Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Buku

Buku Sistem Pendidikan Finlandia; Belajar Cara Belajar, Menyadarkan Saya Betapa Bobrok dan Tertinggal Sistem Pendidikan Indonesia

M. Kholilur Rohman oleh M. Kholilur Rohman
1 Juli 2024
A A
Sistem Pendidikan Finlandia; Belajar Cara Belajar. Menyadarkan Saya Betapa Bobrok dan Tertinggal Sistem Pendidikan Indonesia Mojok.co

Sistem Pendidikan Finlandia; Belajar Cara Belajar. Menyadarkan Saya Betapa Bobrok dan Tertinggal Sistem Pendidikan Indonesia (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Mungkin, sistem pendidikan kita yang bobrok itu yang menghasilkan individu-individu yang kurang terpuji. Salah satu contoh kecil yang tidak bisa diabaikan adalah mencontek saat ujian. Mencontek bukan sekadar tindakan tidak jujur. Mencontek hanyalah pucuk gunung es dari banyak persoalan pendidikan.

Kalau dari sistemnya saja sudah keliru, jangan harap tercipta anak-anak yang berani menjadi diri sendiri dan bahagia. Adanya, anak-anak melihat sekolah sebagai sesuatu yang beratm seram, dan menakutkan. Mereka selalu dituntut untuk mendapat nilai yang bagus sehingga tidak dicap bodoh. Lebih jauh lagi, jangan berharap sistem pendidikan kita bisa menciptakan manusia-manusia berkualitas di masa mendatang. 

ADVERTISEMENT

Indonesia tidak pernah benar-benar belajar

Salah satu dari bagian dari buku tersebut mengutip Sir Ken Robinson yang menjelaskan peran pendidikan dalam tiga ranah yang akan menghasilkan manfaat bagi pembelajar. Tiga ranah manfaat yang dimaksud di atas ialah secara pribadi (mengembangkan bakat dan kepekaan seorang individu), secara kultural (memperdalam pemahaman atas dunia), dan secara ekonomi (memberikan keterampilan yang dibutuhkan untuk hidup dan produktif secara ekonomi).

Jelas sekolah-sekolah di Indonesia belum memenuhi hal itu. Kalau boleh lebih keras memberi kritikan, sekolah Indonesia itu ada sekadar untuk formalitas. Mudah saja mengidentifikasinya. Selama bertahun-tahun belajar, saya yakin kalian pernah bertanya-tanya, “sebenarnya untuk apa saya belajar semua ini” atau “Kok sepertinya begitu banyak pelajaran sekolah yang terbuang sia-sia ya”. Dua kalimat pertanyaan itu hanyalah indikasi dari pendidikan yang nggak menjawab perannya. 

Membaca Sistem Pendidikan Finlandia; Belajar Cara Belajar menyadarkan saya betapa Indonesia perlu banyak berbenah. Bukan berarti sistem pendidikan Indonesia harus sama persis seperti Finlandia ya. Saya paham pasti ada satu dan lain hal yang akan membuat sistem pendidikan di negara satu akan berbeda dengan negara lain.

Akan tetapi, saya hanya ingin menekankan, semangat Finlandia menciptakan individu-individu berkualitas melalui pendidikan sangat patut dicontoh. Bagaimana mereka berkolaborasi demi masa depan putra-putri bangsa patut diteladani. Jangan malah saling menyalahkan atau membebankan tanggung jawab ini ke salah satu pihak saja. Kita benar-benar perlu belajar dari Finlandia. 

Penulis: M. Kholilur Rohman
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Sisi Gelap Sekolah Internasional di Indonesia yang Terkenal Elite dan Mahal, Orang Tua Calon Siswa Patut Mewaspadainya

Baca Juga:

Upin Ipin Serial TV yang Tampak Aman untuk Anak-Anak, tapi Aslinya Bisa Merusak kalau Ditonton Tanpa Dampingan Orang Dewasa

3 Tradisi Manten Paling Unik di Tulungagung. Terdengar Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warlok

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 3 Juli 2024 oleh

Tags: FinlandiaIndonesiapilihan redaksisistem pendidikanSistem Pendidikan Finlandiasistem pendidikan Indoneisa
M. Kholilur Rohman

M. Kholilur Rohman

Dosen Manajemen Pendidikan Islam UIN Maliki Malang, bergelut di Komunitas Maliki Book Party.

ArtikelTerkait

3 Mainan Anak yang Tak Pernah Awet Seperti Hubunganmu terminal mojok

3 Mainan Anak yang Tak Pernah Awet seperti Hubunganmu

23 November 2021
Menemukan Alasan untuk Hidup dalam Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Karya Brian Khrisna

Menemukan Alasan untuk Tetap Hidup dalam Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Karya Brian Khrisna

23 Februari 2025
Review Djarum King: Rokok Ringan Teman Pekerja Kreatif

Review Djarum King: Rokok Ringan Teman Pekerja Kreatif

16 November 2022
Kultur Cover Lagu di Kafe dan Minimnya Pengetahuan Soal Performing Rights Terminal Mojok.co

Kultur Cover Lagu di Kafe dan Minimnya Pengetahuan Soal Performing Rights

1 April 2022
sudah merdeka

Yakin Sudah Merdeka? Nyinyiran Tetangga dan Kenangan Mantan Saja Masih Sering Menjajah

20 Agustus 2019
10 Serial Netflix yang Wajib Ditonton Minimal Sekali Seumur Hidup Terminal Mojok

10 Serial Netflix yang Wajib Ditonton Minimal Sekali Seumur Hidup

14 Juli 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gara-gara pada magang, nggak magang jadi kerasa aneh sendiri (Unsplash)

Gara-gara semua orang magang, nggak magang jadi kerasa aneh sendiri

21 Juli 2026
Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya Mojok.co kota pelajar madura

3 hal langka di Madura, tapi umum di Jogja, sudah seharusnya Madura belajar pada Jogja!

16 Juli 2026
Rezeki memang tak melulu soal uang, tapi senang juga rasanya kalau dapat duit bertubi-tubi Mojok.co

Rezeki memang tak melulu soal uang, tapi senang juga rasanya kalau dapat duit bertubi-tubi

18 Juli 2026
Kenapa orang Jogja malas wisata naik gunung ke Gunung Merapi? (Unsplash)

Kenapa orang Jogja malas wisata naik gunung ke Gunung Merapi?

20 Juli 2026
4 alasan Alun-alun Tegal jadi tempat jogging favorit warga Mojok.co

4 alasan Alun-alun Tegal jadi tempat jogging favorit warga

21 Juli 2026
Alasan orang Jombang jarang ada yang bangga dengan daerahnya sendiri Mojok.co

Alasan orang Jombang jarang ada yang bangga dengan daerahnya sendiri

18 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.