Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Loker

Suka Duka Jadi Kenshuusei di Jepang

Primasari N Dewi oleh Primasari N Dewi
22 Januari 2022
A A
Suka Duka Jadi Kenshuusei di Jepang Terminal Mojok

Suka Duka Jadi Kenshuusei di Jepang (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Pernahkah kalian mendengar kalau lulusan SMA/SMK bisa bekerja selama 3 tahun di Jepang sebagai kenshuusei (pekerja magang)? Kerja sama program magang antara Indonesia dan Jepang sudah terjalin sejak tahun 1993.

Saya sendiri sudah hampir 10 tahun bergelut di dunia per-kenshuusei-an ini. Diawali sebagai pengajar bahasa Jepang di salah satu lembaga pengirim kenshuusei, lalu tesis S2 saya pun meneliti tentang mereka, membuat saya merasa ada semacam “kedekatan” dengan para kenshuusei.

Kenshuusei

Sebenarnya kenshuusei memang diasumsikan sebagai pekerja migran yang digaji kecil lantaran mereka dianggap masih magang, sementara perusahaan Jepang maunya menerima pekerja yang sudah profesional dan siap bekerja. Oleh karena itu, pemerintah Jepang membuat program ini.

Bagi tenaga kerja pemula, dia bisa bekerja di Jepang dan perusahaan Jepang bisa menggahi mereka dengan “uang saku” magang. Terlebih Jepang kekurangan tenaga kerja sektor informal karena anak muda Jepang sendiri jarang ada yang mau bekerja di tempat kotor dan bergaji kecil ini. Boleh dibilang perusahaan dan kenshuusei sama-sama diuntungkan.

Sayang kenyataannya tak seperti itu juga. Banyak kenshuusei yang diperlakukan tidak sesuai dengan kontrak kerja mereka. Lembur tidak dibayar, fasilitas tidak memenuhi syarat, diskriminasi orang asing, potongan gaji yang fantastis, dll. Meski begitu, pada tahun 2020 saja pekerja migran asing di Jepang dengan visa magang jumlahnya mencapai 251.721 orang. Peringkat pertama datang dari Vietnam dengan jumlah 104.800 orang, 79.959 orang dari Tiongkok, 25.740 orang dari Filipina, dan Indonesia yang menduduki peringkat 4 dengan jumlah 20.374 orang.

Kualitas kemampuan bahasa, fisik, dan kedisiplinan peserta magang menjadi “nilai jual” tersendiri. Terkadang satu perusahaan Jepang menerima kenshuusei tak hanya dari satu negara saja, lho.

Walau banyak dukanya, cerita suka para pekerja magang ini juga banyak, kok. Bisa mendapat pengalaman baru, berwawasan lebih luas karena tahu dunia lain yang tak kalah seru budayanya, bisa berbahasa Jepang dan keterampilan teknik yang bisa digunakan untuk melamar pekerjaan nanti, dan tentu saja cuan yang tak sedikit dari hasil tabungan selama 3 tahun.

Sebelum berangkat ke Jepang

Seorang calon peserta magang biasanya menjalani proses yang panjang untuk bisa sampai ke Jepang melalui jalur swasta. Awalnya, dia akan mengikuti pelatihan bahasa Jepang selama kurang lebih 2-3  bulan terlebih dahulu di sebuah LPK. Untuk bisa mengikuti pelatihan ini, calon siswa harus sehat dan lulus beragam tes yang telah ditentukan.

Baca Juga:

Pulang dari Jepang Bikin Sadar Betapa Bobrok Daerah Asal Saya

Mencoba Memahami Alasan Orang-orang Kabur dari Magang di Jepang

Setelah belajar bahasa Jepang, calon peserta magang akan diikutkan wawancara pekerjaan dari user perusahaan Jepang. Kalau dinyatakan lolos dan mendapat pekerjaan, dia akan kembali mengikuti pelatihan bahasa dan budaya Jepang dengan latihan fisik yang lebih ketat selama 2-3 bulan atau sampai Certificate of Eligibility (CoE) turun sehingga bisa mengajukan visa. Barulah kemudian calon peserta magang ini bisa berangkat ke Jepang.

Biaya yang dikeluarkan untuk pelatihan awal bervariasi, mulai dari 4 juta sampai 10 juta rupiah. Biaya tersebut meliputi belajar bahasa Jepang dasar, asrama dan makan, dll. Setelah mendapat pekerjaan, biaya pelatihan lanjutan sekitar 30 juta rupiah, meliputi 10 juta rupiah untuk biaya pelatihan bahasa Jepang lanjutan dan 20 juta biaya pemberangkatan termasuk pembuatan paspor, visa, tes kesehatan, dll.

Semua biaya tersebut beragam jumlahnya, tergantung LPK dan lembaga pengirim, tetapi harus sesuai anjuran Kementerian Tenaga Kerja. Ada juga lembaga yang memberikan pinjaman dengan bekerja sama dengan pihak bank, dan calon peserta magang bisa membayarnya dengan mencicil per bulan selama bekerja di Jepang.

Selain jalur swasta, ada juga jalur negeri (Disnaker) dengan perekrutan lebih ketat (pemberkasan, tes kesehatan, fisik, kesemaptaan, matematika dasar, dll.), tanpa dipungut biaya. Calon peserta magang hanya membayar biaya asrama dan biaya pribadi yang dikeluarkan selama pelatihan bahasa dan budaya Jepang. Kenapa jauh lebih murah? Ya karena mendapat subsidi dari pemerintah. Peminatnya sangat banyak karena semua warga Indonesia yang memenuhi persyaratan diperbolehkan mengikuti tesnya.

Pengalaman kenshuusei

Selama kontrak 3 tahun, peserta magang tidak diperkenankan pulang ke Indonesia, apa pun yang terjadi. Itu berarti peserta magang harus menjalani 3 kali Lebaran tanpa kumpul keluarga. Kalau bekerja di lapangan dan saat musim panas yang terik, terkadang puasa tidak diperbolehkan oleh perusahaan. Urusan puasa, salat, pengajian, dan kegiatan keagamaan lainnya diperbolehkan, asal tak mengganggu kinerja dan profesionalisme. Bagaimanapun, agama bukan sesuatu yang diatur oleh pemerintah Jepang.

Urusan diskriminasi karena orang asing juga tak kalah peliknya. Kalau sudah bawa-bawa gaijin (orang asing), urusannya panjang. Padahal di Jepang banyak juga pekerja migran dari Tiongkok, Vietnam, Thailand, India, Brazil, dan Filipina. Dalam satu perusahaan saja kadang sesama kenshuusei ada yang tidak akur. Pokoknya ribet, deh.

Urusan cuan juga tak kalah ribet. Banyak dari kenshuusei ini yang berutang sebelum berangkat sehingga mau tak mau harus melunasi utangnya dengan mengirim uang ke Indonesia setiap bulan. Banyak juga kisah tetangga dan saudara yang meminjam uang karena menganggap kenshuusei ini punya banyak uang. Ada juga cerita utang piutang antar-kenshuusei yang nominalnya tidak sedikit, lho. Lantas, urusan menagih pun jadi cerita yang tak kalah dramatis.

Banyak kenshuusei yang pulang ke Indonesia kemudian bekerja, kuliah, atau memulai usaha. Uang yang ditabung selama 3 tahun jadi modal mereka. Ada juga yang membangun rumah, membeli sawah, sepeda motor keren macam NINJA, dll. Kalau uang sudah habis, mereka pun mencari pekerjaan dan mulai lagi dari nol lagi. Namun, sekarang ada juga program untuk melanjutkan magang mereka menjadi 5 tahun dan status magang bisa berubah menjadi “skilled-worker” (tokutei ginou).

Meskipun bekerja di Jepang itu pahit dan tidak 100% enak, nyatanya banyak kenshuusei yang ingin kembali ke Jepang lagi untuk bekerja di sana. Bagaimanapun Jepang jadi salah satu negara tujuan anak muda Indonesia yang ingin bekerja dan mencari pengalaman hidup di luar negeri. Bagaimana? Kalian tertarik bekerja di Jepang sebagai kenshuusei?

Penulis: Primasari N Dewi
Editor: Intan Ekapratiwi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 Januari 2022 oleh

Tags: jepangkenshuuseimagang
Primasari N Dewi

Primasari N Dewi

Saat ini bekerja di Jepang, menjalani hari demi hari sebagai bagian dari proses belajar, bertahan, dan berkembang.

ArtikelTerkait

Ashigaru, Pasukan Petani dan Rakyat Jelata yang Ikut Perang di Jepang terminal mojok.co sejarah samurai zaman edo perang jepang

Ashigaru, Pasukan Petani dan Rakyat Jelata yang Ikut Perang di Jepang

15 Oktober 2020
bebas visa anime 2021 jepang mojok

Semoga 5 Negara Ini Menerapkan Bebas Visa buat Turis Indonesia

15 Desember 2020
kristen kakure kirishitan jepang mojok

Kakure Kirishitan: Sejarah Penyebaran Kristen di Jepang

29 September 2020
Salon de thé François industri musik jepang mojok

Nobunaga yang Beli Mi, Hideyosi yang Masak, Ieyasu yang Makan: Kisah Penyatuan Jepang

25 September 2020
4 Perbedaan Kuliah S1 di Jepang dan Indonesia

4 Perbedaan Kuliah S1 di Jepang dan Indonesia

28 Februari 2022
5 Hal yang Bikin Saya Ngiri dengan Jepang Terminal Mojok

5 Hal yang Bikin Saya Ngiri dengan Jepang

22 Desember 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

7 Menu Toko Roti GO Purwokerto Paling Underrated (Unsplash)

7 Menu Toko Roti GO Purwokerto Paling Underrated: Kombinasi Rasa yang Memanjakan Lidah dan Semua Cocok Jadi Buah Tangan

21 Maret 2026
Kebohongan Suzuki Ertiga yang Nggak Masuk dalam Brosur Promosi Mojok.co

Kebohongan Suzuki Ertiga yang Nggak Masuk dalam Brosur Promosi

21 Maret 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Tinggal di Wonogiri Menyadarkan Kenapa Saya dan para Perantau yang Lain Memilih Mengadu Nasib di Kota Lain

19 Maret 2026
Lebaran Kedua Jauh dari Indonesia: Homesick, tapi Terobati oleh Orang-orang Turki yang Hangat dan Baik Hati Mojok.co

Lebaran Jauh dari Indonesia: Homesick, tapi Terobati oleh Orang-orang Turki yang Hangat dan Baik Hati

19 Maret 2026
Lulus Kuliah Mudah Tanpa Skripsi Hanya Ilusi, Nyatanya Menerbitkan Artikel Jurnal SINTA 2 sebagai Pengganti Skripsi Sama Ruwetnya

Kritik untuk Kampus: Menulis Jurnal Itu Harusnya Pilihan, Bukan Paksaan!

19 Maret 2026
Terminal Ir Soekarno Klaten Terminal Terbaik di Jawa Tengah

Terminal Ir Soekarno Klaten: Terminal Terbaik di Jawa Tengah yang Menjadi Tuan Rumah Bagi Siapa Saja yang Ingin Pulang ke Rumah

18 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.