Stasiun Cawang adalah kunci untuk tetap waras bagi warga yang sehari-hari naik KRL Depok-Jakarta

Stasiun Cawang adalah kunci warga untuk tetap waras sehari-hari naik KRL Depok Jakarta Mojok.co

Stasiun Cawang adalah kunci warga untuk tetap waras sehari-hari naik KRL Depok Jakarta (wikipedia.org)

Warga Depok yang ingin ke Jakarta, cobalah turun di Stasiun Cawang, dijamin lebih hemat energi. 

Saya seperti warga Margonda Depok pada umumnya. Sering beraktivitas di Jakarta dan memanfaatkan transportasi umum untuk bepergian. Ya seperti yang kita tahu, transportasi umum di Jakarta dan daerah penopangnya memang lengkap, ada KRL, MRT, LRT, hingga Transjakarta. 

Di daerah saya, Margonda yang merupakan jantung Kota Depok, setidaknya ada 3 stasiun KRL yang menjadi andalan warlok. Tiga stasiun itu adalah Stasiun UI, Pondok Cina, dan Depok Baru. Saya pun kerap naik atau turun KRL dari stasiun itu kalau ingin bepergian ke Ibu Kota. 

Komuter Depok Jakarta naik KRL

Saya cenderung memilih naik transum KRL kalau mau ke Jakarta. Alasannya sederhana saja, rute KRL jauh lebih mudah dipahami. Sayangnya cuma satu, berpindah dari KRL satu ke KRL lain sungguh melelahkan. Terlebih kalau transitnya di Stasiun Manggarai

Bayangkan saja, di Stasiun Manggarai penumpang KRL harus naik-turun tangga atau eskalator untuk mengakses KRL di jalur lain. Sudah begitu, masih desak-desakan berebut ruang dengan penumpang lain. 

Kenyataan pahit di Stasiun Manggarai ini bikin saya mencari-cari rute baru. Akhirnya, saya menemukan Stasiun Cawang yang terhubung dengan moda transportasi lain, Transjakarta dan LRT. 

Dua transportasi umum ini mudah diakses dari Stasiun Cawang karena terhubung dengan jembatan penyeberangan dan lift. Dibandingkan naik-turun di Stasiun Manggarai, pilihan ini jauh lebih waras dan hemat energi.

Akses Stasiun Cawang ke titik-titik lain di Jakarta

Warga Depok yang bolak-balik naik KRL pasti sudah tidak asing dengan KRL jalur merah. Kereta di jalur inilah yang akan membawa penumpang dari Depok ke daerah-daerah di Jakarta dengan tujuan akhir Stasiun Jakarta Kota. 

Stasiun Cawang tidak besar, tidak seperti stasiun lainya, tapi terhubung ke Halte Transjakarta Cikoko dan Stasiun LRT Cikoko. Dengan dua transportasi itu, Transjakarta dan LRT, penumpang bisa mencapai daerah mana pun di Jakarta. 

Mungkin belum banyak orang Depok tahu hal ini, itu mengapa saya ingin sedikit tips di sini. 

Misal, orang Depok ingin pergi ke Blok M. Biasanya mereka memilih cara ini, naik KRL, transit Stasiun Manggarai, setelahnya berganti kereta di Jalur Biru menuju Stasiun Sudirman/BNI City. Setelahnya ganti MRT atau Transjakarta. Membayangkannya saja sudah menguras waktu dan energi kan? 

Nah, sekarang saya mau merekomendasikan warga Depok untuk transit di Stasiun Cawang saja. Setelahnya, jalan sedikit ke Halte Cikoko naik Transjakarta koridor 4K tujuan akhir Kejaksaan Agung. Jalur ini akan membawa penumpang ke Blok M. 

Saya ingin memberikan contoh lain. Kalian warga Depok yang ingin berolahraga di Gelora Bung Karno (GBK), kalian bisa memilih rute ini. Dari Depok naik KRL ke Stasiun Cawang. Kemudian berganti moda transportasi ke Transjakarta koridor 9C dari Halte Cikoko arah barat menuju Bundaran Senayan. 

Begitu sampai di Halte Senayan Bank Jakarta, langsung saja turun karena halte itulah yang paling dekat pintu masuk arah GBK. Jangan kebablasan sampai Bundaran Senayan ya. 

Saya juga ada tips untuk warga Depok yang ingin pindah KRL jalur merah ke jalur hijau tanpa transit di Stasiun Manggarai dan Stasiun tanah Abang. Begini caranya, pertama-tama naiklah KRL dari Depok lalu turun di Stasiun Cawang. Setelahnya ganti moda transportasi Transjakarta di Halte Transjakarta Cikoko arah barat koridor 9. Setelahnya ganti koridor 13B di Halte Pancoran, lalu turun di Halte Velbak yang terhubung dengan Stasiun Kebayoran.

Oleh karena itu, banyak hal yang bisa terhubung dari stasiun ini yang bisa menghemat waktu, tenaga dan biaya dalam kondisi tertentu.

Kelemahan Stasiun Cawang

Menurut saya, kelemahan stasiun ini cuma satu, belum ada underpass untuk pindah antar peron. Pengguna harus menyebrangi rel yang tentunya harus hati-hati kemudian juga jika berganti ke Transjakarta juga harus cermat dalam mengamati koridor dan rutenya selain itu juga jalur Transjakarta yang ke arah barat dari Halte Cikoko juga merupakan daerah rawan macet karena melewati pancoran dan pinggir tol. 

Hal ini juga bisa jadi pertimbangan yang baik dalam menggunakan stasiun ini. Coba saja kalau hal itu diperbaiki, saya yakin makin banyak orang senang transit di stasiun ini daripada harus repot-repot ke Stasiun Manggarai dan Stasiun Tanah Abang. 

Penulis: Yudhistira Adityawardhana
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 5 Tingkah Penumpang KRL Jogja Solo yang Bikin Resah Pengguna KRL Jabodetabek.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version