya nggak banyak. Itu saja hanya ada di sekitar sana saja. Fyi, di daerah kami, penyebutan daerah pusat kabupaten adalah Lamongan kota. Meski saya lebih suka menyebutnya Lamongan Pusat. Sebab, sangat jauh dari definisi kota. No debat.

Oh, iya, sebenarnya, di Kabupaten Lamongan ada beberapa pantai yang cukup punya potensi. Tapi, mungkin karena tidak ada dana lebih untuk mengelola, alhasil pantainya biasa saja. Ini mungkin lho, ya. Sebab, pantai di sini sangat bersahabat dengan sampah, jadi terkesan kotor. Padahal harusnya bagus, lho.

Bikin saya iri dengan daerah lain

Jujur, saya memang iri dengan kota-kota besar yang dikelola dengan baik. Yah, meski ada sisi abu-abu, tapi paling tidak tinggal di kota nggak akan kesusahan mencari hiburan. Misal orang Jogja. Minimal, mereka ini bisa keliling ringroad kalau bosan dan galau. Nah, kami nggak bisa. Sebab, kondisi jalan di kabupaten ini untuk ukuran jelek saja masih belum.

Bagi saya, saking jarangnya, jalan mulus di Kabupaten Lamongan itu cuma mitos. Saya sempat menulisnya di Terminal Mojok, kok. Maka dari itu, solusi rasional kalau pengin cari hiburan, ya keluar daerah. Melipir sebentar. Kemudian kembali lagi dengan melewati jalan-jalan yang bergelombang.

Kalau memang nggak mau keluar daerah, satu-satunya hiburan paling realistis adalah maido atau rasan-rasan (baca: bergunjing). Sudah, itu saja.. Standar kebahagiaan anak kabupaten emang receh.

Hiburan yang memang aneh khas Kabupaten Lamongan

Dan akhir-akhir ini kami punya hiburan baru, atau lebih tepatnya bahan baru buat rasan-rasan. Yakni, foto bupati kami yang cukup mentereng di berbagai acara-acara desa dan kecamatan. Foto tersebut selalu didesain dengan ukuran yang lebih besar ketimbang nama acaranya.

Bahkan kemarin ketika diadakan bupati cup untuk cabang futsal, desain photo booth ini 70% adalah wajah bupati. Yah, lebih mirip foto profil, sih, sebenernya. Oke, saya paham memang ini bupati cup, tapi apa harus banget pasang foto bupati dengan ukuran ugal-ugalan?

Terlepas dari itu, bupati kami ini memang rajin sekali mengunjungi acara-acara desa dan kecamatan. Mengisi sambutan di sana, serta menyapa warga sekitar. Beliau ini biasanya datang lengkap dengan tim dokumentasinya guna diunggah di sosial media.

Saya nggak tahu kenapa beliau ini lebih rajin melakukan kunjungan ke acara yang dampaknya jangka pendek, ketimbang membuat proyek jangka panjang untuk kesejahteraan warga Kabupaten Lamongan. Tapi saya menduga hal ini diniatkan untuk hiburan rasan-rasan warga sekitar. Sungguh mulia sekali niat beliau ini.

Akhir kata, saya selalu berharap Kabupaten Lamongan ini dikelola dengan sebaik-baiknya dan sehormat-hormatnya. Sebab, ada banyak potensi yang bisa dikembangkan. Mulai dari dari wisata alam sampai sejarah. Tentu saja dengan catatan memang mau mengembangkan. Yah, semoga saja.

Penulis: M. Afiqul Adib

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Mencoba Berprasangka Baik terhadap Gelapnya Jalan Raya Pantura Lamongan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 10 September 2023 oleh .

M. Afiqul Adib

Seorang tenaga pendidik lulusan UIN Malang dan UIN Jogja. Saat ini tinggal di Lamongan. Mulai suka menulis sejak pandemi, dan entah kenapa lebih mudah menghapal kondisi suatu jalan ketimbang rute perjalanan.

Exit mobile version