Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Studi Analisis Customer Perempuan vs Mbak-Mbak Guardian

Anindyadevi Aurellia oleh Anindyadevi Aurellia
6 April 2020
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai pengantar untuk Anda yang masih asing dengan Guardian, ia adalah drugstore yang sering ada di mal-mal. Biasanya identik dengan warna oranye pada logonya. Meskipun drug artinya obat, tapi justru ia lebih sering menjadi tempat wanita untuk berbelanja sekaligus cuci mata peralatan makeup, bukan membeli obat. Guardian memiliki ruang untuk brand makeup sampai segala jenis perawatan kulit. Sekiranya itu yang dapat saya sampaikan, sebelum tulisan ini mengandung unpaid promote.

Untuk sekadar melihat-lihat atau membeli barang yang tetap sambil melihat-lihat, perempuan tampaknya butuh konsentrasi. Mereka datang ke Guardian bukan sekadar untuk berhura-hura, melainkan melakukan ‘penelitian’. Butuh waktu yang cukup untuk merenungkan warna eyeshadow apa yang menarik, tipe bulumata palsu seperti apa untuk pergi kondangan, hingga meneliti lebih besar diskon menggunakan kartu member dan kartu debit, atau cash dengan diskon toko.

‘Penelitian tersebut’ berfungsi untuk menunjang kepuasan wanita terhadap perilaku konsumtif. Bayangkan, wanita sering kali mengalami insomnia dan kegelisahan untuk memilih membeli skincare A atau B. Ada ketakutan dalam pengambilan langkah, sebab tidak ingin menyesal setelah membeli barang. Hal itulah yang memengaruhi mengapa mereka perlu melakukan kajian ulang terhadap barang yang akan dibelinya.

Wah, tampaknya para akademisi manajemen harus tertarik membaca tulisan saya.

Kajian ulang tersebut memakan waktu yang sangat lama dan konsentrasi tinggi. Namun, seketika semua hancur saat datang rombongan mbak-mbak BA alias Beauty Advisor datang dengan 4 mantra andalannya:

“Mari silakan, Kak….”

“Bisa dibantu, Kak….”

“Mau cari apa, Kak….”

Baca Juga:

Trik Menghapus Maskara Waterproof supaya Nggak Berujung Sengsara

Kalau Kosmetik Punya Zodiak, Viva Itu Capricorn. Nggak Banyak Gaya, tapi Bisa Diandalkan

“Atau mau coba yang ini, Kak….”

Bayangkan, Anda sedang berpikir kemudian didatangi dengan empat pertanyaan pamungkas tersebut. Anda akan coba lari, tapi BA makeup Guardian seolah memiliki jurus Kage Bunshin: Mereka ada di mana-mana.

Geser ke rak sebelah mana pun, Anda akan diikuti. Setiap gerak-gerik Anda akan diperhatikan mulai dari saat Anda berpikir, mulai mengoleskan lipstik, atau bahkan hingga selesai berdandan dari hasil makeup tester. Kemudian Anda merasa gelisah tidak nyaman, dan melakukan perhitungan langkah dari dalam otak. Jika Anda kesal dan meminta mereka berhenti mengikuti, itu akan sangat tidak etis karena menghalangi pekerjaannya. Keringat dingin mulai bercucuran hingga terjadi percakapan,

“Yaudah saya ambil yang ini aja, Mbak.”

“Nggak sekalian yang ini juga, Kak?”

“Nggak, Mbak.”

“Lagi ada promo loh, diskon 0,5%.”

“Yaudah boleh juga deh Mbak sekalian.”

Harus diucapkan selamat atas penghargaan pada diri Anda yang berhasil membawa pulang belanjaan lain yang ternyata tidak terlalu Anda butuhkan. Jangan lupa, Anda baru saja membeli sebuah benda yang hanya tampak indah saat di store, tapi saat dibawa pulang tiba-tiba warnanya berubah menjadi sangat tidak masuk akal. Semua itu terjadi karena riset kajian ulang sebelum membeli barang kurang matang. Setelah berbelanja, Anda merasa puas, bukan? Bukan. Yang terjadi justru emosi.

Dengan kasus di atas, maka bisa kita telaah hal tersebut menjadi alasan mengapa para pelanggan setia Guardian mengibarkan bendera permusuhan dengan mbak-mbak BA. Perempuan-perempuan ini akan curhat di media sosial masing-masing untuk menceritakan ketidaknyamanannya. Mulai dari membuat “Kekesalan aku belanja offline hari ini: A THREAD” di Twitter, menulis status di WhatsApp, hingga membuat kekesalannya menjadi konten di TikTok yang kemudian diunggah ke Instagram.

Belum selesai sampai di situ, mereka yang penuh dengan amarah akan memborbardir kolom komentar pada akun Instagram Guardian. Melaporkan kekesalan mereka lengkap dengan hari, tanggal, bulan, tahun, lokasi store, ciri-ciri khusus BA, sampai nama BA tersebut bisa terancam. Kita semua tentu tahu jika perempuan adalah pengingat yang handal dan pengamat profesional daripada Badan Intelejen saat emosinya tersulut.

Lalu, apa solusi yang bisa ditawarkan untuk mengakhiri permusuhan sesama jenis ini? Anda tentu tidak ingin mendengar kata ‘sabar’. Maka, solusi berikut mungkin bisa dicoba:

Pertama, Anda perlu mengingat bahwa apa yang mereka lakukan mungkin menguji kesabaran, tetapi mereka hanya sedang menjalankan pekerjaan mereka. Guardian adalah tempat mereka bekerja, sehingga nyaris tidak mungkin jika Anda hanya ingin di sana sendirian. Jadi, ada baiknya belajar memaklumi.

Kedua, saat Anda sudah mencoba memaklumi tapi suasana hati mulai terasa emosi, ada baiknya Anda mencoba berkomunikasi dari hati ke hati. Pancing dengan pertanyaan yang akan membuat mereka tidak bisa berhenti bercerita. Seperti:

“Mbak dah lama kerja di sini? Ceritain dong dari lulus sekolah sampe kerja di sini.”

“Mbak cantik banget, boleh ceritain biasanya step makeup-nya apa aja?”

“Mbak kayanya punya bakat story telling, bisa ceritain awal mula Indonesia merdeka sejak jaman Majapahit?”

Saat BA tersebut menjawab dengan panjang kali lebar kali tinggi, Anda tidak perlu menatap matanya. Cukup fokus dengan swatch makeup yang Anda berusaha pikirkan.

Ketiga, BA sudah selesai bercerita tetapi riset Anda belum selesai? Anda bisa coba jurus terakhir, yang memiliki dua metode. Yakni pura-pura telepon atau menggunakan headset. Cara klasik untuk Anda yang lebih senang berkomunikasi dengan kucing daripada sesama manusia.

Sejak masuk ke Guardian, Anda bisa mulai memasang telepon genggam ke telinga Anda, dan memulai percakapan dengan improvisasi. Saat Anda tetap didatangi mereka, Anda bisa menjawab,

“Mbak maaf, kasih saya waktu sebentar, ya. Saya malu kalau didengerin telepon sama selingkuhan saya.”

Namun, jika Anda merasa lebih senang akting pura-pura mendengarkan musik, maka lakukanlah untuk mengabaikan pertanyaan yang bisa mengganggu riset Anda.

Mungkin sekian dari saya, jika Anda merasa harus menghubungi saya untuk keperluan riset lebih lanjut, bisa menghubungi Terminal Mojok. Sekian dan enjoy santuy, Para Gadis!

BACA JUGA Tidak Ada yang Salah dengan Bersembunyi di Balik Dempul Makeup dan tulisan Anindyadevi Aurellia lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 6 April 2020 oleh

Tags: drugstoreGuardianmakeup
Anindyadevi Aurellia

Anindyadevi Aurellia

Mahasiswi Komunikasi yang hobi menonton film. Calon sarjana Netflix.

ArtikelTerkait

Lipstik Arab Lipstik Underrated yang Cetar Membahana Terminal Mojok

Lipstik Arab: Lipstik Underrated yang Unik

14 November 2022
7 Rekomendasi Kuteks Peel Off, Aman Dipakai Muslimah Terminal Mojok

7 Rekomendasi Kuteks Peel Off, Aman Dipakai Muslimah

7 Desember 2022
Menjawab Selentingan Jerawat Itu Diobati, Bukan Didempul! terminal mojok

Menjawab Selentingan Jerawat Itu Harusnya Diobati, Bukan Didempul!

22 September 2021
makeup

Tidak Ada yang Salah dengan Bersembunyi di Balik Dempul Makeup

2 April 2020
5 Alasan Mengapa Saya Nggak Suka Jadi Bridesmaid di Desa

5 Alasan Mengapa Saya Nggak Suka Jadi Bridesmaid di Desa

4 Juli 2024
Bedak Fanbo_ Dicintai Berbagai Generasi, Kini Tampil di TV terminal mojok

Bedak Fanbo: Dicintai Berbagai Generasi, Kini Tampil di TV

22 April 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Istilah di Solo yang Biking Orang Jogja seperti Saya Plonga-plongo Mojok.co

5 Istilah di Solo yang Biking Orang Jogja seperti Saya Plonga-plongo

15 Januari 2026
Nestapa MUA Spesialis Wisuda: Berangkat Subuh demi Menutup Mata Panda, Pulang Kena Tawar Harga yang Nggak Ngotak

Nestapa MUA Spesialis Wisuda: Berangkat Subuh demi Menutup Mata Panda, Pulang Kena Tawar Harga yang Nggak Ngotak

16 Januari 2026
3 Pertanyaan yang Dibenci Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Mojok.co jurusan PAI

Saya Tidak Ingin Menjadi Guru walaupun Memilih Jurusan PAI, Bebannya Tidak Sepadan dengan yang Didapat!

11 Januari 2026
8 Istilah Bau dalam Bahasa Jawa, dari Prengus sampai Badheg

8 Istilah Bau dalam Bahasa Jawa, dari Prengus sampai Badheg

15 Januari 2026
Trowulan, Tempat Berlibur Terbaik di Mojokerto, Bukan Pacet Atau Trawas

Trowulan, Tempat Berlibur Terbaik di Mojokerto, Bukan Pacet Atau Trawas

12 Januari 2026
3 Keunggulan Kereta Api Eksekutif yang Tidak Akan Dipahami Kaum Mendang-Mending yang Naik Kereta Ekonomi

3 Keunggulan Kereta Api Eksekutif yang Tidak Akan Dipahami Kaum Mendang-Mending yang Naik Kereta Ekonomi

17 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi
  • Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan
  • Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM
  • Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna
  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri
  • Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.