Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Supeltas Adalah Simbol Betapa Nggak Becusnya Polisi Lalu Lintas Kita

Mohammad Maulana Iqbal oleh Mohammad Maulana Iqbal
29 Mei 2023
A A
Supeltas Solo: Hadir Raganya, Terabaikan Jasanya

Supeltas: Hadir Raganya, Terabaikan Jasanya (Visual Karsa via Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Supeltas berdiri tegak, ketika fajar memaksa kita untuk menghadapi meja kerja. Di pertigaan, perempatan, atau perberapalah itu, mereka sigap membantu kita menyibak keramaian jalan, bersama polisi.

Oh, Anda kira supeltas adalah bagian dari polisi? Bukan, bukan. Mereka sukarelawan, yang sama gerahnya dengan kalian melihat kemacetan.

Sayangnya, polisi yang (harusnya) menjadi garda terdepan dalam ketertiban berkendara itu, hanya ditemukan di lapangan sampai kisaran pukul sembilan pagi, selebihnya entah ke mana. Dan, terjadilah peralihan tongkat estafet, tugas pengaturan lalu lintas dilanjutkan oleh supeltas yang setia menemani para pengendara.

Padahal jalan raya, khususnya yang masih belum ada lampu merahnya, itu sangat membutuhkan pengatur lalu lintas. Dan, kemacetan nggak selalu hanya terjadi di pagi hari, melainkan siang, sore bahkan malam nggak luput dari kemacetan. Lah, kok ndilalah jam sembilan pagi para polisi lalu lintas (polantas) itu udah cabut. Dan, yang nongol dan tetap bertahan cuma supeltas.

Kemacetan Benowo yang mengerikan

Pertigaan Terminal Benowo, Surabaya misalnya. Meskipun di sekitar area kemacetan itu ada pos polisi, tapi setelah jam 9, dah nggak ada polisi. Malah justru yang riweh yang ngatur totalitas banget itu supeltas. Di samping terminal itu udah jelas banget ada pos polisi, tapi ya gitu, pekerja pos itu hanya eksis nggak lebih dari jam sembilan pagi. Selebihnya semuanya dihendel oleh supeltas yang sampek keriwehan mengatur macetnya kendaraan.

Saya sendiri sering banget berangkat ke kampus dari Gresik ke Surabaya di waktu pagi untuk menghindari panasnya Surabaya. Dan memang saya temui ada polantas yang ngatur lalu lintas di sekitaran terminal. Namun, ketika saya pulang dari kampus, di sore hari, polantas tersebut hilang, lenyap, entah ke mana. Padahal, di sore hari, di pertigaan Terminal Benowo itu muacet pol. Orang pulang kerja, jemput anak sekolah, semuanya numplek di situ. Tapi kok ya nggak ada polisi satu pun. Yang ada malah supeltas aja yang tetap giat dari pagi hingga malam.

Orang-orang Gresik-Surabaya dan sekitarnya sudah pasti tau bagaimana kondisi kemacetan di Terminal Benowo itu. Bahkan kemacetannya berjarak lintas daerah hingga ke kecamatan Menganti, Gresik. Dan, itu dapat dipastikan setiap hari macet, mulai pagi hingga malam hari. Dan, kenapa polisi lalu lintas hanya bekerja di pagi hari aja? Lantas buat apa pos polisi kalau kosong penghuninya? Greget banget, bisa nggak sih kerja yang bener?

Supeltas nggak digaji, tapi kerjanya totalitas

Sebenernya yang digaji oleh pajak kita itu siapa, sih? Polisi atau supeltas? Padahal, setiap tahun kita harus bayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), lima tahun sekali kita harus bayar Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB), telat dikit aja kena denda. Dan, semua uang itu salah satunya untuk mendapatkan fasilitas berkendara di jalan raya yang nyaman, bebas kemacetan, karena lalu lintasnya telah terkondisikan. Tapi, kenyataannya apa yang kita dapatkan di lapangan?

Baca Juga:

Di Desa, Lari Pagi Sedikit Saja Langsung Dikira Mau Daftar Polisi

Lalu Lintas Medan Terlalu Barbar untuk Perantau Asal Surabaya seperti Saya

Kita hanya menemui supeltas yang sama sekali nggak mendapatkan uang pajak dari kita. Tapi mereka tetap teguh, totalitas, berkomitmen, untuk mengatur lalu lalang para pengendara di jalan. Nggak sedikit dari mereka mendapatkan uang receh untuk mengusap keringat mereka sebagai bentuk belas kasih, altruisme, dan bahkan sindiran bagi polisi lalu lintas yang kita bayar tapi nggak melakukan apa-apa.

Lebih geramnya lagi, polisi lalu lintas di pagi hari itu, seperti hanya sebuah formalitas yang telah menyelesaikan tugas aja gitu. Saya sering banget ngelihat ada polisi lalu lintas yang ngefotoin temennya ketika sedang ngatur lalu lalang kendaraan. Dan, setelah selesai ngefotoin, mereka bergantian untuk mendapatkan pose foto yang sama seolah-olah sedang mengatur lalu lintas. Buat apa sih sebenarnya itu?

Padahal, foto itu nggak perlu menurut saya, yang penting hasilnya. Kalau jalan raya nggak macet, berarti polisinya beneran mengatus lalu lintas, rating kepuasan masyarakat meningkat, dan tentu nggak perlu lapor ke atasan, tinggal cek aja di lapangan macet atau nggak. Kalau masih macet, berarti gagal. Sesederhana itu.

Slogannya saja, Rastra Sewakotama yang artinya Abdi Utama bagi Nusa Bangsa. Tapi, pengabdiannya tidak lebih dari jam sembilan pagi. Kalau menurut saya, yang mengabdi pada masyarakat banget itu ya supeltas itu. Sebagaimana kepanjangannya “sukarelawan pengatur lalu lintas”. Sukarelawan yang secara totalitas mengatur lalu lintas, mulai pagi, siang, sore bahkan malam.

Nggak nunggu macet, tapi mencegah macet

Menurut saya, nggak hanya kerja lebih dari jam sembilan pagi, polisi lalu lintas itu seharusnya juga ke lapangan nggak nunggu macet, melainkan selalu stand by di lapangan sebelum kemacetan terjadi. Begitulah yang dilakukan oleh supeltas. Mereka ngatur lalu lintas itu nggak nunggu macet, melainkan sebelum macet mereka udah di jalanan.

Seperti sebuah pepatah, mencegah lebih baik dari pada mengobati, sedia payung sebelum hujan. Tapi apa yang terjadi, polisi kita nggak lebih giat daripada supeltas meskipun mereka digaji memang untuk itu.

Kalau boleh saya katakan, eksisnya supeltas itu justru bentuk betapa nggak becusnya polisi lalu lintas kita. Karena polisi nggak hadir untuk mengatur lalu lintas kendaraan di atas jam sembilan pagi, akhirnya muncullah supeltas yang menjadi garda terdepan dalam melayani masyarakat agar lalu lalang kendaraan berjalan dengan lancar.

Supeltas adalah bentuk antitesis, sebuah kesadaran masyarakat untuk melayani sesama masyarakat. Rakyat bantu rakyat. Supeltas adalah bentuk kekosongan polisi kita yang seharusnya mengabdi pada masyarakat, bukan mengabdi pada mereka yang berpangkat. 

Penulis: Mohammad Maulana Iqbal
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Supeltas: Hadir Raganya, Terabaikan Jasanya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 29 Mei 2023 oleh

Tags: Kemacetanlalu lintaspolisiSupeltas
Mohammad Maulana Iqbal

Mohammad Maulana Iqbal

Lulusan Magister Sosiologi yang doyan ngulik isu konflik, identitas dan dinamika sosial. Selain menjadi kapitalis toko fotocopy, sehari-hari juga disibukkan dengan kegiatan membaca, menulis dan riset. Sedang berkeringat melahirkan komunitas riset.

ArtikelTerkait

Kelas (Pixabay.com)

Mengundur Jadwal Masuk Sekolah Adalah Inovasi Brilian dari Pemerintah!

8 Mei 2022
#PercumaLaporPolisi Harusnya Diserukan Warga India karena Polisi Indonesia Itu Terbaik terminal mojok.co

#PercumaLaporPolisi Harusnya Diserukan Warga India karena Polisi Indonesia Itu Terbaik

10 Oktober 2021
Jalan Bugisan Selatan Jogja, Penghubung Jogja-Bantul yang Menguras Kesabaran

Jalan Bugisan Selatan Jogja, Penghubung Jogja-Bantul yang Menguras Kesabaran

13 Desember 2023
Kemacetan Jakarta Semakin Memuakkan dan Mirisnya Itu di Luar Kontrol Kita macet

Bawa Kendaraan Pribadi tapi Ngeluh Macet Itu kok Agak Gimana Gitu ya

10 Juli 2023
Polisi di Kampung Saya Nggak Kayak Inspektur Vijay di Film India terminal mojok.co

Polisi di Kampung Saya Nggak Kayak Inspektur Vijay di Film India

7 Januari 2021
Titik di UNS Solo, ISI, dan Sekitarnya yang Perlu Dihindari karena Bikin Muntab terminal mojok.co

Pengendara yang Males Nyalain Lampu Sein Enaknya Diapain?

1 Oktober 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 hal yang mendorong saya meninggalkan Alfagift dan beralih Klik Indomaret walau lebih mahal Mojok.co

3 hal yang mendorong saya meninggalkan Alfagift dan beralih Klik Indomaret walau lebih mahal

26 Juli 2026
Saya pernah mengira orang miskin itu kurang berusaha, dan saya salah besar

Saya pernah mengira orang miskin itu kurang berusaha, dan saya salah besar

30 Juli 2026
Honda Vario 150 keyless, motor sialan yang berhasil bikin saya malu di hadapan bos Mojok.co

Honda Vario 150 keyless, motor sialan yang berhasil bikin saya malu di hadapan bos

28 Juli 2026
Tips membeli mobil bekas dari saya yang pernah jadi korban (Unsplash)

WAJIB IKUTI tips membeli mobil bekas ini biar kamu nggak jadi mangsa empuk para penipu

28 Juli 2026
Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya Mojok.co

Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya

1 Agustus 2026
Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

1 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.