Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Stigma Rokok: Menuduh Rokok Sebagai Penyebab Musibah Memang Kebiasaan Goblok yang Paling Mudah Diterima Masyarakat

Mohammad Arkham Zulqirom Putra oleh Mohammad Arkham Zulqirom Putra
31 Agustus 2023
A A
Stigma Rokok Tuduhan Goblok yang Mudah Diterima Masyarakat (Unsplash)

Stigma Rokok Tuduhan Goblok yang Mudah Diterima Masyarakat (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Rokok, sebuah kebutuhan primer yang sudah menyatu dalam kehidupan sehari-hari bagi individu yang sudah cukup usia untuk merokok. Sayang, perannya dalam menstabilkan negara dari berbagai sisi dan lini tak pernah mendapatkan pengakuan yang layak. Bahkan sekarang muncul stigma rokok yang goblok banget.

Menurut saya, rokok sudah bukan sebatas barang konsumtif. Namun, barang satu ini sudah melekat, menjadi kebiasaan masyarakat. Misalnya, pertemuan RT di sebuah desa selalu menyediakan barang satu ini sebagai suguhan. Selain itu, hajatan pernikahan, tahlilan, sampai aktivitas nongkrong tidak bisa lepas dari aktivitas membakar tembakau.

Rokok juga sudah menjadi teman terbaik di dunia kerja. Kuli bangunan, dengan sendok semen galur di tangan kanan dan rokok di antara bibir, mampu membangun berbagai macam bangunan. Penulis, membutuhkan rokok dan kopi sebagai teman mencari inspirasi. Sudah seperti itu, tetapi stigma rokok masih saja melekat kuat.

Iya, rokok sendiri juga dianggap barang hina yang menyebabkan petaka bagi lingkungan sekitar. Saking bencinya pada rokok, masyarakat Indonesia mudah sekali mengiyakan peristiwa atau kejadian nahas yang disebabkan oleh benda satu ini. Mulai dari isu kesehatan, lingkungan, musibah, ekonomi, kemiskinan, bahkan kecelakaan. Begitulah stigma rokok terbentuk.

Stigma rokok dan narkoba

Entah setan apa yang merasuki. Banyak propaganda kesehatan yang langsung begitu saja menyalahkan rokok sebagai sumber kejahatan. Misalnya, ketika SMP, ada sosialisasi di sekolah saya. Katanya, “ROKOK ADALAH GERBANG AWAL NARKOBA!” Alasannya, karena mengandung zat adiktif yang membuat kecanduan.

Berkat kampanye itu, saya nggak takut sama risiko kesehatan. Saya malah takut sama risiko pidana karena dunia menganggap rokok sebagai penyebab tindak kriminal. Sekarang, setelah memikirkannya kembali sembari merokok dan minum kopi, saya sadar bahwa zat adiktif juga ada di produk makanan, minuman, hingga obat. Itulah stiga rokok yang goblok banget, deh.

Rokok sebagai penyebab kebakaran

Selain sebagai sumber kejahatan, rokok juga paling mudah menjadi kambing hitam musibah kebakaran. Mau kebakaran hutan, SPBU, gunung, hingga sebuah TPA di Kabupaten Bandung Barat. Ini adalah sebuah stigma rokok yang muncul dari kemalasan saja.

Misalnya di berita kebakaran sebuah TPA di Bandung Barat. Katanya, puntung rokok menyebabkan kebakaran. Tanpa mau berpikir panjang, banyak netizen menyambut anggapan itu. Mereka menyalahkan perokok, bahkan menggunakan kata-kata kasar.

Baca Juga:

Boker Sambil Ngebul Nggak Masalah, tapi Puntung Rokok Jangan Ditinggal, Bos!

Alasan Kuli Bangunan Buang Puntung Rokok di Gedung Kejaksaan Agung

Lalu ada lagi narasi bahwa masyarakat Indonesia susah lepas dari belenggu kemiskinan karena rokok. Mereka lebih mementingkan rokok daripada keperluan yang lain. Seolah-olah karena merokok, jadinya pasti miskin. Sudah begitu, muncul narasi basi bahwa dengan berhenti merokok, kamu bisa membeli rumah atau barang impian.

Mari lihat dari sudut pandang lain

Propaganda untuk membentuk stigma rokok itu, saya yakin, nggak kecil. Padahal, ketimbang untuk membuat propaganda goblok, mending mereka menggunakan duitnya untuk memperbaiki fasilitas kesehatan. Bisa juga untuk meningkatkan jaminan kesehatan. Kan, lebih memberi manfaat ketimbang membuat kampanye yang mana perokok sudah memahaminya lewat bungkus rokok.

Soal kebakaran, memang, bara rokok bisa saja menyebabkan musibah tersebut. Tapi apa iya puntung menjadi penyebab satu-satunya? Kalau mau main curiga, bisa saja seperti ini: Saya curiga, itu alasan yang sengaja dibuat untuk menghindari kasus hukum karena besarnya unsur lalai.

SPBU, yang memiliki standar keamanan tinggi, dengan mudah terbakar hebat tanpa ada pencegahan sama sekali karena satu puntung rokok? Kok, aneh ya.

Juga, TPA kok bisa terbakar sehebat itu? Misal, iya karena bara puntung rokok yang masih menyala. Tapi kenapa langsung mengolok-olok perokok sebagai SDM yang kurang? Bukannya permasalahan TPA Sarimukti karena luasnya wilayah yang terbakar juga susah untuk dipadamkan? Berarti, misalnya, coba akar masalah lainnya adalah sampah yang menggunung karena tidak berfungsinya penerapan 3R di masyarakat. Bukannya itu masalah yang amat serius juga? Yah tapi menyalah perokok lebih mudah, sih.

Stigma rokok di dunia ekonomi

Terakhir, stigma rokok di dunia ekonomi. Sudah banyak teori dari ahli yang menjelaskan bahwa rokok tidak menjadi penyebab kemiskinan. Tapi kenapa yang lebih laku adalah menyalahkan perokok saja? Padahal banyak faktor lain seperti pendidikan, lapangan pekerjaan, akses informasi, keterbukaan layanan, dan lain-lain.

Saya juga merasa nggak perlu mengungkit rokok sebagai penyumbang cukai, kan? Sudah banyak yang membahasnya, bukan?

Terakhir, saya berharap masyarakat tidak mudah menjadikan rokok sebagai biang kerok dari berbagai hal negatif di kehidupan kita. Stigma rokok yang ada sudah nggak masuk akal. Goblok banget kalau masih banyak yang mempercayainya.

Iya, benar, rokok bisa mempengaruhi kesehatan, bisa jadi boros, atau lainnya. Tapi, lihat juga faktor lain yang tidak kalah serius. Salam sebat.

Penulis: Mohammad Arkham Zulqirom Putra

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Rokok Itu Simbol Komunis-Kapitalis-Liberal-Konservatif, Pokoknya Bahaya!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 31 Agustus 2023 oleh

Tags: kebakaran spbupuntung rokokrokok penyebab bencanarokok penyebab kebakaranrokok penyebab kemiskinanstigma rokok
Mohammad Arkham Zulqirom Putra

Mohammad Arkham Zulqirom Putra

P3K Paruh Waktu di Dinas Sosial. Suka kopi dan suka alam.

ArtikelTerkait

harga rokok naik cukai rokok perokok di kafe buang puntung sembarangan padahal udah ada asbak mojok.co

Boker Sambil Ngebul Nggak Masalah, tapi Puntung Rokok Jangan Ditinggal, Bos!

26 September 2021
mengapa kuli bangunan buang puntung rokok sembarangan kebakaran gedung kejaksaan agung motif pelaku tersangka mojok.co

Alasan Kuli Bangunan Buang Puntung Rokok di Gedung Kejaksaan Agung

27 Oktober 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rapat Pejabat Indonesia, Mahal di Konsumsi, tapi Minim Substansi. Lebih Fokus ke Gedung Rapat dan Konsumsi ketimbang Isi Rapat!

Orang Indonesia Suka Banget Rapat, tapi Nggak Suka Ambil Keputusan, Akhirnya ya, Rapat Lagi!

22 Februari 2026
3 Olahan Topak yang Jarang Dapat Sorotan padahal Asli Madura dan Sulit Ditemukan di Daerah Lain Mojok.co

3 Olahan Topak yang Jarang Dapat Sorotan padahal Asli Madura dan Sulit Ditemukan di Daerah Lain

21 Februari 2026
Bukan Buangan dari UNDIP: Kami Mahasiswa UNNES, Bukan Barang Retur! kampus di semarang

UNNES Semarang Rajin Menambah Mahasiswa, tapi Lupa Menyediakan Parkiran yang Cukup

24 Februari 2026
Rujak Cingur, Makanan Aneh Surabaya yang Paling Nggak Disarankan untuk Pendatang Mojok.co

Rujak Cingur, Makanan Aneh Surabaya yang Paling Nggak Disarankan untuk Pendatang

26 Februari 2026
Mari Mengenal Salah Satu ‘Keajaiban’ dalam Hidup: Compounding

Mari Mengenal Salah Satu ‘Keajaiban’ dalam Hidup: Compounding

25 Februari 2026
Gen Z Ogah Naik Jabatan, Mending Jadi Pekerja Biasa Aja, tapi Punya Hidup Lebih Tenang Mojok.co

Gen Z Ogah Naik Jabatan, Mending Jadi Pekerja Biasa Aja, tapi Punya Hidup Lebih Tenang

23 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur
  • Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman
  • Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga
  • Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT
  • Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi
  • Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.