Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Stasiun Pekalongan, Fasilitas Publik yang Wajib Disyukuri dan Dibanggakan Warga Pekalongan

Muhammad Luthfi Lazuardi oleh Muhammad Luthfi Lazuardi
2 November 2024
A A
Stasiun Pekalongan, Fasilitas Publik yang Seharusnya Wajib Disyukuri dan Dibanggakan Warga Pekalongan

Stasiun Pekalongan, Fasilitas Publik yang Seharusnya Wajib Disyukuri dan Dibanggakan Warga Pekalongan (Aldio Yudha Trisandy via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Secara tampilan bangunan, bisa dibilang Stasiun Pekalongan nggak seberapa megah dan keliatan langgam arsitektur kolonialnya. Coba bandingkan dengan Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng dengan kubahnya yang khas atau Stasiun Tegal dengan tiang pilar di bagian depan yang estetis. Jelas Stasiun Pekalongan akan kepental dengan pesona dua stasiun tadi.

Meski begitu, ada beberapa alasan yang bisa membuat warga Pekalongan bangga dan yang terpenting bersyukur memiliki stasiun kereta api seperti Stasiun Pekalongan. Dari segi historis yang panjang sampai keunggulannya sebagai salah satu prasarana transportasi besar di Pulau Jawa.

Sejarah awal dibangunnya Stasiun Pekalongan

Seandainya perusahaan kereta api swasta SCS (Semarang-Cheribon Stoomtram Maatschappij) nggak pernah ada, mungkin daerah Pekalongan akan lebih lama untuk keluar dari isolasi. Pasalnya akses transportasi menuju Pekalongan di era kolonial masih berupa jalan berbatu yang dibuat sebagai bagian dari proyek Jalan Raya Pos (De Grote Postweg) era Gubernur Jendral Daendels.

Jalan itu hanya bisa dilalui oleh kendaraan berupa pedati atau dokar yang ditarik tenaga hewan seperti kerbau atau kuda. Bisa dibayangkan seperti apa lamanya waktu tempuh untuk sampai ke Pekalongan dengan kondisi seperti itu. Butuh berhari-hari untuk menjangkau Pekalongan dari berbagai daerah di penjuru Pulau Jawa.

Hingga akhirnya SCS membangun jalur kereta api dari Semarang sampai Cirebon sejak 1897. Pada 1 Desember 1898 rute Weleri sampai Pekalongan sepanjang 49,6 kilometer diresmikan oleh SCS sebagai jalur kereta api pertama yang melintasi daerah Pekalongan. Masyarakat kedatangan moda transportasi baru yang modern dan mampu mempercepat waktu tempuh.

Bersamaan dengan perjalanan perdana rute Weleri sampai Pekalongan, Stasiun Pekalongan juga dibuka untuk melayani angkutan kereta api. Awalnya bangunan stasiun sebatas ruangan pengawas stasiun yang terbuat dari batu bata sederhana dengan atap berupa genteng dan kanopi berbahan kayu untuk tempat tunggu penumpang dan aktivitas bongkar muat barang.

Seiring dengan perubahan kebijakan dari SCS, bangunan lama Stasiun Pekalongan dirobohkan dan digantikan dengan bangunan baru bergaya arsitektur Art Nouveau yang lebih bagus. Upacara peresmian renovasi dilakukan pada 13 Januari 1920 dengan dihadiri banyak pejabat pemerintah dan direksi SCS. Bangunan baru ini yang masih berdiri kokoh hingga sekarang.

Berjasa membuka isolasi Pekalongan dengan daerah lain

Sejak awal kehadirannya, Stasiun Pekalongan sudah berjasa menjadi pintu masuk bagi pengguna jasa kereta api. Semakin ramai orang yang datang dari daerah lain melalui stasiun ini menandakan bahwa Pekalongan sudah berhasil keluar dari isolasi. Itu karena kereta api telah mempermudah akses transportasi dari dan menuju Pekalongan.

Baca Juga:

Orang Pekalongan yang Pulang dari Merantau Sering Bikin Komentar yang Nyebelin, kayak Nggak Kenal Kotanya Sama Sekali!

Pekalongan (Masih) Darurat Sampah: Ketika Tumpukan Sampah di Pinggir Jalan Menyapa Saya Saat Pulang ke Kampung Halaman

Terlepasnya Pekalongan dari keterbelakangan akibat kekurangan moda transportasi membawa dampak luar biasa. Kota ini jadi bisa terhubung lebih cepat dengan kota-kota besar di Jawa seperti Surabaya, Semarang, dan Jakarta. Ekonomi warga ikut tumbuh pesat. Sebab komoditas andalan daerah seperti kain batik bisa diangkut dengan kereta api untuk dipasarkan ke berbagai daerah.

Salah satu stasiun besar di lintas utara Jawa Tengah

Selepas Indonesia merdeka, aset bangunan Stasiun Pekalongan otomatis diambil alih dan dikelola oleh perusahaan kereta api negera. Mulai era DKARI sampai KAI Stasiun Pekalongan diberi label sebagai Stasiun Besar. Lebih tepatnya Stasiun Besar Tipe C karena strategis di dekat Jalur Pantura dengan frekuensi perjalanan kereta yang cukup tinggi setiap hari.

Menyandang status Stasiun Besar Tipe C membuat Stasiun Pekalongan setara dengan Stasiun Tasikmalaya, Stasiun Bekasi, Stasiun Cepu, Stasiun Kediri, Stasiun Jombang, Stasiun Kebumen, dan Stasiun Solo Jebres. Meski tergolong Tipe C, jangan salah, stasiun ini menjadi stasiun vital bagi lalu lintas perjalanan kereta api di lintas utara Jawa Tengah.

Stasiun dengan kode PK ini termasuk stasiun besar yang diawasi operasionalnya oleh KAI Daop 4 Semarang. Selain Stasiun Pekalongan, stasiun besar lainnya di lintas utara Jawa Tengah adalah Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng (Tipe A), Stasiun Semarang Poncol (Tipe B), dan Stasiun Tegal (Tipe A). Dari ketiga stasiun itu, dua di antaranya adalah bekas stasiun milik SCS yang saat ini berbeda tipe dengan Stasiun Pekalongan, yaitu Stasiun Semarang Poncol dan Stasiun Tegal.

Dilengkapi fasilitas mumpuni

Sebagai stasiun besar, Stasiun Pekalongan sudah dilengkapi dengan fasilitas pendukung yang mumpuni. Demi membuat calon penumpang nyaman, disediakan ruangan loket pembelian tiket serta customer service berpendingin udara, mesin cetak tiket, mesin ATM, bangku duduk, musala, toilet, ruang khusus menyusui, ruang bermain anak, hingga stop kontak dalam jumlah banyak untuk mengisi baterai gadget.

Calon penumpang dapat membeli camilan atau makanan berat sebelum naik kereta dari Stasiun Pekalongan. Ada minimarket Alfaexpress dan Indomaret, kios makanan cepat saji CFC, kedai Teh Jawa, dan tentu saja gerai Roti’O. Ya meskipun Roti’O-nya nggak sepopuler di Stasiun Lempuyangan sih.

Terbaru stasiun ini juga sudah memiliki fasilitas layanan face recognition sejak September lalu. Layanan ini bertujuan untuk mempermudah calon penumpang saat proses boarding. Selain di Pekalongan, layanan face recognition di stasiun wilayah Daop 4 baru ada di Semarang Tawang Bank Jateng dan Tegal.

Pilihan kereta yang berangkat dari Stasiun Pekalongan

Sudah menjadi fitrah sebuah stasiun besar untuk melayani keberangkatan dan kedatangan semua kelas kereta api. Seperti yang terjadi di Stasiun Pekalongan setiap hari. Menurut GAPEKA (Grafik Perjalanan Kereta Api) 2023 revisi terbaru, saat ini ada 24 kereta api berbagai kelas yang berhenti reguler di Stasiun Pekalongan. Banyaknya jadwal kereta api yang tersedia membuat calon penumpang nggak perlu bingung untuk bepergian ke luar kota dari Pekalongan. Tinggal pilih sesuai budget dan jam keberangkatan yang pas.

Wong Pekalongan yang mau plesiran numpak sepur dengan nyaman, bisa pilih kereta api kelas eksekutif. Ada 7 kereta api eksekutif yang terjadwal berhenti di Pekalongan. Mulai dari KA Pandalungan, KA Brawijaya, KA Sembrani, KA Argo Muria, Argo Sindoro, KA Argo Merbabu, sampai “Sang Raja Jalur Utara” KA Argo Bromo Anggrek.

Kalau kehabisan tiket kereta eksekutif, bisa coba opsi kereta api kelas campuran (gabungan dari kelas eksekutif, bisnis, dan atau ekonomi). Total 11 kereta api kelas campuran yang dilayani di Stasiun Pekalongan. Ada KA Tawang Jaya Premium, KA Ciremai, KA Gumarang, KA Dharmawangsa, KA Harina, KA Brantas, KA Jayabaya, KA Blambangan Ekspress, KA Joglosemarkerto, KA Kaligung, dan KA Kamandaka.

Terakhir ada kereta api kelas ekonomi untuk penumpang dengan budget pas-pasan. Setiap hari Stasiun Pekalongan memberangkatkan 6 kereta api kelas ekonomi ke berbagai kota tujuan. Antara lain KA Tawang Jaya, KA Menoreh, KA Kertajaya, KA Majapahit, KA Matarmaja, dan kereta api ekonomi jarak jauh termurah se-Indonesia, KA Airlangga.

Kereta yang singgah di Stasiun Pekalongan

Berdasarkan tujuan akhirnya, kereta api yang singgah di Stasiun Pekalongan terdiri atas 3 jenis. Pertama, kereta api jarak jauh (KAJJ). Kereta api jenis ini beroperasi dari stasiun awal ke stasiun akhir yang lokasinya berbeda provinsi. Contohnya adalah KA Sembrani yang berangkat dari Stasiun Surabaya Pasarturi di Jawa Timur menuju Stasiun Gambir di Jakarta.

Kedua, kereta api jarak menengah. Kereta api ini melayani penumpang dari stasiun awal ke stasiun tujuan di provinsi yang sama. Contohnya adalah KA Kamandaka yang bermula dari Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng dan mengakhiri perjalanan di Stasiun Cilacap. Kedua stasiun ini sama-sama berada di Provinsi Jawa Tengah.

Ketiga, kereta api jarak dekat. Kereta api ini berjalan dari stasiun keberangkatan ke stasiun akhir di provinsi yang sama, tapi jaraknya nggak terpaut jauh. Contohnya KA Kaligung yang berangkat dari Stasiun Semarang Poncol dan tiba di tujuan akhir Stasiun Tegal. Jarak antar stasiun sekitar 160 kilometer dengan estimasi waktu perjalanan 2 jam.

Memudahkan warga Pekalongan naik kereta api tanpa perlu pindah daerah

Jika dibandingkan dengan daerah lain,  Pekalongan beruntung punya stasiun kereta api besar seperti Stasiun Pekalongan. Dengan jadwal kereta api yang banyak dan fasilitasnya oke punya, warga Kota dan Kabupaten Pekalongan nggak perlu repot pindah tempat untuk menggunakan layanan kereta api.

Seperti yang dialami warga di daerah tetangga, Kabupaten Batang. Sebenernya di Batang ada stasiun kereta, tapi tergolong sebagai stasiun kelas II atau dua tingkat di bawah Stasiun Pekalongan. Stasiun Batang hanya melayani 2 layanan kereta api saja setiap hari, yaitu KA Kaligung relasi Semarang Poncol- Tegal dan KA Menoreh relasi Semarang Tawang Bank Jateng-Pasarsenen. Terbatasnya layanan kereta api di stasiun ini membuat Warga Batang harus pergi ke Pekalongan dulu demi bisa naik kereta api menuju kota-kota lain.

Keberadaan sebuah stasiun kereta api, apalagi stasiun besar di suatu daerah adalah nikmat yang wajib hukumnya untuk disyukuri. Warga Pekalongan harus sadar akan hal itu karena nggak semua daerah di Jawa punya stasiun sebesar, sesibuk, dan selengkap Stasiun Pekalongan.

Penulis: Muhammad Luthfi Lazuardi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Kota Kreatif, Pembangunan Terbaik, dan Kebohongan Lain tentang Kota Pekalongan yang Harus Diluruskan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 2 November 2024 oleh

Tags: pekalonganStasiun Pekalongan
Muhammad Luthfi Lazuardi

Muhammad Luthfi Lazuardi

Content Writer blasteran Surabaya-Pekalongan. Bergelut dengan tulisan-tulisan sepak bola. Menyambi Railfans dan Wota part time.

ArtikelTerkait

Repotnya Orang Paninggaran Pekalongan di Perantauan karena Kerap Disalahpahami Orang-orang yang Nggak Paham Geografi

Repotnya Orang Paninggaran Pekalongan di Perantauan karena Kerap Disalahpahami Orang-orang yang Nggak Paham Geografi

15 Februari 2024
Pekalongan Tak Hanya Kota Batik dan Kota Santri, tapi Juga Kota Darurat Sampah

Pekalongan Tak Hanya Kota Batik dan Kota Santri, tapi Juga Kota Darurat Sampah

2 Agustus 2025
Jalan Imam Bonjol Pekalongan Memaksa Saya Ganti Motor: Baru Ganti Motor Sebulan Udah Masuk Bengkel

Jalan Imam Bonjol Pekalongan Memaksa Saya Ganti Motor: Baru Ganti Motor Sebulan Udah Masuk Bengkel

2 Juni 2025
Aib Kota Pekalongan yang Sampai Sekarang Masih Menghantui (Unsplash)

Aib Kota Pekalongan yang Sampai Sekarang Masih Menghantui

13 Maret 2023
Alun-Alun Pekalongan: Tempat Terbaik untuk Belanja Baju Lebaran, tapi Syarat dan Ketentuan Berlaku

Alun-Alun Pekalongan: Tempat Terbaik untuk Belanja Baju Lebaran, tapi Syarat dan Ketentuan Berlaku

3 April 2024
Dear Toko Buku Gramedia, Ayo dong Buka Outlet di Kota Pekalongan

Dear Toko Buku Gramedia, Ayo dong Buka Outlet di Kota Pekalongan

5 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mie Ayam Bikin Saya Bersyukur Lahir di Malang, bukan Jogja (Unsplash)

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

2 Februari 2026
4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang Mojok.co

4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang

31 Januari 2026
4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan (Unsplash)

4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan

4 Februari 2026
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Memang Santai, tapi Diam-diam Banyak Warganya yang Capek karena Dipaksa Santai meski Hampir Gila

2 Februari 2026
Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026
Alun-Alun Jember Nusantara yang Rusak (Lagi) Nggak Melulu Salah Warga, Ada Persoalan Lebih Besar di Baliknya Mojok.co

Jember Gagal Total Jadi Kota Wisata: Pemimpinnya Sibuk Pencitraan, Pengelolaan Wisatanya Amburadul Nggak Karuan 

6 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers
  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.