Sosiologi UNESA, Tolong Perbaiki Program S1 Dahulu Baru Buka Program S2

Sosiologi UNESA, Tolong Perbaiki Program S1 Dahulu Baru Buka Program S2 Mojok.co

Sosiologi UNESA, Tolong Perbaiki Program S1 Dahulu Baru Buka Program S2 (unsplash.com)

Wacana Sosiologi UNESA akan membuka program magister atau S2 sebenarnya sudah bergulir sejak lama. Namun, belakangan ini, wacana itu kian santer terdengar. Pihak-pihak berkepentingan menilai program magister adalah rencana yang bagus. Namun bagi saya, mahasiswa Sosiologi UNESA, program magister adalah rencana yang terlalu terburu-buru. 

Bagaimana tidak menilai demikian, ruang kelas dan jumlah dosen untuk mengajar sarjana (S1) Sosiologi UNESA saja masih kekurangan. Ini mau buka program S2 segala. Kalau terlalu buru-buru dan tidak dipersiapkan sebaik mungkin, bisa menimbulkan masalah baru. 

Mahasiswa Sosiologi UNESA masih numpang jurusan lain

Perkuliahan mahasiswa prodi Sosiologi UNESA hingga saat ini masih banyak numpang di kelas-kelas jurusan lain. Kalau tidak percaya, sekali-kali mampirlah ke Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) UNESA, lalu cari Gedung Sosiologi UNESA. Nggak bakal ada. Tidak ada satupun gedung di fakultas tersebut yang dimiliki oleh Prodi Sosiologi. Adanya Gedung Sejarah dan Ilmu Komunikasi saja. 

Gedung Sosiologi hingga saat ini masih menjadi satu dengan jurusan Sejarah. Jatah kelasnya pun tidak banyak, hanya 3 kelas saja. Masing-masing kelas berkapasitas sekitar 40 mahasiswa. Sumpek tidak terhindarkan lagi. 

Tidak hanya ruang kelas, ruang referensi atau perpustakaan (Lab) Sosiologi juga belum memiliki gedung sendiri. Ruang referensi Sosiologi masuk di gedung jurusan Ilmu Komunikasi. Sosiologi UNESA sampai detik ini masih numpang di gedung sana-sini, coba bayangkan kalau ada program magister? 

Baca halaman selanjutnya: Belasan dosen mengajar …

Belasan dosen mengajar ratusan mahasiswa

Saat ini jumlah dosen Sosiologi UNESA hanya ada 13 orang. Itu pun dua dosen lainnya diisukan pindah ke Prodi Ilmu Politik. Tahun ini FISH UNESA memang akan membuka prodi baru, yakni prodi Ilmu Politik. Belasan dosen sosiologi itu harus mengajar mahasiswa Sosiologi yang mencapai ratusan. 

Asal tahu saja, pada tahun ajaran 2022/2023, Sosiologi UNESA menerima sekitar 200-an mahasiswa baru. Sementara pada tahun ajaran 2023/2024 penerimaan mahasiswa baru melonjak dua kali lipat menjadi 400-an mahasiswa. Ingat itu baru mahasiswa baru lho, ratusan mahasiswa itu belum termasuk angkatan tua yang belum lulus-lulus.  

Kalau fasilitas fisik dan tenaga pengajarnya sudah dipersiapkan, tidak masalah membuka program S2. Lha ini kelas saja masih numpang, dosen cuma belasan. Sejauh ini saya juga tidak melihat tanda-tanda penambahan fasilitas fisik dan pengajar lagi. 

Memang ada yang mau daftar S2 Sosiologi UNESA? 

Pertanyaan lain yang terus terngiang, “memangnya ada mahasiswa yang mau mendaftar S2 Sosiologi?” Beberapa waktu lalu saya menuliskan soal betapa memalukannya menjadi mahasiswa Sosiologi di Terminal Mojok. Tulisan itu menggambarkan mahasiswa-mahasiswa yang seperti saya, yang nggak mau terperangkap lagi ke lubang bernama Sosiologi UNESA. 

Lagian Netizen zaman sekarang juga sudah jago mengamati permasalahan sosial. Berbagai sumber untuk mempelajari teorinya juga melimpah di internet. Itu cukup, nggak perlu belajar nggethu-nggethu hingga S.Sos dan menjadi sosiolog.

Saran saya sebagai mahasiswa Sosiologi UNESA untuk kampus tercinta, coba dilihat dulu permasalahan yang ada sekarang. Energi dan dananya bisa difokuskan dulu untuk meningkatkan fasilitas ruang kelas, tempat parkir, ruang referensi, dan jumlah dosen. Lebih baik memperbaiki program sarjananya terlebih dahulu sebelum membuka program baru. 

Penulis: Adhitiya Prasta Pratama
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version